Kamu Suka Berbohong? Ini Akibatnya pada Kesehatan

08 January 2019, at 16:00
0
0
Kamu Suka Berbohong? Ini Akibatnya pada Kesehatan

Berbohong memang terlihat seperti sesuatu yang sepele. Tapi sebenarnya kebiasaan tersebut membawa dampak buruk bagi dirimu, lho. Jika kamu sering melakukan kebohongan, kamu tidak akan bisa tenang karena dilanda kekhawatiran.

Ada berbagai macam alasan kebohongan, mulai dari agar terlihat keren, menghindari perasaan tidak enak dan lain sebagainya.

Secara umum, segala kebohongan memiliki konsekuensi yang tidak baik. Hal tersebut termasuk dampak bagi kesehatan seperti berikut.

1. Kebingungan Otak

kebingungan otak
sciencedaily.com

Menurut peneliti bernama Arthur Markman, selepas mengatakan kebohongan tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini ternyata berhubungan dengan stres.

Jika sudah demikian, otak harus bekerja kerasa dalam hal membedakan kebenaran dan kebohongan. Kebingungan otak tersebut akan membuat kamu menjadi mudah marah.

2. Stres dan Depresi

stres dan depresi
pexels.com/@katlovessteve

Secara tidak sadar, kamu akan terus dilanda kekhawatiran setelah melakukan kebohongan. Seringnya, ketakutan itu muncul karena khawatir kebohonganmu akan terungkap.

Selama sekitar 72 jam setelah berbohong, hormon kortisol (hormon stres) masih akan terus dilepaskan oleh otak.

Hal tersebut kemudian menyebabkan stres dan depresi yang memicu gangguan pola makan, gangguan tidur, dan lain sebagainya.

3. Tekanan Darah Tinggi

tekanan darah tinggi
hellosehat.com

Berbohong sudah pasti akan menyebabkan seseorang menjadi stres. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang muncul karena stres secara berkepanjangan.

Ketika berbohong, otak akan memproduksi hormon-hormon seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin.

Semua hormon tersebut dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung serta menyempitkan diameter pembuluh darah. Sehingga tekanan darahmu akan mengalami peningkatan yang bersifat sementara.

4. Sakit Kepala

sakit kepala
pexels.com/@hichemxavi

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Science if Honesty Project pada 72 orang selama lima minggu, ditemukan perbedaan mencolok antara orang yang berbohong dan jujur.

Orang-orang yang dikelompokkan dalam grup kejujuran memiliki perkembangan kesehatan daripada kelompok yang berbohong.

Penyakit mencolok yang berkurang adalah sakit kepala. Hal ini terjadi karena ada penarikan otot saraf ketika berbohong. Perpindahan dan perdangan dari pembuluh darah inilah yang kemudian membuat sakit kepala.

Baca Juga: Sering Marah-Marah bisa Berdampak Negatif bagi Kesehatanmu

5. Mual-Mual

mual mual
hellosehat.com

Sama dengan sakit kepala, penelitian tersebut juga membuktikan bahwa orang-orang yang berbohong cenderung lebih banyak merasa mual. Jika dibandingkan dengan kelompok yang tidak berbohong, perbandingannya jauh.

Hal ini karena berbohong menyebabkan stres yang dapat menaikkan asam lambung sehingga kamu menjadi mual.

6. Stroke

stroke
medicalnewstoday.com

Melakukan kebohongan sekali memang tidak secara langsung membuatmu terkena stroke. Akan tetapi jika kebohongan tersebut dilakukan berulang kali atau sudah menjadi kebiasaan, maka hal tersebut dapat membawa risiko stroke yang besar.

Orang yang banyak melakukan kebohongan akan menyimpan rahasia yang lebih besar dalam waktu yang lama. Sehingga orang yang sering berbohong lebih rentan terkena stroke daripada yang tidak.

7. Risiko Obesitas

risiko obesitas
pexels.com/@pixabay

Sebuah penelitian yang dilakukan di Tufts University membuktikan bahwa berbohong dapat menyebabkan kegemukan. Hal ini mungkin jarang diketahui oleh kebanyakan orang.

Ketika berbohong, bagian otak yang berhubungan dengan rasa terbebani secara fisik akan terpengaruh. Hal ini tidak hanya berupa presepsi akan tetapi benar-benar mengalami penambahan berat badan.

8. Hubungan tidak Sehat

hubungan tidak sehat
pexels.com/@pixabay

Ketika berbohong sudah menjadi kebiasaan, seseorang akan menjadi lebih nyaman berbohong daripada berkata jujur. Jika kamu melakukan hal tersebut, maka hubunganmu dengan orang lain, termasuk kekasih akan menjadi tidak sehat.

Hal ini selain tidak akan baik untuk kelangsungan hubunganmu. Bahkan juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mentalmu.

Nah, itu dia 8 dampak buruk berbohong bagi kesehatan. Jadi kamu masih mau melakukan kebohongan? Selain masalah kesehatan di atas kamu juga mungkin menyakiti orang lain lho dengan melakukannya.

Sebaiknya jujurlah pada siapa saja, bahkan dirimu sendiri. Berbohong tidak akan mengatasi dan memperbaiki masalah kok. Justru hal tersebut akan memperkeruh keadaan.

0 Comment