Keputihan merupakan suatu kondisi alami yang dialami oleh semua wanita. Keluarnya lendir dari organ kewanitaan ini bukan tanpa sebab. Keputihan bertujuan untuk membersihkan organ kewanitaan dari sel yang mati dan bakteri-bakteri jahat agar menjadi bersih dan terhindar dari infeksi. Biasanya, keputihan keluar dalam bentuk cairan berwarna jernih hingga putih susu. Cairan ini juga biasanya tidak berbau dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Namun, banyak wanita yang bertanya-tanya, apakah keputihan merupakan sesuatu yang normal? Lalu, bagaimana tanda-tanda keputihan bermasalah? Sebenarnya, kita dapat memerhatikan jumlah, warna, dan bau dari cairan tersebut untuk mengetahui ada tidaknya masalah.

 

Cairan berubah warna

 

Kamu harus waspada ketika cairan keputihan berubah warna dari biasanya. Jika cairan berubah warna menjadi abu-abu, hijau, kuning, atau bahkan pink karena bercampur dengan darah, segeralah periksakan ke dokter.

 

pexels.com

 

Berbau tidak biasa

 

Karena cairan keputihan umumnya tidak berbau, kamu harus waspada ketika baunya berubah menjadi bau amis yang menyengat. Terlebih lagi, jika baunya menjadi busuk seperti bau daging busuk, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter.

 

Cairan mengental

 

Saat cairan dari organ kewanitaanmu menjadi lebih kental dari biasanya, bisa jadi terdapat masalah dalam tubuhmu. Apalagi, jika cairan tersebut bertekstur seperti krim. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika kamu mendapati cairan yang seperti ini dari organ kewanitaanmu.

 

Jumlah lebih banyak

 

Jika cairan yang keluar dari organ kewanitaanmu jumlahnya jauh lebih banyak, bisa jadi hal tersebut merupakan indikasi masalah kesehatan tertentu. Tetapi, perhatikan apakah keadaan tersebut disertai dengan gejala-gejala lainnya.

 

Terdapat gejala lain

 

Kondisi-kondisi di atas dapat menjadi sinyal bahwa terdapat masalah dalam tubuhmu. Apalagi, jika disertai dengan rasa gatal dan nyeri pada mulut vagina, nyeri saat buang air kecil, nyeri panggul, dan muncul bercak darah atau flek sesudah berhubungan seksual. Jika hal tersebut terjadi, tak ada salahnya kamu menemui dokter untuk mengetahui penyebabnya.

 

Hal-hal di atas memang sering membuat para wanita merasa cemas dan penasaran akan kondisi kesehatannya. Namun perlu diingat bahwa kondisi tersebut terkadang juga dipengaruhi oleh siklus haid, masa ovulasi, pengaruh dari kebersihan, atau sedang dalam masa kehamilan. Jadi, mulailah menjaga kebersihan organ kewanitaanmu dan perhatikan masa haid dan ovulasi dengan baik.

0 Komentar