Kisah Haru Perjuangan Bocah 11 Tahun yang Rela Jualan Daun Bawang Demi Adiknya

27 September 2019, at 12:00
0
0
Kisah Haru Perjuangan Bocah 11 Tahun yang Rela Jualan Daun Bawang Demi Adiknya

Ada banyak orang yang harus berjuang sekuat tenaga untuk bertahan hidup. Mereka bahkan rela mengeluarkan tetes demi tetes keringat hanya untuk sesuap nasi. Mereka pun berjuang untuk menyambung hidup dengan berkerja atau berjualan demi mendapatkan uang.

Sama halnya dengan apa yang sedang dirasakan oleh Yan Yihang, bocah berusia 11 tahun yang tinggal di sebuah daerah di Provinsi Henan. Yihang, begitu sapaannya, harus mengumpulkan uang untuk membayar tagihan rumah sakit sang adik, Yan Ce.

menyelamatkan sang adik
dailymail.co.uk

Setiap harinya, Yihang harus menjalani rutinitas berjualan sebelum berangkat ke sekolah. Ia menjajakan daun bawang di pasar tradisional setempat sejak jam 5 pagi.

Uang hasil berjualan ia kumpulkan untuk biaya perawatan adiknya yang mengidap penyakit kelainan darah langka. Seperti yang dilansir dari Daily Mail, Yan Ce menderita anemia aplastik.

Baca juga: Aksi Heroik Guru di Sulawesi yang Rela Gendong Muridnya ke Sekolah, Kenapa Ya?

Yan Ce didiagnosis penyakit langka tersebut sejak tahun 2015 yang lalu. Saat ini, adik dari Yihang sangat membutuhkan trasplantasi sumsum tulang belakang.

Untuk melakukan transplantasi tersebut, dibutuhkan biaya yang jumlahnya nggak sedikit. Terdesak biaya rumah sakit yang cukup besar itulah membuat ayah Yihang dan Yan Ce harus bekerja di kota sebagai buruh.

berjualan daun bawang
dailymail.co.uk

Keluarga Yihang juga meminjam sebagian uang dari teman dan kerabat untuk membayar sebagian tagihan rumah sakit.

Pihak rumah sakit menagih sejumlah uang yang merupakan akumulasi biaya pengobatan sejak 4 tahun terakhir ini. Biayanya nggak sedikit dan murah, yaitu 700 ribu Yuan atau setara dengan Rp1,4 miliar.

video anak jualan daun bawang
pearvideo.com

Anemia aplastik sendiri adalah kondisi dimana tubuh berhenti untuk memproduksi sel darah yang cukup sehingga penderita membutuhkan transplantasi.

Yihang sendiri bersedia menjadi pendonor dan sudah melakukan operasi pada bulan Juni 2018 yang lalu. Jadi bukan hanya berjuang menyelamatkan sang adik dengan menjadi pendonor.

Yihang juga menyempatkan waktunya untuk memetik daun bawang dan pergi ke lapak sayur yang sempat dikelola sang nenek. Hanya saja, saat ini sang nenek harus dirawat karena menderita stroke.

daun bawang
kaskus.id

Bisnis jualannya pun nggak selalu berjalan mulus. Terkadang Yihang bisa menghabiskan semua tangkai daun bawang yang dibawanya saat itu.

Namun nggak jarang juga, ia hanya bisa menjual satu atau sepuluh tangkai saja dalam sehari.

Baca juga: Bukti Ketulusan Hati, Bocah 6 Tahun Ini Larikan Anak Ayam ke Rumah Sakit

Rata-rata tiap bulannya, Yihang bisa mendapatkan uang sebesar Rp2,3 juta dari hasil berjualan.

Tentu apa yang dilakukan Yihang demi menyelamatkan adiknya sangatlah mulia sekali. Ia menyempatkan waktu sebelum berangkat sekolah dengan berjualan daun bawang untuk membantu pembayaran tagihan rumah sakit. Semoga Yan Ce lekas sembuh ya!

0 Comment