Qupas Travel

Kisah Kelam Ranu Manduro di Balik Keindahannya

26 February 2020, at 06:00
Kisah Kelam Ranu Manduro di Balik Keindahannya

Ranu Manduro, banyak yang penasaran dengan wisata Mojokerto satu ini. Apalagi setelah muncul video di sosial media yang memperlihatkan betapa indahnya pemandangan bak sabana dan dipadukan dengan panorama Gunung Penanggungan.

Ya, view seperti New Zealand tersebut sedang digandrungi banyak muda-mudi yang haus akan konten untuk akun sosial mereka.

Tapi, tahu nggak sih? Di balik keindahannya, ternyata Ranu Manduro menyimpan kisah kelam yang jarang diketahui orang seperti yang dilansir dari beberapa sumber. Mungkin setelah tahu, kamu akan lebih bisa membuka mata dan hati untuk selalu menjaga lingkungan. Scroll down ya!

1. Bekas galian sirtu

Ilustrasi Tambang Pasir dan Batu (Foto: medcom.id)
medcom.id

Panorama di tempat wisata Mojokerto ini nggak sepenuhnya terbentuk secara alami. Sebab, dulunya Ranu Manduro adalah bekas galian C sirtu (pasir dan batu) yang terbengkalai dan nggak direklamasi.

Kabarnya, aktivitas pertambangan di Ngoro ini beroperasi sekitar tahun 2014. Sejak saat itu, dari waktu ke waktu galian tambah melebar dan meluas.

2. Pertambangan yang meresahkan warga

Ilustrasi Galian C Sirtu (Foto: jurnalsulawesi.com)
jurnalsulawesi.com

Seperti eksploitasi alam lainnya, galian C sirtu di Ngoro juga membawa dampak negatif dan meresahkan warga setempat. Ini karena adanya debu, asap kendaraan, jalan berlubang, dan kekurangan air bersih.

Seperti sekitar tahun 2016, galian berkembang cukup pesat. Kendaraan seperti truk pengangkut pasir dan batu terus beroperasi.

Sampai akhirnya, tahun 2018 aktivitas galian tersebut ditutup. Konon, hal tersebut karena pemilik meninggal dunia.

3. Sejarah terbentuknya Ranu Manduro

Ranu Manduro di Mojokerto (Foto: instagram.com/cowboyrimba)
instagram.com/cowboyrimba

Pasca ditutup, inilah awal kemunculan Ranu Manduro. Terlebih ketika musim penghujan datang. Saat itu, bekas galian yang begitu besar terisi air, sehingga tampak seperti danau buatan.

Kubangan air tersebut yang kemudian disebut Ranu Manduro oleh masyarakat setempat. Penamaannya karena letaknya di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro.

Baca juga: 8 Wisata di Indonesia Ini Ternyata Bekas Tambang, Cantik Banget!

4. Sempat 'tenggelam' setelah viral

Ranu Manduro Tutup (Foto: instagram.com/miftkhlhuda_)
instagram.com/miftkhlhuda_

Siapa yang nggak terpikat dengan keindahan wisata bekas tambang di Mojokerto ini? Apalagi pemandangan semakin cantik karena panorama Gunung Penanggungan.

Hal inilah yang membuat potret kubangan air tersebut viral di media sosial. Sayangnya, hal ini justru memunculkan konflik baru di penduduk sekitar.

Akhirnya, saat kemarau datang, sang pewaris pemilik galian pun memutuskan untuk menguras danau tersebut.

5. Munculnya 'New Zealand' versi kearifan lokal

Ranu Manduro Ngoro (Foto: instagram.com/imamhsnn)
instagram.com/imamhsnn

Sampai akhirnya, tiba musim hujan pada Februari 2020 ini. Ranu Manduro pun kembali memikat para millennials.

Bukan lagi berbentuk danau buatan. Tapi justru muncul bukit hijau yang dihiasi dengan bebatuan indah dan Gunung Penanggungan.

Sayangnya, pengunjung seolah hanya peduli dengan keeksotisan panorama yang ditawarkan tanpa peduli untuk melestarikan. Alhasil, ada rumor yang menyebut tempat wisata di Ngoro Mojokerto ini ditutup lagi karena banyak sampah berserakan.

6. Ranu Manduro ditutup permanen?

Ranu Manduro (Foto: instagram.com/wildanarie_)
instagram.com/wildanarie_

Setelah viral beberapa waktu lalu, kabarnya Ranu Manduro ditutup lagi. Namun menurut akun Instagram @mojokertojalanjalan, tempat wisata di Mojokerto tersebut tetap buka kok.

Berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, tiket masuk Ranu Manduro cuma sekitar Rp5 ribu. Untuk menuju ke lokasi, rutenya melalui balai desa.

Ranu Manduro Mojokerto (Foto: instagram.com/masih_husni)
instagram.com/masih_husni

Kemudian masuk ke gang Balai Desa dengan ciri-ciri gapura berwarna biru di sebelah Alfamart. Dari sana, lokasi danau buatan tersebut nggak jauh kok.

Untukmu yang tertarik mengunjungi Ranu Manduro, tetaplah ingat menjaga lingkungan. Berhubung destinasi ini masih belum dikelola secara resmi, yuk bantu untuk tetap melestarikannya dengan nggak buang sampah sembarangan.