Kisah Mengharukan Bapak Mencari Anaknya yang Hilang Saat Tsunami Palu

09 October 2018, at 02:00
0
0
Kisah Mengharukan Bapak Mencari Anaknya yang Hilang Saat Tsunami Palu

Siapa yang tak sedih dan susah kalau sebuah bencana alam terpaksa memisahkannya dari orang-orang yang dikasihi? Kalau bisa, siapapun pasti berharap hal buruk ini tidak akan terjadi atau menimpa mereka.

Asrul Muksin, 45 tahun, juga semestinya bermimpi seperti itu. Apalagi setelah kejadian Gempa Palu dan Donggala tempo hari yang memberinya cobaan besar karena belum menemukan sang anak.

Total sudah lebih dari seminggu, Bapak Asrul Muksin belum bertemu dengan anaknya. 

Bagaimana kah kronologisnya saat itu?

idntimes.com

Menurut pengakuan Bapak Asrul Muskin, pada saat gempa berkekuatan 7,4 SR itu menghancurkan sebagian besar bangunan di Palu dan sekitarnya, sang anak yang bernama Roiman tengah bekerja di anjungan kuda. 

Anjungan kuda yang dimaksud ternyata berada di area Pantai Talise, pantai di utara Kota Palu yang terdampak gelombang tsunami.

Sebagai seorang ayah, tak mungkin ia berhenti mencari anaknya sampai mendapatkan kejelasan tentang keselamatan Roiman. Pak Asrul mengaku kalau dirinya sudah menyisir sejumlah rumah sakit untuk mencari anaknya.

Baca juga: Alasan Mengejutkan Kenapa Tsunami Palu Tak Terdeteksi Sebelumnya

Ia sudah sempat mencari Roiman di Korem 132/Tadaluko. Di sana, ia mendapat kabar bahwa sang anak telah meninggal dunia dan jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palu.

Tapi, ketika Pak Asrul pergi ke Rumah Sakit Bhayangkara, pihak rumah sakit mengatakan kalau nama Roiman tidak ada di dalam daftar jenazah yang disimpan di tempat persemayaman rumah sakit.

tirto.id

Karena belum ada kejelasan perihal status anaknya, Asrul bertekad tidak akan berhenti mencari anak pertamanya itu. Tidak peduli, apakah ia sudah meninggal atau bahkan masih selamat.

Asrul merupakan satu dari ratusan orang lainnya yang masih diselimuti kabar tidak jelas tentang keselamatan anggota keluarganya. Hingga kemarin, terdaftar masih ada sekitar 265 orang yang dinyatakan hilang.

kumparan.com

Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala-Palu sudah menyentuh angka 1.649. Data tersebut diverifikasi oleh BNPB yang diwakili oleh Sutopo Purow Nugroho saat menyampaikannya kepada awak media di Graha BNPB kemarin Sabtu (6/10).

Kemungkinan besar, korban yang ditemukan meninggal masih akan bertambah jumlahnya. Apalagi, proses pencarian korban yang tertimbun bangunan-bangunan juga masih berlangsung.
 

0 Comment