Lagu Sayur Kol yang sedang Viral Ternyata sempat Mendapat Kecaman, Lah Kenapa ya?

21 December 2018, pada 03:02
2
0
Lagu Sayur Kol yang sedang Viral Ternyata sempat Mendapat Kecaman, Lah Kenapa ya?

Baru-baru ini kembali viral di media sosial sebuah lagu yang beraliran punk berjudul Sayur Kol, dinyanyikan oleh seorang anak perempuan polos. Video itu menyebar kemana-mana dan kini menjadi perbincangan banyak pihak.

Pasalnya ada yang janggal dalam lirik lagu tersebut. Terlebih dibagian reff lagunya, “makan daging anjing dengan sayur kol”. Tentu banyak pro dan kontra bermunculan di masyarakat, khusunya para pecinta hewan.

Lagu Sayur Kol yang sedang Viral Ternyata sempat Mendapat Kecaman, Lah Kenapa ya?
instagram.com/inicringe

Awalnya, lirik lagu tersebut ditulis oleh sebuah band punk yang beranggotakan tiga orang, bernama Punxgoaran. Sudah ada lebih dari setahun band tersebut membawakan dan mempopulerkan kembali lagu itu. Hanya saja kurang berhasil dalam menyita perhatian masyarakat.

Namun, lagu Sayur Kol akhirnya populer dalam sekejap ketika ada sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah polos yang menyanyikannya. Sontak, seluruh netizen pun heboh melihatnya.

Baca juga : Menunggu Lama Orang Tuanya Belanja, Bocah ini Lakukan Hal yang bikin Gemas! Ada-Ada Saja

Dari video itulah, banyak tanggapan dan komentar yang menunjukkan berbagai respon. Khususnya para pecinta hewan.

Banyak yang berpendapat bahwa lirik yang menyiratkan tentang orang-orang yang masih mengonsumsi daging anjing sebagai menu santapan. Padahal, anjing dipelihara sebagai teman ataupun penjaga.

Semakin kencangnya hembusan komentar yang didapatkan oleh band anak muda Batak ini, membuat salah satu personilnya angkat bicara.

Lagu Sayur Kol yang sedang Viral Ternyata sempat Mendapat Kecaman, Lah Kenapa ya?
instagram/@punxgoaran

Menurut penuturan sang vokalis, Guido Hutagalung bahwa lirik kontroversial itu sudah menjadi tradisi Batak yang ada sejak lama. Bahkan di tanah Batak, mengonsumsi daging anjing menjadi sebuah kearifan lokal yang sudah ada sejak zaman dulu.

Tentu di beberapa daerah di Indonesia memiliki kearifan lokalnya masing-masing. Sama halnya dengan Batak, yang menyantap menu daging anjing dianggap hal yang lumrah.

Bahkan daging anjing menjadi bahan sesajen untuk penyembuhan seorang anak. Jadi, daging anjing sudah sangat lekat dengan tradisi Batak. Gudio pun meminta masyarakat untuk tidak mempermasalahkannya.

Karena tujuan dari lirik lagunya, bukan untuk mengajak orang-orang ikut menyantap daging anjing. Hanya sekedar lucu-lucuan saja.

Apapun itu kontroversi yang menyelimuti lagu yang saat ini sedang viral, semoga saja band punk anak muda Batak ini terus menciptakan karya-karya yang positif dan menginspirasi band anak muda daerah lainnya.

0 Komentar