Manusia Hanya Bisa Jatuh Cinta Secara Tulus Sebanyak 3 Kali, Sudah Mengalami?

15 March 2019, at 08:00
1
0
Manusia Hanya Bisa Jatuh Cinta Secara Tulus Sebanyak 3 Kali, Sudah Mengalami?

Hidup akan selalu dipenuhi dengan perjumpaan dan perpisasahan. Setiap orang pasti pernah atau akan merasakan indahnya jatuh cinta dan sakitnya patah hati.

Samua orang yang hadir dalam kehidupan akan silih berganti, meninggalkan jejak di dalam hati. Yang kemudian, bisa jadi menyebabkan pasang-surut emosi pada diri seseorang.

Oleh sebab itu, menjalin hubungan dengan seseorang tidak akan semulus yang dibayangkan. Para ahli psikologi mengatakan bahwa manusia hanya memiliki 3 kesempatan untuk jatuh cinta secara tulus.

Baca Juga: Jatuh Cinta pada Sahabat Bikin Canggung, Begini Cara Mengatasinya

Ketiganya penting untuk dialami karena akan memberikan pengalaman yang penting, berikut ini 3 momentum jatuh cinta tersebut.

1. Cinta Seperti Dongeng

jatuh cinta secara tulus pertama
pexels.com/@daria

Cinta pertama menghampiri seseorang pada usia yang sangat belia, ketika kisah putri dan pengeran dalam dongeng masih terngiang dan menjadi angan-angan serta impian.

Pada saat itu, ada kepercayaan bahwa cinta pertama akan abadi seperti dongeng-dongeng yang ia baca.

Momentum jatuh cinta secara tulus yang pertama ini membuat orang tersebut lebih berhati-hati dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan harapan sahabat atau kerabat.

cinta seperti dongeng
pexels.com/@leonardo-cardozo-galves-861272

Tanpa banyak memikirkan diri sendiri, cinta seperti dongeng membuat seseorang mengorbankan apapun demi menjaga hubungan. Karena dalam lubuk hati ada dugaan bahwa cinta memang harus demikian, saling berkorban seperti dalam dongeng.

Masalah-masalah kecil tidak menjadi hambatan karena apa yang tanpak dari luar tentang hubungan dianggap lebih penting daripada apa yang dirasakan.

Cinta seperti dongeng merupakan momen yang mengajarkan bahwa perasaan diri sendiri dan pasangan sama pentingnya dengan anggapan orang lain tentang hubungan yang dijalani.

2. Cinta yang Rumit

jatuh cinta secara tulus kedua
pexels.com/@vera-arsic-304265

Jatuh cinta secara tulus yang kedua dalam hidup seseorang adalah yang paling rumit dan memusingkan.

Berbekal pembelajaran yang di dapat dari hubungan-hubungan sebelumnya yang merupakan momen cinta seperti dongeng, seseorang belajar menjadi lebih realistis.

Mungkin dengan mengubah gaya pacaran, atau pemilihan pasangan yang berbeda dari tipe-tipe sebelumnya. Hal tersebut diduga dapat menjadikan hubungan menjadi lebih baik.

Baca juga: Tanda Pasangan Alay, Hayo Ada di Kamu Nggak?

Pada momen cinta yang rumit ini, seseorang kemungkinan besar akan merasakan telah disakiti, dibohongi, dan dimanipulasi oleh pasangan.

cinta yang rumit
bravotv.com

Meskipun demikian, cinta mampu mengubah hal tersebut menjadi sebuah harapan. Beranggapan hubungan akan membaik dengan usaha yang dilakukan, semuanya justru menjadi semakin rumit dan menjelma kegagalan yang lebih besar.

Jatuh cinta secara tulus pada momen tersebut menjadi penuh drama dan air mata. Dengan sekuat tenaga berusaha mempertahankan hubungan yang sudah hancur.

Setelah melewati masa-masa cinta yang rumit, seseorang akan mendapatkan pelajaran tentang pentingnya bersama-sama berusaha dalam suatu hubungan.

3. Cinta yang Matang

jatuh cinta secara tulus ke tiga
pexels.com/@rawpixel

Cinta ketiga dalam hidup seseorang hadir ketika ia telah menunggu dengan sabar hingga tidak mengharapkan apa-apa lagi.

Setelah perjalanan panjang dan berbagai pengalaman, cinta yang matang datang begitu saja. Tidak diundang dan mungkin tidak akan sama dengan apa yang ia bayangkan tentang cinta sejati.

Cinta ini tidak sempurna, banyak lubang yang harus diperbaiki dimana-mana. Namun, ada rasa tentram dan nyaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

cinta yang matang
pexels.com/@freestocks

Pada tahap ini, seseorang sudah tidak mengharapkan apa-apa lagi. Tuntutan kepada pasangan agar menjadi seperti tipe ideal tidak ada lagi.

Jatuh cinta secara tulus yang ketiga membuat seseorang menerima pasangan dengan apa adanya, begitu pula sebaliknya.

Hal ini mengajarkan bahwa cinta tidak harus sempurna, tetapi membutuhkan dua orang yang akan saling mendukung dan menerima.

Dari ketiga momentum jatuh cinta di atas, kamu sudah ada di tahap mana Sobat Qupas? Meskipun ada banyak lika-liku yang harus dilalui, ketiganya memberikan banyak pelajaran yang berarti bagi yang mengalaminya.

0 Comment