Memahami Makna Rangkaian Upacara Panggih pada Pernikahan Adat Jawa

19 January 2019, at 08:00
0
0
Memahami Makna Rangkaian Upacara Panggih pada Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat seringkali dianggap terlalu ribet. Melakukannya membutuhkan biaya, tenang dan ketelitian yang lebih. Meskipun demikian, masih banyak orang yang mempertahankan prosesi tersebut, termasuk orang Jawa.

Orang Jawa asli biasanya akan merasa bangga apabila dapat menikah dengan adat Jawa yang lengkap. Salah satu proses pernikahan adat pada suku ini yang lengkap adalah upacara panggih.

Jika kamu tidak tahu, biasanya prosesi ini dilakukan pada pembukaan resepsi. Upacara panggih merupakan upacara pertemuan. Di balik segala sesuatunya yang ribet, ternyata proses ini memiliki makna yang mendalam.

1. Mempelai Wanita dan Pria Bertemu

mempelei wanita dan pria bertemu dalam upacara panggih
budayajawa.id

Proses ini disebut juga sebagai “ritual balangan gantal”. Ketika mempelai wanita dan pria bertemu, mereka akan saling melempar sirih atau gantal yang diikat dengan benang putih.

Pelemparannya tidak boleh asal dan sembarangan. Mempelai pria harus mengarahkan sirih ke dada pasangannya. Hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa ia telah mengambil hati si wanita.

Di sisi lain, mempelai wanita melemparnya ke kaki pria. Hal tersebut merupakan perwujudan bahwa ia akan berbakti kepada suami.

2. Mempelai Pria Menginjak Telur

mempelai pria menginjak telur dalam upacara panggih
sanggarcahyaningrat.blogspot.com

Kalau yang satu ini mungkin kamu sudah sering melihat dan tidak asing lagi. Prosesi ini biasanya dikenal dengan nama “ngidak tagan” atau “nincak endog”.

Hal ini dilakukukan oleh mempelai laki-laki sebagai wujud harapan bahwa keduanya akan memiliki keturunan. Setelah itu, kaki mempelai pria akan dibasuh oleh mempelai wanita sebagai tanda baktinya.

3. Mempelai Diantar ke Pelaminan Oleh Ayah Wanita

mempelai diantar ke pelaminan oleh ayah wanita dengan kain sandur
weddingku.com

Ayah mempelai wanita akan mengantar keduanya ke pelaminan. Bukan mengantar secara langsung, melainkan dengan membalut keduanya menggunakan sebuah kain sindur.

Kain yang digunakan berwarna merah dan putih. Hal ini dilakukan agar kedua mempelai dapat mengarungi kehidupan rumah tangga bersama dengan penuh semangat.

4. Mempelai Dipangku Oleh Ayah Wanita

mempelai dipangku oleh ayah wanita dalam upacara panggih
deskgram.net

Setelah sampai di pelaminan, Ayah mempelai wanita akan memangku kedua mempelai. Masing-masing di sisi kanan dan kiri. Setelah itu, ibu pengantin akan menanyakan mana yang lebih berat dari keduanya.

Ayah harus menjawab bahwa tidak ada yang lebih berat, keduanya sama. Hal ini merupakan simbol bahwa dalam pernikahan kedudukan kedua pasangan adalah seimbang.

Baca Juga: 5 Persiapan Pernikahan Ini Sering Diabaikan, Gak Melulu Tentang Pesta

5. Keluarga Bergiliran Minum Rujak Degan

keluarga bergiliran minum rujak degan dalam upacara panggih
bridestory.com

Rujak degan merupakan minuman yang berasal dari daging dan air kelapa muda. Ritual ini dilakukan oleh kedua mempelai dan orang tua masing-masing.

Sebagai catatan, mereka harus minum dari satu gelas yang sama secara bergiliran. Hal ini diharapkan bisa menyucikan diri secara rohani bagi pengantin baru dan keluarga.

6. Ritual Kacar Kucur

ritual kacar kucur dalam upacara panggih
id.pinterest.com/diasmaranisd44

Ritual kacar kucur mengharuskan mempelai laki-laki menuangkan uang koin, beras, dan biji-bijian.

Hal ini merupakan prosesi yang cukup penting. Ini disebabkan karena ritual tersebut menyimbolkan bahwa pihak laki-laki akan bertanggung jawab dalam menghidupi dan menafkahi istrinya.

7. Dulangan

dulangan dalam upacara panggih
id.pinterest.com/sitirochani

Kudua mempelai harus saling menyuapi satu sama lain. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali. Prosesi dulangan mengisyaratkan kehidupan rumah tangga yang harus saling tolong menolong.

Sebagai suami istri harus saling melengkapi satu sama lain sampai akhir hayat.

8. Sungkeman

sungkeman dalam upacara panggih
alienco.net

Yang terakhir merupakan prosesi sungkeman. Ritual ini dilakukan dengan cara berlutut di hadapan kedua orang tua, baik orang tua pihak laki-laki maupun perempuan.

Penutupan upacara panggih ini biasanya akan membuat orang terharu dan menangis.

Mempelai akan berterima kasih kepada orang tua karena sudah dibesarkan dan akhirnya bisa membangun rumah tangga sendiri.

Setelah rangkaian upacara panggih selesai, mempelai dapat duduk di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari tamu.

Ternyata upacara panggih yang rumit itu dilakukan bukan tanpa sebab, melainkan karena memiliki makna yang sangat mendalam. Nah, untuk bisa update informasi penting lainnya, kamu juga bisa mengunduh aplikasi Qupas melalui Google Playstore dan App Store, lho!

0 Comment