Membedakan Pencitraan dan Pembohongan Publik, Biar 2019-mu Nggak Banyak Drama

30 December 2018, at 17:00
1
0
Membedakan Pencitraan dan Pembohongan Publik, Biar 2019-mu Nggak Banyak Drama

Di era sosial media ini, setiap orang dimudahkan untuk mengakses atau berteman dengan berbagai orang dari seluruh penjuru dunia. Bahkan ada banyak orang yang hanya saling mengenal dan melihat melalui sosial media dan belum pernah bertemu sama sekali.

Media sosial juga menjadi salah satu alat bagi beberapa tokoh untuk membangun citra diri di depan publik demi kepentingan-kepentingan tertentu.

orang-orang pencitraan
pexels.com

Mulai dari yang hanya ingin terlihat keren di mata teman-temannya, sampai orang-orang dengan urusan politik.

Hal ini kemudian memunculkan istilah “pencitraan” dan “pembohongan publik” yang selama ini dianggap sama oleh sebagian banyak orang.

Padahal, keduanya berbeda, lho. Yuk kenali keduanya supaya tahun depan kehidupanmu jadi gak banyak drama!

1. Makna Pencitraan dan Pembohongan Publik

pencitraan
pexels.com

Pencitraan dan pembohongan publik memang seolah-olah melekat satu sama lain. Seperti membias karena ketidaktahuan masyarakat bahwa keduanya memiliki makna yang berbeda.

Pencitraan diambil dari kata citra yang maknanya yaitu tentang perasaan, kesan, atau gambaran publik terhadap seseorang. Jadi ketika seseorang disebut melakukan pencitraan, orang tersebut sedang membangun “anggapan” orang lain terhadap dirinya.

pembohongan publik
pexels.com

Nah, pencitraan ini tidak selalu negatif dan berbumbu kebohongan, lho. Banyak juga kok yang melakukan pencitraan dengan cara yang baik dan hasilnya menyebarkan hal positif kepada orang lain.

Sedangkan pembohongan publik berarti perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berisi tentang kebohongan dengan tujuan untuk kebaikan dirinya sendiri.

Orang yang melakukan pembohongan publik tidak peduli dengan apa yang didapat atau terjadi pada orang lain akibat kebohongannya. Hal seperti ini lah yang sudah jelas negatif.

2. Tumbuh di Media Sosial

media sosial
pexels.com

Meskipun berbeda, pencitraan dan pembohongan publik sama-sama tumbuh dan berkembang di media sosial. Mungkin hal ini lah yang menyebabkan masyarakat luas menganggap bahwa keduanya memiliki makna dan sasaran yang sama, yaitu membuat kebohongan.

pengguna media sosial
pexels.com

Kedua hal ini bisa tumbuh di media sosial kerena di situ lah tempat yang paling mudah untuk menyebarkan dan mempengaruhi banyak orang. Pencitraan yang berlebihan dan mengandung keboohongan pada akhirnya juga menjadi pembohongan publik.

3. Anggapan Orang Lain

pencitraan positif
pexels.com

Pencitraan yang dilakukan oleh seseorang, meskipun merupakan hal yang positif dan tidak mengandung kebohongan, tidak akan memberi efek berlebih pada orang yang mengenalnya.

Hal ini karena orang yang pencitraan biasanya hanya menunjukkan yang baik-baik saja. Sedangkan orang yang mengenalnya mengetahui sisi baik maupun buruknya.

Namun bagi orang yang tidak mengenalnya secara pribadi, hal tersebut akan berpengaruh.

pembohongan publik
pexels.com

Sudut pandang psikologi menyatakan bahwa orang yang melakukan pencitraan secara positif dan tidak melakukan kebohongan. Mengunggah foto quotes-quotes motivasi misalnya.

Meskipun dia bukan lah seseorang yang seperti di dalam quotes, lama-lama dia akan terpengaruh dan menerapkannya juga.

Sedangkan orang yang melakukan pembohongan publik bisa memberikan efek positif dan negatif bagi orang lain yang tidak mengenalnya.

Orang yang mengenalnya akan tahu bahwa yang dia lakukan hanya kebohongan. Efek negatif dan positif yang didapat tergantung pada kebohongan apa yang disebarkan.

Baca Juga: Kamu Sering Terpancing Berita Palsu alias Hoax? Ikuti Tips Ini Agar Kamu Bisa Lebih Berhati-hati

4. Cara Menghadapi

cara menghadapi
pexels.com

Bagaimana cara menghadapi pencitraan dan kebohongan publik yang banyak beredar di media sosial?

Apabila kamu mengenal seseorang yang melakukan pencitraan secara positif, ambil baiknya saja dan tidak perlu mengatakan bahwa dia pencitraan dan lain sebagainya.

Di sisi lain, jika kamu mengenal seseorang yang melakukan pembohongan publik secara personal, coba pikirkan apa efek yang akan diterima orang lain akibat kebohongan yang dia buat.

mengatasi pencitraan dan pembohongan publik
pexels.com

Jika dia membuat berita-berita hoax yang bisa membuat orang lain celaka, maka kamu harus mengatakan bahwa itu hanyalah hoax dan menasihati orang tersebut secara personal.

Namun jika dia hanya melakukan pembohongan publik demi pamer dan lain sebagainya padahal hal tersebut tidak sesuai dengan kemampuannya, cukup beritahu saja secara personal dan tidak perlu menyebarluaskan fakta tersebut kepada orang lain. Orang yang benar-benar kaya biasanya justru malas pamer harta.

Nah, itu dia perbedaan antara pencitraan dan pembohongan publik yang erat kaitannya. Kamu sebaiknya tidak melakukan pencitraan secara berlebihan karena orang lain pasti tahu, apalagi jika itu sudah termasuk pembohongan publik.

Lebih baik kamu melakukan pencitraan yang sesuai dengan kemampuan dan dirimu agar tidak muncul drama-drama yang nantinya akan menyusahkanmu.

0 Comment