Qupas Healthy

Mengenal GHB, Obat Bius yang Digunakan Reynhard Sinaga untuk Melumpuhkan Korbannya

08 January 2020, at 08:00
Mengenal GHB, Obat Bius yang Digunakan Reynhard Sinaga untuk Melumpuhkan Korbannya

Beberapa hari terakhir, nama Reynhard Sinaga ramai diperbincangkan oleh berbagai media baik dalam maupun luar negeri. Bukan karena prestasi, Warga Negara Indonesia (WNI) ini menjadi topik hangat karena kejahatan yang ia lakukan.

Dilansir dari BBC News Indonesia, Reynhard Sinaga terbukti bersalah atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Inggris.

Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah korban diduga mencapai 190 pria. Tindakan asusila tersebut dilakukan Reynhard dalam kurun waktu dua setengah tahun sejak 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

reynhard sinaga
cavendish-press.co.uk

Sebagian besar korbannya adalah pria heteroseksual berkulit putih dengan rata-rata usia 21 tahun. Atas kejahatan tersebut, Reynhard Sinaga divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris.

Baca juga: Sering Dilakukan, Minum Obat Pakai Pisang Ternyata Berbahaya Lho!

Reynhard membawa korban ke apartemen miliknya, kemudian memberi mereka obat bius sebelum melakukan pemerkosaan. Dilansir dari Instinct Magazine, polisi meyakini tersangka menggunakan obat GHB untuk melancarkan aksinya.

Lantas, apakah obat GHB yang dimaksud? Yuk simak ulasan Qupas berikut ini!

ghb
goldcoastbulletin.com.au

Dari lama Alcohol.org, ditemukan bahwa GHB atau gamma-hydroxybutyrate tergolong obat antidepresan atau zat psikoaktif yang dapat memberikan perasaan euforia, dorongan seks, dan ketenangan pada penggunanya.

Menurut laporan, obat ini memang sering disalahgunakan untuk kasus pelecehan seksual sehingga disebut “rape drug”. Alcohol and Drug Foundation menyebutkan bahwa obat ini memiliki banyak nama lain seperti G, georgia home boy, cherry meth, hingga juice.

Berbentuk bubuk atau cairan bening, GHB memang mudah dicampurkan dengan berbagai minuman, termasuk alkohol.

mabuk
depositphotos.com

Meskipun demikian, dosis yang nggak tepat dalam penggunaan GHB dapat berakibat fatal. Overdosis obat ini dapat membuat seseorang linglung, hilang kesadaran, mengalami kejang, bahkan berhenti bernapas.

Hal tersebut selaras dengan apa yang dikatakan oleh Prof. Adam Winstock yang merupakan psikiater konsultan dan pendiri dari Global Drug Survey yang menyatakan bahwa GHB sangat berbahaya, apalagi kalau digunakan hanya untuk bersenang-senang.

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa hal tentang GHB atau obat yang digunakan oleh Reynhard untuk melumpuhkan korbannya. Selalu berhati-hati dan waspada ya!