Qupas Healthy

Mengenal Mythomania, Gangguan Psikologis yang Membuat Orang Suka Halu dan Berbohong

03 February 2020, at 08:00
Mengenal Mythomania, Gangguan Psikologis yang Membuat Orang Suka Halu dan Berbohong

Kamu pasti pernah mengenal minimal satu orang yang suka berbohong. Atau bahkan, kamu sendiri sering melakukan hal tersebut? Banyaknya orang yang sering berbohong lantas menimbulkan pertanyaan, apakah kecenderungan tersebut termasuk gangguan psikologis?

Menjawab pertanyaan tersebut, nyatanya memang terdapat istilah khusus untuk orang yang selalu berbohong, yaitu mythomania atau psedulogia fantastica. Penasaran dengan hal tersebut? Yuk simak ulasan Qupas berikut ini!

Nama tersebut pertama kali diberikan pada tahun 1891 oleh psikiater asal Jerman, Anton Delbrueck, kepasa sekelompok pasien yang sering menambahkan unsur khayalan pada cerita mereka. Penasaran dengan mythomania? Yuk simak ulasan Qupas berikut ini!

1. Mythomania Adalah

Mythomania (Foto: theodysseyonline.com)
theodysseyonline.com

Dilansir dari Hellosehat, istilah mythomania pertama kali digunakan pada tahun 1891 oleh Anton Delbrueck, psikiater asal Jerman, kepada sekolompok pasien yang sering menambahkan unsur khayalan pada cerita mereka.

Mythomania termasuk dalam kebohongan patologis yang dilakukan bukan untuk mencari keuntungan, namun terjadi begitu saja tanpa ada rencana.

Gangguan Psikologis Mhytomania (Foto: playbuzz.com)
playbuzz.com

Orang yang menderita mythomania biasanya melakukan kebohongan dalam jangka waktu yang lama, seperti hampir seluruh hidupnya dipenuhi dengan hal tersebut.

Bahkan nggak jarang, orang dengan kondisi ini mempercayai kebohongannya sendiri sehingga sulit untuk membedakan anatara yang nyata dan fiksi.

2. Apakah Semua Orang yang Sering Berbohong Mengidap Mythomania?

Mitomania (Foto: pinterest.com)
pinterest.com

Nggak semua orang yang sering berbohong mengidap mythomania. Kebohongan patologis sendiri dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

  • Mythomania atau pseudologica fantastica
  • Berbohong yang disertai dengan kebiasaan impulsif seperti mencuri, berjudi, dan belanja secara berlebihan
  • Berbohong karena kebiasaan yang disertai dengan gangguan neurologis dan biasanya cepat ketahuan
  • Berbohong dengan mengganti identitas, alamat, profesi, dan lain sebagainya untuk menyamar menjadi orang lain agar terlihat hebat

Pembohong Mythomania (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Dari keempat jenis kebohongan patologis, mythomania dianggap sebagai yang paling ekstrem. Pasalnya, penderita mendapatkan kesenangan saat melakukannya. Meskipun dalam hati tetap merasa bersalah, namun orang yang mengalami gangguan psikologis ini tetap mengulanginya.

Saat sudah parah, penderita akan tetap berbohong meskipun hal tersebut merugikan diri sendiri. Kebohongan yang dilakukan biasanya merupakan penggabungan antara apa yang dikhayalkan dan kenyataan.

Baca juga: Kamu Suka Berbohong? Ini Akibatnya pada Kesehatan

3. Ciri-ciri Mythomania

Ciri-ciri Mythomania (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Berikut ini beberapa ciri-ciri umum kebohongan penderita mythomania yang perlu kamu ketahui.

  • Cenderung membuat cerita yang bersifat konsisten dan permanen
  • Kebohongan nggak dilakukan untuk mendapatkan keuntungan material
  • Cerita yang dikatakan terdengar sangat nyata (mungkin berdasarkan kisah orang lain)
  • Cerita yang dikatakan biasanya berkaitan dengan institusi penting dan mereka memiliki peranan yang penting pula di dalamnya

4. Cara Mengatasi Mythomania

Mengatasi Mythomania (Foto: verywellmind.com)
verywellmind.com

Bagi penderita mythomania, pendekatan psikoterapi seperti konseling cukup efektif untuk dilakukan. Asalkan, penderita memiliki niat untuk memperbaiki diri dan berkata jujur kepada dokternya.

Selain konseling, penderita mythomania juga bisa menggunakan obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter.

Nah, jadi itu dia Sobat Qupas beberapa hal terkait gangguan psikologis mythomania untuk orang yang suka halu dan berbohong.