Mengklaim Diri Sendiri Mengalami Depresi Setelah Nonton Joker? Ini Lho Bahayanya Self Diagnosis

17 October 2019, at 10:00
0
0
Mengklaim Diri Sendiri Mengalami Depresi Setelah Nonton Joker? Ini Lho Bahayanya Self Diagnosis

Akhir-akhir ini, isu tentang masalah kesehatan mental sedang banyak diperbincangkan. Bahkan beberapa film seperti Joker dan Midsommar pun mengangkat tema tersebut.

Selain itu, kasus kematian Sulli yang beberapa hari lalu sempat menggemparkan publik karena bunuh diri akibat depresi juga semakin membuat masyarakat percaya bahwa gangguan mental memang nyata adanya.

Kabar baiknya, fenomena ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah kesehatan mental dan memiliki kepedulian yang lebih terhadap pengidapnya.

joker
instagram.com/comicaccess

Akan tetapi, entah bagaimana hal tersebut juga menimbulkan reaksi yang nggak terprediksi seperti glorifikasi terhadap masalah kesehatan mental yang membuatnya terkesan keren.

Padahal, gangguan mental bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan dan dianggap sepele. Hal tersebut seharusnya ditangani secara profesional karena mengakibatkan pengidapnya merasa nggak bahagia.

Glorifikasi yang sepertinya dilakukan tanpa sengaja ini kemudian memunculkan tren self diagnosis, terutama di kalangan anak muda.

depresi
psychologytoday.com

Ada banyak orang yang kemudian mengklaim dirinya mendiri depresi atau gangguan mental lainnya setelah melakukan tes secara mandiri dari internet tanpa bantuan profesional. Mereka pun nggak ragu untuk membagikan hal tersebut di media sosial.

Baca Juga: Tanda-Tanda Mentalmu Tidak Sehat, Segera ke Psikolog Sebelum Terlambat!

Padahal, melakukan self diagnosis terhadap kondisi kesehatan mental merupakan hal yang nggak dianjurkan lho. Berikut ini beberapa bahayanya yang perlu kamu ketahui.

1. Salah Diagnosis

self diagnosis
pexels.com/@olly

“Kok aku sedih terus ya, kayaknya aku depresi deh!”

Pernah nggak sih kamu berpikir seperti di atas? Menyadari ada yang berubah pada dirimu memang merupakan hal yang baik, akan tetapi menyimpulkan sendiri tanpa bantuan profesional adalah sesuatu yang nggak disarankan.

Mengalami satu atau dua gejala dari gangguan mental tertentu bukan berarti kamu mengalaminya. Pasalnya, ada beberapa masalah kesehatan mental yang memiliki gejala hampir sama. Oleh sebab itu, melakukan self diagnosis akan meningkatkan risiko kesalahan.

2. Salah Penanganan

minum obat
pexels.com/@pixabay

Terjadinya salah diagnosis juga akan berjung pada kesalahan penanganan. Hal tersebut nggak akan membuat kondisi mentalmu membaik, sebaiknya bahkan bisa menjadikannya semakin parah.

Misalnya, saat seharusnya kamu mendapatkan pengobatan dengan cara terapi namun karena salah diagnosis saat self diagnosis kamu justru menanganinya dengan obat-obatan. Hal tersebut tentu saja nggak hanya berdampak pada kondisi mental saja melainkan fisik juga.

3. Melabeli Diri Sendiri

bingung
pexels.com/@mastercowley

Selain mengalami salah diagnosis dan penanganan, bahaya self diagnosis lainnya adalah melabeli diri sendiri.

Jika kamu mengklaim atau berpikir bahwa dirimu mengalami depresi tanpa mengetahui kondisi mental sebenarnya dan terus melabeli diri dengan penyakit tersebut, maka kondisimu nggak akan membaik dan justru menjadi semakin buruk.

Baca Juga: Hati-Hati Depresi! Media Sosial Bisa Pengaruhi Kesehatan Mentalmu

Jadi Sobat Qupas, apabila memang merasakan ada yang aneh dalam dirimu segara pergi ke psikolog untuk mendapatkan penanganan yang profesional.

Jangan melakukan self diagnosis karena hal tersebut akan berdampak semakin buruk bagi kesehatan mentalmu.

0 Comment