Mengulik Keindahan Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Mendunia

17 July 2019, at 05:00
1
0
Mengulik Keindahan Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Mendunia

Wae Rebo mungkin sudah nggak asing lagi bagi sebagaian besar orang. Letaknya yang terpencil di Flores, Nusa Tenggara Timur membuat desa tersebut sering dianggap misterius.

Padahal, Wae Rebo merupakan salah satu desa tradisional di Indonesia yang sangat indah dan budayanya masih terjaga dengan baik lho.

Sebelum mengunjunginya, berikut ini beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang Desa Wae Rebo.

Baca Juga: Berkenalan dengan Suku Polahi yang Punya Tiga Tuhan dan Tradisi Perkawinan Sedarah

1. Salah Satu Desa Tertinggi di Indonesia

desa tertinggi
instagram.com/jogjafan

Berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Wae Rebo masuk ke dalam salah satu desa tertinggi di Indonesia.

Letak Desa Wae Rebo yang tinggi dan dikelilingi oleh pegunungan membuat tempat ini menjadi lebih sejuk dan sering dikelilingi oleh kabut. Itulah mengapa desa unik tersebut diberi julukan “desa di atas awan” oleh beberapa orang.

2. Hanya Memiliki 7 Rumah Utama

memiliki 7 rumah utama
instagram.com/hello_flores

Di desa terpencil ini, terdapat rumah adat yang bernama Mbaru Niang. Nggak hanya bentuknya saja yang unik, namun jumlahnya yang hanya 7 buah juga membuat bangunan tradisional tersebut dianggap langka.

Mbaru Niang berbentuk kerucut dengan atap daun lontar yang ditutupi ijuk. Terdiri dari lima lantai, setiap lantai di rumah adat tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

mbaru niang
instagram.com/wiraklino

Tingkat pertama digunakan sebagai tempat tinggal dan berkumpul. Setiap Mbaru Niang biasanya diisi oleh enam hingga delapan keluarga.

Sedangkan tingkat kedua difungsikan sebagai tempat menyimpan bahan makanan, ketiga untuk menyimpan benih pangan, keempat untuk menyimpan stok pangan saat kekeringan, dan kelima untuk tempat persembahan bagi leluhur.

Dan setiap upacara kemerdekaan, bendera Indonesia akan dikibarkan di atas salah satu rumah adat.

3. Warisan Budaya Dunia UNESCO

warisan budaya dunia unesco
instagram.com/nadinelist

Pada tahun 2012, UNESCO menobatkan Desa Wae Rebo sebagai situs warisan dunia. Hal tersebut karena rumah adat Mbaru Niang dianggap sangat langka dan letaknya sangat terpencil, di atas pegunungan.

Desa Wae Rebo menerima penghargaan tertinggi kategori konservasi warisan budaya UNESCO Asia-Pasifik dan menjadi salah satu kandidat paraih penghargaan Aga Khan kategori arsitektur pada tahun 2013.

4. Masyarakat Wae Rebo Merupakan Keturunan Minang

masyarakat wae rebo
instagram.com/dionwiyoko

Meskipun terletak di Manggarai Barat, NTT, namun masyarakat Wae Rebo mengatakan bahwa mereka adalah keturunan orang-orang dari Tanah Minang.

Nenek moyang masyarakat Wae Rebo bernama Empo Maru yang berasal dari Minangkabau, Sumatera. Ia berlayar ke Labuan Bajo dan beberapa kali berpindah tempat sampai akhirnya menetap di desa atas awan tersebut.

Baca Juga: Air Terjun Dua Warna dan 5 Wisata Serupa di Sumatera Utara yang Instagenik

5. Hari Spesial di Wae Rebo

hari spesial di wae rebo
instagram.com/rickardsiadari

Masyarakat Wae Rebo memiliki hari spesial setiap tahunnya yang dilaksanakan pada bulan November. Upacara tahunan yang bernama Adat Penti tersebut dilaksakanan sebagai rasa syukur atas hasil panen dan permohonan perlindungan untuk kehidupan mendatang.

Pada upacara adat ini, seluruh masyarakat akan berpakaian adat lengkap dan melakukan beberapa ritual unik.

Jika kamu ingin mengunjungi destinasi wisata ini, sebaiknya pilihlah momen tersebut karena akan mendapatkan lebih banyak pengalaman yang menarik.

6. Pernah Hampir Punah

pernah hampir punah
instagram.com/escape_travellerofficial

Meskipun berada di Indonesia, namun ternyata Desa Wae Rebo lebih dulu dikenal oleh wisatawan mancanegara daripada masyarakat dalam negeri lho.

Hal tersebut membuat desa di atas awan ini hampir kehilangan rumah adat mereka karena nggak adanya bantuan dari pemerintah untuk merenovasi dan membangun kembali.

penduduk desa wae rebo
instagram.com/nahuwaymacku

Namun pada tahun 2008, datanglah wisatawan Indonesia pertama ke kampung tradisional di pedalaman Flores tersebut. Ialah Yori Antar dan beberapa rekan arsiteknya yang merasa penasaran dengan Mbaru Niang.

Melihat kondisi yang mengenaskan, Yori Antar dan Yayasan Rumah Asuh berusaha mengembalikan keadaan Mbaru Niang. Setelah itu, barulah bantuan dari pemerintah, swasta, serta beberapa donatur mengalir dan menyelamatkan Desa Wae Rebo dari kepunahan.

7. Cara Ke Wae Rebo

cara ke wae rebo
instagram.com/nadinelist

Jika ingin ke Desa Wae Rebo, kamu harus menyiapkan tenaga yang cukup kuat karena aksesnya yang tergolong nggak mudah. Wisatwan bisa menggunakan bus atau travel dari Labuan Bajo menuju Ruteng yang memakan waktu sekitar 6 jam.

Setelah tiba di Ruteng, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Denge atau Dintor selama kurang lebih 2 jam yang merupakan desa terakhir yang dapat diakses dengan kendaraan.

Selanjutnya perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki menuju Desa Wae Rebo selama 4-5 jam melewati medan yang curam.

8. Berwisata ke Wae Rebo

berwisata ke wae rebo
instagram.com/graceblessing

Sebelum berkeliling desa, wisatawan harus masuk ke rumah utama untuk melaksanakan upacara Wae Lu’u atau pemohonan izin menerima tamu pada leluhur. Siapkanlah beberapa uang untuk sesaji.

Apabila hanya berkunjung dan nggak menginap, kamu akan dikenakan biaya Rp100.000,00 Sedangkan jika menginap, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp250.000,00 dengan fasilitas lengkap termasuk makan.

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa hal menarik dari Desa Wae Rebo yang sudah mendunia. Kamu tertarik nggak mamasukannya dalam daftar destinasi wisatamu selanjutnya?

0 Comment