Qupas Healthy

Menurut Penelitian, Berbuat Baik Kepada Orang Lain Bisa Membantu Mengurangi Rasa Sakit

13 February 2020, at 08:00
1
Menurut Penelitian, Berbuat Baik Kepada Orang Lain Bisa Membantu Mengurangi Rasa Sakit

Manusia merupakan makhluk sosial yang nggak bisa hidup tanpa orang lain. Dalam bermasyarakat, berbuat baik kepada sesama merupakan hal yang selalu dianjurkan.

Seperti yang telah diketahui, berbuat baik akan membantu meringankan beban orang lain dan membawa dampak positif dalam kehidupan sosial. Akan tetapi, ternyata manfaat berbuat baik nggak berhenti sampai di situ saja lho!

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa berbuat baik kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan (altruisme) dapat meringankan rasa sakit.

Berbuat Baik (Foto: gettyimages.com)
gettyimages.com

Penelitian yang melibatkan 280 orang ini mengamati korelasi antara rasa sakit dan perbuatan baik kepada orang lain dengan melakukan tiga eksperimen pada para partisipan.

Baca juga: 5 Kegiatan Sederhana yang Bisa Bikin Kamu Lebih Bahagia, Apa Saja Ya?

Pada percobaan pertama, para partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk mendonorkan darah secara sukarela setelah terjadi gempa bumi, sedangkan lainnya diminta untuk melakukan hal yang sama namun atas dasar rutinitas saja.

Hasilnya, mereka yang mendonor setelah gempa bumi merasakan lebih sedikit rasa sakit dari jarum dibandingkan dengan partisipan yang melakukan hal tersebut hanya karena rutinitas. Kondisi tersebut juga berlaku meskipun jarum yang digunakan untuk kelompok pertama lebih besar.

Membantu (Foto: stock.adobe.com)
stock.adobe.com

Pada percobaan kedua, para peneliti menemukan bahwa pasien kanker mengalami penurunan rasa sakit yang signifikan saat membantu orang lain di pusat perawatannya. Kondisi ini terlihat setelah dibandingkan dengan peserta yang melakukan kegiatan untuk dirinya sendiri.

Sedangkan dari percobaan ketiga, penelitian ini menemukan bahwa partisipan yang memberikan uang kepada anak yatim mengalami lebih sedikit rasa sakit ketika tangannya disengat dengan listrik apabila dibandingkan dengan peserta lain yang nggak melakukan santunan.

Setelah semua percobaan selesai, dilakukan pemindaian MRI otak para peserta. Hasilnya, berbuat baik ternyata mampu menonaktifkan medial prefrontal cortex atau bagian otak yang berfungsi mencatat stimulasi menyakitkan.

Donasi (Foto: istockphoto.com)
istockphoto.com

Selain itu, tindakan berbuat baik kepada orang lain ternyata dapat memicu pelepasan hormon seperti dopamin, oksitosin, dan hormon lainnya yang dapat memunculkan perasaan tenang dan bahagia.

Wah, ternyata berbuat baik kepada orang lain nggak hanya bermanfaat untuk kehidupan sosial saja ya Sobat Qupas. Jadi mulai sekarang, jangan ragu untuk melakukannya ya!