Miris! Benarkah Perilaku Penumpang MRT Ini Tunjukkan Karakter Orang Indonesia?

26 March 2019, at 07:00
0
0
Miris! Benarkah Perilaku Penumpang MRT Ini Tunjukkan Karakter Orang Indonesia?

Akhir-akhir ini, media sosial diramaikan dengan adanya beberapa foto oknum penumpang uji coba MRT yang tidak tertib. Ada banyak perautan yang dilanggar, mulai dari makan di lantai stasiun sampai membuang sampah sembarangan.

Beberapa foto juga menunjukkan penumpang yang dengan asyik bergelantungan di dalam MRT. Pada potret lainnya, terlihat ibu-ibu sedang berdiri di atas kursi MRT yang sedang beroprasi.

Baca Juga: Baru Uji Coba, Ini 8 Fakta MRT Jakarta yang Luar Biasa

Seiring dengan viralnya hal tersebut, muncullah berbagai reaksi dari wargenet. Kebanyakan menyayangkan perilaku tidak terpuji oknum-oknum penumpang uji coba MRT yang menyalahi aturan tersebut.

perilaku penumpang mrt jakarta
instagram.com/jktinfo

Di antara netizen-netizen tersebut, bahkan tidak sedikit yang memberikan cap “norak” kepada penumpang yang foto-fotonya beredar di media sosial.

Meskipun baru uji coba, banyak orang yang mengatakan bahwa perilaku penumpang tidak dapat ditolelir atau dimaklumi.

Akan tetapi, sebenarnya apa yang membuat penumpang-penumpang tersebut melanggar peraturan saat naik MRT?

penumpang mrt uji coba
facebook.com/enrieqco.lee

Terdapat tujuh larangan yang ditetapkan oleh manajemen saat menaiki MRT, yaitu:

  • Berjualan
  • Membuang sampah
  • Membawa binatang
  • Membawa benda mudah terbakar
  • Membawa benda berbau menyengat
  • Makan dan minum
  • Menekan tombol darurat tanpa alasan

Peraturan yang disampaikan memang sudah jelas, namun petugas stasiun MRT banyak menemukan sampah-sampah bekas makanan di lantai.

Sepertinya pengelola tidak mempertimbangkan antisipasi masalah tersebut sehingga tidak menyediakan tempat sampah.

perilaku penumpang mrt
instagram.com/jakarta.keras

Selain itu, petugas juga harus berkali-kali menegur calon penumpang yang duduk di lantai.

Hal ini mungkin disebabkan oleh MRT yang sangat berbeda dengan alat transportasi lain yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Faktanya, di area stasiun memang tidak disediakan kursi untuk beristirahat para calon penumpang.

Baca Juga: Hal-Hal Ini Cuma Bisa Kamu Temui di Indonesia!

Pelanggaran-pelanggaran tersebut menunjukkan karakter orang Indonesia yang masih belum terbiasa dengan peraturan ketat. Sehingga masih diperlukan usaha yang ekstra untuk bersosialisasi tentang hal tersebut, terlepas dari kesadaran masyarakat itu sendiri.

Kebiasaan melanggar aturan dan tidak ditindak dengan tegas yang sering terjadi di Indonesia, di KRL biasa misalnya, juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadi hal tersebut.

perilaku penumpang mrt
instagram.com/jktinfo

Tidak semua masyarakat Indonesia memiliki pengalaman ke luar negeri dan melihat bagaimana sistem MRT sehingga dapat serta-merta menerapkannya.

Lagi pula, transportasi ini dirancang bukan hanya untuk masyarakat kelas atas melainkan untuk semua kalangan.

Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur Utama OT MRT Jakarta, William Sabandara setelah peresmian MRT Fase I hari Minggu, 24 Maret 2019 kemarin. Menurutnya, perilaku penumpang MRT yang menjadi viral tersebut disebabkan oleh kurangnya sosialisasi.

dirut mrt jakarta
kompas.com

"Sekarang ini kami lagi ada di fase sosialisasi, edukasi kepada masyarakat. Ini milik kita, pertama kali, dan kita jaga," ucap William, dilansir dari Tirto.id.

Meskipun demikian, ada baiknya apabila masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk menaati peraturan dan menjaga fasilitas umum bersama-sama.

Baca Juga: 8 Life Hack Orang Indonesia yang Bikin Ngakak

Selain tujuh peraturan di atas, ada juga beberapa hal yang harus dipahami dan dibiasakan seperti medahulukan penumpang yang keluar, antre di belakang garis kuning, tidak berbicara terlalu keras sehingga mengganggu privasi orang lain, dan mengikuti arahan dari petugas.

Perilaku tidak tertib dan pelanggaran yang terjadi ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk sama-sama menumbuhkan kesadaran diri untuk menjada MRT sebagai transportasi umum milik bersama.

0 Comment