Qupas Travel

Misteri di Balik Keindahan Danau Kelimutu, Antara Mitos dan Fakta yang Bikin Penasaran

06 April 2020, at 05:00
Misteri di Balik Keindahan Danau Kelimutu, Antara Mitos dan Fakta yang Bikin Penasaran

Danau Kelimutu mungkin bisa dibilang merupakan salah satu keajaiban di dunia pariwisata yang masih menyimpan misteri. Sebab, warna air danau terdiri dari tiga macam, yaitu merah, biru, dan putih. Meski begitu, warnanya selalu berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Bukan cuma soal warna, tempat wisata di Nusa Tenggara Timur ini juga memiliki cerita mitos yang masih dipercaya masyarakat. Mau tahu lebih banyak soal danau ini? Simak yuk!

1. Danau tiga warna di NTT yang unik

Kelimutu (Foto: instagram.com/simococco)
instagram.com/simococco

Kelimutu adalah gabungan dari kata 'keli' yang berarti gunung, dan 'mutu' yang artinya mendidih. Menurut kepercayaan warga setempat, warna-warna pada danau di NTT ini punya arti masing-masing serta punya kekuatan dahsyat.

Dimana danau berwarna biru atau 'Tiwu Nuwa Muri Koo Fai' artinya tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau berwarna merah atau 'Tiwu Ata Polo' berarti tempat berkumpulnya jiwa orang yang telah meninggal dan selama hidupnya ia melakukan kejahatan.

Kelimutu NTT (Foto: instagram.com/fahmiadimara)
instagram.com/fahmiadimara

Nah, kalau danau berwarna putih atau disebut pula dengan nama 'Tiwu Ata Mbupu' adalah tempat berkumpulnya jiwa para orang tua yang telah meninggal.

Dari makna yang dipercaya penduduk itu, kemudian timbul kepercayaan bahwa saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen bagi arwah orang-orang yang sudah meninggal.

2. Lebih dari satu abad sudah dikenal

Kelimutu National Park (Foto: instagram.com/ioanna_neo)
instagram.com/ioanna_neo

Danau Kelimutu yang memiliki luas sekitar 1.051.000 meter persegi ini kabarnya sudah ditemukan sejak lebih dari seabad yang lalu.

Van Such Telen, warga negara Belanda lah yang disebut telah menemukannya pada tahun 1915. Kemudian keindahannya mulai dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya di tahun 1929. Sampai akhirnya pada 26 Februari 1922, area ini ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional.

Baca juga: Di Balik Keindahannya, 7 Air Terjun di Pulau Jawa Ini Konon Menyimpan Cerita Mistis

3. Mitos Danau Kelimutu

Danau Kelimutu NTT (Foto: instagram.com/anthony.rosalinda)
instagram.com/anthony.rosalinda

Seperti tempat wisata di Indonesia lainnya, Danau Kelimutu pun diselimuti dengan cerita mitos. Bagi penduduk setempat, ada legenda yang dipercaya.

Dimana zaman dulu ada 2 penyihir yang bersahabat, namun berbeda sifat. Ata Mbupu adalah seorang yang baik dan suka melindungi orang lain. Sedangkan Polo justru suka memangsa manusia.

Suatu hari, ada sepasang Ana Kalo (anak yatim piatu) datang pada Ata Mbupu untuk melindungi dan mencegah Ata Polo memangsa mereka. Namun setelah dua anak itu besar, Ata Polo datang kembali dan menagih janji untuk memangsa mereka.

Kelimutu National Park NTT (Foto: instagram.com/filippo_cesarini)
instagram.com/filippo_cesarini

Akhirnya, Ata Mbupu dan kedua anak tersebut, Koo Fai dan Nuwa Muri melarikan diri ke perut bumi saat Ata Polo mengejarnya. Sayangnya, ketiga orang itu tewas.

Setelah kejadian tersebut, muncul air berwarna biru tempat terkuburnya Ata Mbupu. Di tempat Ata Polo muncul air berwarna merah. Sedangkan dari sepasan yatim piatu tersebut muncul air kehijauan.

4. Fastival unik di Kelimutu

Danau Kelimutu (Foto: instagram.com/fatymvip)
instagram.com/fatymvip

Selain keindahan danaunya, ada acara menarik yang digelar di tempat wisata NTT ini. Yaitu Festival Danau Kelimutu yang biasanya diadakan pada 14 Agustus setiap tahunnya.

Seperti kepercayaan penduduk setempat, agenda utama dari event tersebut bernama 'patu ka', yang artinya memberi makan. Kegiatan yang dimaksud ini ditujukan pada para leluhur Danau Kelimutu berupa sesaji yang terdiri dari daging babi dan moke atau minuman beralkohol khas daerah setempat.

Wah, ternyata tempat seindah Danau Kelimutu masih diselimuti mitos juga ya? Entah percaya atau nggak, kita patut untuk menghargai kepercayaan masyarakat setempat.