Moms, Inilah Cara Membedong Bayi yang Aman Supaya Terhindar dari Risiko Kematian Mendadak

02 December 2018, at 07:00
3
0
Moms, Inilah Cara Membedong Bayi yang Aman Supaya Terhindar dari Risiko Kematian Mendadak

Bayi yang baru dilahirkan hingga berusia beberapa bulan umumnya akan dibedong. Tujuannya untuk menghangatkan serta membuat bayi tidur dengan lebih tenang.

Namun Kebiasaan yang telah dilakukan secara turun temurun ini ternyata juga bisa mendatangkan resiko medis yang mengerikan. Misalnya saja displasia panggul, infeksi pernapasan, hingga sindrom kematian mendadak.

A. Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Nah, supaya terhindar dari berbagai resiko fatal tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Penting juga untuk mengetahui teknik membedong bayi yang aman seperti berikut ini.

1. Hindari Menidurkan dengan Posisi Tengkurap

bayi dibedong dan tengkurap
detik.net.id

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau dikenal dengan kematian mendadak meningkat ketika bayi yang dibedong tidur dengan posisi tengkurap.

Untuk itu, ketika bayi menggunakan bedong, pastikan supaya posisi tidurnya tetap telentang.

2. Pilih Kain yang Nyaman

bayi dibedong dan tertidur
go-dok.com

Salah satu tujuan membedong bayi adalah agar tubuhnya tetap hangat. Maka dari itu pilihlah kain nyang lembut dan nyaman, serta tak membuat bayi merasa kepanasan.

Disarankan pula untuk memeriksa suhu tubuhnya secara rutin

3. Lipat Kain Sampai di Bawah Ketiak

bayi dibedong di bawah ketiak
ytimg.com

Saat dibedong, tangan bayi akan ikut dililit di dalam kain sehingga geraknya tidak bisa bebas. Bila bayi terlihat sangat tidak nyaman, sebaiknya lipat kain hanya sampai bawah ketiak saja.

Beberapa ahli juga menyarankan para ibu untuk membuka bedong saat sedang menyusui. Hal ini agar tangannya bebas bergerak dan bereksplorasi.

4. Kapan Bayi Berhenti Dibedong?

bayi usia dua bulan
raisingchildren.net.au

Menurut dokter anak dari Austin Regional Clinic, bayi sebaiknya tak lagi dibedong ketika sudah memasuki usia dua hingga tiga bulan. Sebab, pada masa ini mereka sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Selain itu, bayi harus mengembangkan gerakannya untuk belajar berguling.

Baca juga: 5 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Celaka saat Berenang

B. Cara yang Benar dan Aman untuk Membedong Bayi

Sudah tahu kan beberapa hal yang harus diperhatikan saat membedong bayi? Nah sekarang, Qupas akan bagikan cara yang benar dan aman untuk membedong bayi.

1. Langkah Pertama

cara membedong bayi
adenandanais.com

Tempatkan kain bedong di permukaan yang empuk dan rata, lalu lipat hingga membentuk segitiga. Setelah itu letakkan bayi di atas kain dan posisikan batas lipatan atas kain berada di sekitar bahu bayi.

2. Langkah Kedua

cara membedong bayi
okeinfo.net

Luruskan tangan kiri bayi dan rapatkan dengan tubuhnya. Tarik ujung kain di sisi kiri hingga menutupi dada dan tubuhnya, kemudian selipkan ujung kain di bawah tubuhnya.

3. Langkah Ketiga

cara membedong bayi
aspenjay.com

Sambil memegang bayi agar posisi tak berubah, tutupi kakinya dengan melipat bagian bawah kain ke atas.

4. Langkah Keempat

cara membedong bayi
mamapapa.id

Setelah itu selesaikan bedong dengan menarik kain di sebelah kanan hingga menutupi tubuhnya dan selipkan sisa kain agar bedong tak terlepas.

Jangan lupa untuk memastikan lilitan kain tidak terlalu kencang dan membuat bayi sulit bernafas.

Itualah beberapa hal yang harus diperhatikan serta teknik membedong bayi yang benar dan aman supaya terhindar dari risiko terkena kematian mendadak. Bila perlu, bunda bisa berkonsultasi mengenai membedong bayi dengan bidan atau dokter anak.

0 Comment