Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?

06 December 2018, pada 03:53
2
0
Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?

Universal Pictures kembali menyajikan film berkualitas tepat di awal Desember ini. Sebut saja "Mortal Engines", salah satu tayangan terbaru yang digarap oleh sutradara peraih Piala Oscar berkat "King Kong", Christian Rivers.

Bahkan Rivers tak sendiri dalam menciptakan karyanya itu. Ia juga bersama para filmmaker peraih Academy Awards, Fran Walsh, Philippa Boyens dan Peter Jackson.

Diketahui, ternyata nama-nama tersebut sebelumnya dipercaya untuk menulis screenplay film sukses box office, yakni "The Hobbit" dan trilogi "The Lord of The Rings".

Bukan hanya orang-orang di belakang layar saja. Bintang yang akan bermain di film ini juga cukup menarik perhatian, seperti Hugo Weaving, Hera Hilmar, Robert Sheean, Jihae, Ronan Raftery dan Leila George.

Lalu apa yang membuat film ini menarik untuk ditonton? Yuk simak ulasan Qupas berikut ini!

1. Sinopsis "Mortal Engines" yang begitu menarik

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
youtube.com/Universal Pictures

Film ini sendiri menceritakan tentang perebutan kekuasaan di masa apolaliptik. Bumi seolah sudah dibenamkan serta terjadi banyak penindasan.

Masyarakan juga bertahan hidup dengan cara saling memperebutkan kekuasaan. Hal ini pun dilakukan meski mereka berpindah ke tempat lain sekalipun. Menariknya lagi, kunci di masa ini adalah bahan bakar.

Setiap penduduk yang berkuasa pun merasa mereka berhak memiliki dan menindas kota-kota kecil. Karena kejadian ini, masyarakat yang lemah akhir membangun kota menggunakan roda serta mesin-mesin bertenaga raksasa.

Tujuannya tentu agar masing-masing penduduk di kota tersebut dapat berpindah dengan cepat ketika kebutuhan mereka habis. Satu hal lagi, mereka juga bisa menjauh dari para penindas.

Sayangnya, penindasan tetap terjadi meski landasan tempat bumi berpijak telah berubah. Prinsip "yang terkuat adalah pemanang" jadi pilihan untuk bisa bertahan.

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
gamespot.com

Bedanya, kini kota dengan mesin lebih besar akan cenderung mudah menaklukkan wilayah dengan tenaga kecil.

Namun di balik itu semua, ada misi yang tengah bergulir dalam diri Hester Shaw (Hera Hilmar). Bukan hanya bertahan hidup, ia bahkan sedang berusaha menemukan kedamaian sejati.

Sasaran yang diincarnya pertama kali adalah Thaddeus Valentine (Hugo Weaving), seseorang yang mungkin terlibat dalam kematian ibunya di masa lalu.

Suatu hari ketika ia berusaha melarikan diri, Hester pun menemukan beragam pertanyaan baru dalam hidupnya. Terlebih lagi ketika ia bertemu dengan Anna Fang (Jihae), seseorang yang tahu banyak tentang masa lalunya.

2. Ribuan pemeran figuran terlibat dalam "Mortal Engines"

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
scmp.com

Bukan hanya dari segi ceritanya saja yang menarik dari film ini. Dalam "Mortal Engines" terdapat hingga ribuan pemain figuran yang ikut terlihat.

Tentu saja hal tersebut sudah jadi rahasia umum kalau film jenis ini membutuhkan ribuan figuran guna membantu suksesnya pengambilan gambar.

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
mortalenginesmovie.com

Seperti yang tercatat, ternyata "Mortal Engines" menggunakan jasa pemeran figuran kurang lebih sebanyak 3.900 orang, lho. Banyak banget ya?

Lebih mengejutkan lagi, ternyata masing-masing pemeran membutuhkan waktu sekira 30 menit untuk menyempurnakan kostum mereka. Jadi bisa terbayang kan betapa lamanya pengambilan gambar dalam film ini. Salut!

Baca juga: Trailer Baru Dirilis, ini 8 Fakta Film 'Captain Marvel' yang Siap Tayang pada Maret 2019

3. Adaptasi dari novel best seller

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
geekgirlauthority.com

Siapa sangka jika ternyata film ini merupakan adaptasi novel laris karya Philip Reeve dengan judul serupa.

Perlu kamu ketahui juga, Philip meraih kesuksesannya sejak pertama kali merilis seri pertama "Mortal Engines Universe" tepat di tahun 2001 silam.

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
ew.com

Keseruan plot dalam karya penulis kelahiran 28 Februari 1966 itu akhirnya membuat Peter Jackson untuk mengangkatnya menjadi film.

Entah akan sama dengan novel aslinya, yang jelas tayangan ini recommended banget untuk kamu tonton di bioskop di Desember 2018 ini.

4. Lokasi Pengambilan gambar

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
youtube.com/Universal Pictures

Jangankan jumlah pemeran figuran yang begitu banyak. Lokasi pengambilan gambar film ini pun tidak sedikit.

Kurang lebih terdapat 67 lokasi syuting yang digunakan dalam film satu ini. Bahkan secara keseluruhan dilakukan di New Zealand.

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
polygon.com

Menariknya lagi, tim produksi juga bekerja sama dengan Weta Digital untuk menjadikan efek visual dalam film tersebut semakin mengagumkan.

Hhmm, jadi semakin penasaran untuk nonton film terbaru satu ini ya? Pasti cerita yang disajikan tidak akan mengecewakanmu.

5. Kritik tentang "Mortal Engines"

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
geektyrant.com

Terlepas dari efek visualnya yang begitu memukau, ternyata "Mortal Engines" juga cukup mendapat kritikan. Khusunya tentang jalan ceritanya.

Himawan Pratista, staf pengajar di sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta memberi ulasannya di situs montasefilm.com.

Kurangnya sisi humor dalam film ini membuat penonton lelah ketika menyaksikan "Mortal Engines". "Tak ada sisipan humor yang mampu membuat kita tertawa," ungkapnya.

"Semua serba melelahkan karena sajian aksi dan efek visual yang begitu dominan, cepat, dan tanpa jeda. Ini membuat mata dan pikiran menjadi teramat capek," tambah Himawan.

Mortal Engines, Film Keren yang Mendapat Banyak Kritik, Kenapa ya?
deadline.com

Pun demikian dengan seorang penulis situs filmfracture.com, Kathryn Schroeder. Ia mengungkapkan bahwa film ini terasa tergesa-gesa jika dibandikan dengan novel aslinya.

"Mortal Engines terlepas dari visualnya yang kecil dan tidak memiliki rasa waktu atau tempat yang konsisten. Waktu cerita yang sebenarnya bergerak terlalu cepat, lokasi membingungkan, jarak kurang realisme dan logistik tersesat," kata Kathryn.

Selain itu, ada pula yang mengungkap bahwa konflik dalam "Mortal Engines" terlalu sederhana sehingga tidak membuat film ini sangat spesial.

Meski tetap bisa seru, tapi akhir kisahnya kurang memberikan efek 'wah' untuk ukuran film yang telah menyajikan kisah apik sejak awal penayangan.

Memang banyak ktitik dalam film terbaru "Mortal Engines" ini. Kendati demikian, tayangan ini tetap layak kamu tonton, terlebih lagi untuk para penggemar karya bergenre fiksi.

Mumpung masih tayang, yuk langsung nonton film yang sudah ada dari tanggal 5 Desember 2018 di bioskop ini!

0 Komentar