Nasi Jinggo, Menu Makan Malam yang Hanya ada di Bali

16 July 2018, pada 03:06
2
0
Nasi Jinggo, Menu Makan Malam yang Hanya ada di Bali

Bicara tentang wisata kuliner, setiap daerah pasti memiliki makanan khasnya masing-masing, tak terkecuali Bali. Yap, Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang kerap menjadi kebanggaan kita. Bagaimana tidak, nama Indonesia menjadi tersohor di kelas International berkat pariwisata yang disuguhkan oleh Bali.

Di pulau yang eksotis ini, kamu akan menemukan berbagai macam kuliner yang cukup khas dan tidak ada di tempat lain, mulai dari ayam betutu, serombotan, rujak kuah pindang, bulung, sate lilit, dan lawar. Itu semua adalah kuliner khas Bali yang telah menjadi kebanggaan dan terkenal akan cita rasanya yang khas.

 

laskarkuliner.blogspot.com

Namun, lebih dari itu, tahukah kamu kalau ternyata Bali juga memiliki satu jenis kuliner yang hanya ada pada malam hari? Kuliner tersebut bernama Nasi Jinggo. Sehingga jika kamu yang ingin merasakan nikmatnya nasi jinggo, kamu hanya bisa membelinya di malam hari. Tapi, tak sulit mendapatkannya, sebab hampir setiap ruas jalan di Bali banyak yang menjual kuliner malam khas Bali ini.

Nasi jinggo sendiri merupakan nasi bungkus, namun beda dari bungkus biasanya. Ukurannya sangat kecil, sesuai dengan harganya yang tak lebih dari sepuluh ribu rupiah. Maka dari itu, kebanyakan orang membeli beberapa bungkus dalam satu kali makan agar terasa kenyang. Yang khas dari nasi ini adalah campuran lauk dan sambalnya.

 

vemale.com

Kelengkapan nasi jinggo berupa serundeng, ayam bumbu khas Bali, telur, tempe, mie, serta pelengkap lainnya yang bercita rasa khas Bali. Tak lupa juga, sambal khas yang dinanti-nanti oleh para penikmat nasi jinggo. Biasanya, dalam menyantap kuliner malam ini, lebih nikmat bila dibarengi dengan beberapa tusuk sate lilit. Kamu tahu sate lilit, kan?

Lalu, bungkusnya menggunakan daun pisang sehingga tidak mudah bau dan bisa bertahan beberapa jam. Tapi sampai saat ini, pedagang nasi jinggo jarang mengeluh akan stok yang berlebih. Sebab, berapa bungkus pun yang dibuat, maka akan ludes juga. Karena penikmat dari kuliner malam ini tak hanya penduduk lokal saja, melainkan para pengunjung yang datang ke Bali.

Nah, itulah kuliner khas Bali yang hanya ada pada malam hari saja. Kapan nih mau dicoba?

0 Komentar