Nggak Bisa Bayar Utang, Pria Asal Lampung Tertangkap Lantaran Nekat Cetak Uang Sendiri

17 October 2019, at 12:00
0
0
Nggak Bisa Bayar Utang, Pria Asal Lampung Tertangkap Lantaran Nekat Cetak Uang Sendiri

Hidup memang penuh dengan perjuangan. Bertahan hidup dengan cara memenuhi berbagai kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan.

Untuk memenuhi itu semua, kita harus berkerja dan berkarya demi mendapatkan selembar rupiah, kebutuhan dasar yang memang harus dipenuhi oleh setiap orang dewasa di dunia ini.

Namun, gimana ya kalau kita nggak bisa memenuhi kebutuhan tersebut? Sebagian orang mungkin akan memilih jalan untuk berutang kepada kerabat dekat atau bank.

kasus cetak uang sendiri di lampung
kompas.com

Eits, tapi perlu diingat namanya saja berutang uang kepada orang lain, jelas saja kita harus mengembalikannya sesuai dengan perjanjian yang dikesepakati oleh dua belah pihak.

Seperti seorang laki-laki asal Dusun Sidomukyo, Desa Trimulyo, Kabupaten Pesawaran bernama Hendri. Ia memang melunasi utangnya. Tapi nahas, Hendri justru ditangkap oleh Tim Tekab 308 Ditkrimum Polda Lampung.

Baca juga: 4 Cara Kreatif Para Narapidana Kabur dari Penjara, Ada yang Sampai Rela Pakai Topeng Wanita!

Penangkapan itu berlangsung tanpa adanya perlawanan sedikit pun dari Hendri. Hal ini dilatarbelakangi oleh kelakuan Hendri yang nekat cetak uang sendiri menggunakan printer kertas hingga Rp11 juta.

ilustrasi uang palsu
koranmadura.com

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Ditkrimum Polda Lampung Kombes M Barly Ramadhani menuturkan bahwa peredaran uang palsu ini diketahui dari laporan masyarakat.

Hendri diketahui memalsukan uang untuk membayar sejumlah utang kepada seorang rentenir. Pria 36 tahun yang sudah ditetapkan menjadi tersangka ini sebelumnya nggak berniat melakukan hal tersebut.

ilustrasi perbedaan uang palsu
spiritriau.com

Hanya saja karena selalu ditagih oleh rentenir, Hendri pun akhirnya nekat mencetak uang palsu tersebut di rumahnya.

Dari tangan tersangka, pihak kepolisian menyita barang bukti uang plasu pecahan Rp100 ribu sebanyak 88 lembar dan pecahan Rp50 ribu sebanyak 44 lembar.

Kepolisian pun menyita barang bukti satu unit printer yang digunakan Hendri untuk mencetak uang-uang palsu itu.

ilustrasi penangkapan cetak uang palsu
detik.net.id

Dalam pengakuannya, pria yang berkerja sebagai pedagang pulsa ini mencetak uang dengan printer merek Cannon dan kertas HVS warna putih.

Wah, tentu sesuatu yang nggak boleh dicontoh sama sekali ya sobat Qupas. ada baiknya untuk selalu berfikir dua kali saat akan berhutang kepada siapapun.

Usahakan juga untuk nggak besar pasak daripada tiang ya!

0 Comment