Orang Tua Wajib Tahu Tentang 4 Pola Asuh dan Pengaruhnya pada Perkembangan Anak

01 November 2019, at 17:00
0
0
Orang Tua Wajib Tahu Tentang 4 Pola Asuh dan Pengaruhnya pada Perkembangan Anak

Saat menjadi orang tua, kamu dan pasangan pasti memiliki gaya khusus untuk mengasuh buah hati. Pola pengasuhan tersebut tentu saja dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk pengetahuan dan pengalaman saat masih kecil.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Diana Baumrind, Maccoby, dan Matin yang merupakan pakar psikologi ternama, pola asuh memiliki pengaruh yang cukup besar pada perkembangan anak.

pola asuh anak
pexels.com/@freestocks

Pengaruh tersebut berkaitan dengan kualitas kesehatan, pembentukan karakter, serta pola pikir dalam jangka panjang.

Terlepas dari gaya hidup, latar belakang budaya, tempat tinggal, maupun kondisi sosial ekonomi, setiap keluarga akhirnya hanya menjalankan salah satu dari 4 pola asuh berikut ini.

1. Permisif

pola asuh permisif
pexels.com/@panditwiguna

Pola asuh permisif bersifat santai dan bebas karena orang tua cenderung mencoba menjadi teman bagi anak. Berikut beberapa karakter umum dari pola asuh ini.

  • Orang tua hanya menerapkan sedikit peraturan dan dilaksanakan dengan santai
  • Memenuhi segala kebutuhan anak dan menganggapnya lebih tau yang terbaik baginya
  • Cenderung selalu menuruti keinginan anak
  • Jarang memberikan hukuman

Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini biasanya cenderung lebih egois, impulsif, kurang berempati, dan sulit diatur. Karena nggak banyak diberikan peraturan, pola asuh ini juga berpotensi membuat anak mengalami obesitas, gigi berlubang, dan lain sebagainya.

2. Otoriter

pola asuh otoriter
medium.com

Bertolak belakang dari pola asuh permisif, terdapat pola asuh otoriter yang memiliki banyak aturan ketat untuk anak. Berikut ini beberapa karakter umum yang dimiliki oleh pola asuh tersebut.

  • Nggak mempertimbangkan pendapat dan perasaan anak
  • Menuntut anak untuk menuruti semua aturan dan memberikan hukuman tegas tanpa kompromi
  • Memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anak

otoriter
salonisingh.com

Pola asuh ini biasanya membuat hubungan orang tua dan anak cenderung dingin dan berjarak. Selain itu, si kecil berpotensi memiliki rasa percaya diri dan hubungan sosial yang buruk.

Nggak hanya itu, anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter juga memiliki risiko yang lebih besar terhadap penggunaan narkoba, perilaku agresif, dan gangguan kesehatan mental.

Baca Juga: Mengenali Bahasa Cinta Buah Hati, Supaya Orangtua Nggak Salah Memberi

3. Demokratis

pola asuh demokratif
dailymail.co.uk

Pola asuh lain yang mungkin kamu terapkan adalah pola asuh demokratis atau authoritative parenting. Merupakan gabungan yang pas antara permisif dan otoriter, pola asuh ini memiliki karakter seperti berikut.

  • Orang tua dan anak memiliki hubungan yang hangat dan positif
  • Orang tua memberikan peraturan namun disertai dengan penjelasan
  • Orang tua bersikap tegas dan memberikan konsekuansi, tapi tetap mempertimbangkan pendapat dan perasaan anak

Pola asuh demokratif cenderung membuat anak memiliki kemampuan berpikir kritis dan bisa mengambil keputusan yang lebih baik. Nggak cuma itu, buah hati juga akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

4. Pengabaian

pola asuh pengabaian
huffpost.com

Selain itu, ada juga pola asuh pengabaian yang memiliki beberapa karakter umum seperti berikut ini.

  • Jarang ada komunikasi antara orang tua dan anak
  • Nggak memiliki aturan maupun hukuman
  • Anak diharapkan untuk belajar dan memenuhi kebutuhannya sendiri

Pola asuh pengabaian bisa dilakukan dengan sengaja atau karena orang tua mengalami masalah kesehatan fisik maupun mental, sangat sibuk, mengalami masalah yang sangat berat, dan lain sebagainya.

anak kesepian
stock.adobe.com

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah dan prestasi di sekolah yang kurang baik. Selain itu, buah hati juga bisa mengalami gangguan perilaku dan masalah kesehatan mental.

Dari penjelasan di atas, Sobat Qupas tentu sudah bisa menentukan mana yang paling baik untuk diterapkan kan? Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama 50 tahun, para pakar menemukan bahwa pola asuh demokratis lah yang terbaik untuk perkembangan anak.

0 Comment