Pemanis Buatan Sering Dianggap Tidak Sehat, Ternyata Ini Bedanya dengan Gula

05 January 2019, at 09:00
1
0
Pemanis Buatan Sering Dianggap Tidak Sehat, Ternyata Ini Bedanya dengan Gula

Semakin banyaknya orang yang mengalami atau terserang penyakit-penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung, atau diabetes membuat mereka menjadi semakin waspada dan mempertimbangkan apa yang masuk ke dalam tubuh.

Salah satu jenis makanan yang seringkali dianggap tidak sehat adalah gula. Konsumsi gula yang berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang bisa meningkatakan risiko masalah kesehatan.

permen
pexels.com/@rawpixel

Begitu pula dengan pemanis buatan. Banyak orang yang menganggap bahwa pemanis buatan merupakan sesuatu yang tidak sehat dan bisa menyebabkan berbagai penyakit. Disisi lain, sebagian kecil beranggapan jenis makanan ini lebih sehat daripada gula.

Lalu, sebenarnya bagaimana ya perbandingan pemanis buatan dan gula?

1. Gula

gula
pexels.com/@rawpixel

Gula pasir yang biasanya digunakan untuk campuran atau tambahan masakan sehari-hari merupakan bahan yang terbuat dari tebu. Tebu diolah dan dipanaskan sehingga menghasilkan kristal-kristal kecil yang berupa gula pasir.

gula pasir
pexels.com/@mali

Kementrian Kesehatan mengatakan bahwa batas konsumsi gula pasir per hari adalah sebanyak 4 sendok makan atau setara dengan 148 kalori. Jumlah tersebut sudah memenuhi kebutuhan tubuh sehingga jangan terlalu banyak, ya!

2. Pemanis Buatan

pemanis buatan
pexels.com/@pixabay

Pemanis buatan merupakan sebuah jenis pemanis yang bahan bakunya atau bahan pembuatannya tidak dapat ditemukan di alam melainkan dihasilkan melalui proses kimiawi. Terdapat banyak jenis pemanis buatan, seperti aspartam, siklamat, sukralosa, dan sakarin.

pemanis
pexels.com/@kaboompics

Kamu bisa menemukan jenis-jenis tersebut pada makanan seperti sirup, soda, selai, hingga makanan untuk orang yang mengidap diabetes atau makanan diet.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengatur batas konsumsi pemanis buatan yaitu 40 mg/kg per hari. Jumlah ini tergantung pada berat badan seseorang.

3. Kelebihan Gula

kelebihan gula
pexels.com/@pixabay

Kelebihan gula yang paling menonjol, khususnya gula pasir, yaitu rasanya yang lebih enak dibandingkan dengan pemanis buatan. Beberapa jenis pemanis buatan memiliki rasa yang agak pahit. Hal ini karena gula pasir dibuat dengan bahan alami.

kelebihan gula pasir
pexels.com/@life-of-pix

Gula yang dibuat dengan bahan alami seperti tebu akan lebih aman untuk banyak orang. Hal ini karena kemungkinannya menimbulkan alergi tertentu sangat kecil, sehingga aman dikonsumsi oleh siapa saja asalkan masih dalam batas yang normal.

Baca Juga: 8 Trik Mudah untuk Menghentikan Hobi Ngemil Supaya Tak Merusak Diet

4. Kekurangan Gula

kekurangan gula
pexels.com/@pixabay

Meskipun lebih enak, gula pasir mengandung kalori yang cukup tinggi. Setiap satu sendok makan gula pasir mengandung kurang lebih 37 kalori. Sehingga apabila kamu mengonsumsi gula sebanyak dua sendok yang dicampur dengan teh atau kopi, kamu sudah menelan sebanyak 74 kalori.

kekurangan gula pasir
pexels.com/@kaboompics

Seringkali kebanyakan orang tidak bisa mengontrol konsumsi gula mereka. Hal ini bisa menyebabkan berat badan naik secara signifikan.

Selain berat badan yang naik dan bisa mengundang penyakit lain seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke, gula pasir juga bisa membuatmu mengalami sakit gigi.

5. Kelebihan Pemanis Buatan

kelebihan pemanis
pexels.com/@fancycrave

Jika gula memiliki banyak kalori, pemanis buatan justru hampir tidak memilikinya. Jika ada jumlahnya pasti sangat sedikit.

Jumlah kalori yang sedikit ini kemudian membuat pemanis buatan ideal untuk dicampurkan dengan makanan-makanan untuk diet.

kelebihan pemanis buatan
pexels.com/@anete-lusina-464706

Selain itu pemanis buatan cenderung tidak meningkatkan kadar gula darah karena tidak mengandung karbohidrat. Hal ini membuat pemanis buatan ramah untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

6. Kekurangan Pemanis Buatan

kekurangan pemanis buatan
pexels.com/@gratisography

Pemanis buatan seringkali dikaitkan dengan kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1970 menggunakan tikus sebagai bahan uji cobanya.

Setelah itu ditemukan bahwa tikus yang mengonsumsi sakarin (jenis pemanis buatan) dalam dosis tinggi mengalami kanker kandung kemih.

kekurangan pemanis
pexels.com/@rawpixel

Pada tahun 2005, dilakukan percobaan yang sama dengan menggunakan aspartam dalam dosis yang sangat tinggi, setara dengan 2000 kaleng soda diet. Kemudian ditemukan tikus mengidap leukimia. Akan tetapi penelitian tersebut belum diketahui efeknya pada manusia.

Meskipun tidak memiliki kalori, pemanis buatan juga dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan oleh konsumsi pemanis buatan yang berlebihan akan membuat lidah seseorang menjadi kebal dengan rasa manis dan menghidari makanan sehat seperti sayuran.

Itu dia perbandingan antara gula dan pemanis buatan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu bisa mengonsumsi keduanya dengan melihat atau mengenal bagaimana kondisi tubuhmu dan tetap pada dosis yang dianjurkan.

Topics:

0 Comment