Penemuan dalam Disertasi BJ Habibie yang Memukau Dunia, Apa Isinya?

13 September 2019, at 12:00
0
0
Penemuan dalam Disertasi BJ Habibie yang Memukau Dunia, Apa Isinya?

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharudding Jusuf Habibie telah wafat pada pukul 18:05 WIB, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu tanggal 11 September 2019.

Salah satu putra terbaik bangsa ini terkenal jenius dalam bidang teknologi penerbangan. Penemuan BJ Habibie yang hingga kini masih digunakan oleh semua pesawat di dunia disebut dengan Progression Crack Theory atau teori keretakan.

Jauh sebelum menemukan ilmu berharga yang masih digunakan hingga hari ini, Habibie, begitu sapaan akrab beliau, berhasil mempelajari dan mempertahankan sebuah disertasi doktoral S3 di Institut Teknologi Rhine-Westphalia Utara, Aachen, Jerman Barat yang disabetnya.

bj habibie dan pesawat
liputan6.com

Habibie terpilih menjadi salah satu dari belasan hingga puluhan pemuda yang dikirim oleh Ir Soekarno ke beberapa negara di Eropa. Mereka dikirim untuk belajar dan mendalami ilmu teknologi.

Baca juga: Walau Pernah DO dari Sekolah, Pemuda Ini Sukses Jadi Lulusan Terbaik di Inggris

Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, mengirim putra-putri terbaiknya untuk sekolah di luar negeri agar bisa membangun negeri menjadi lebih baik.

Salah satu tujuan pengiriman pelajar ke beberapa negara, khususnya Jerman ini adalah untuk mendalami bidang pembuatan pesawat penumpang atau pembuatan kapal laut untuk mengangkut barang-barang.

disertasi bj habibie
kompasiana.com/ari3f

Habibie, menjadi salah satu pelajar yang dikirim ke Jerman Barat. Di sana, beliau belajar sungguh-sungguh dan sangatlah serius dalam menyerap ilmu-ilmu bidang pesawat terbang.

Suami dari ibu Hasri Ainun Besari ini dikirim ke Jerman saat usianya masih menginjak kelas 3 SMP. Habibie muda pun berhasil menyelesaikan studi strata 1 pada usia 22 tahun dan strata 2 pada usia 24 tahun.

Saat itu, seseorang yang memiliki jenjang pendidikan doktor khususnya dibidang sains dan teknologi sangatlah jarang.

Baca juga: Mengenal Audrey Yu dan 3 Anak Jenius Asal Indonesia Lainnya yang Memukau Dunia

Tepatnya pada tahun 1965, Habibie mempertahankan sebuah disertasi di depan para promotor tentang konstruksi pesawat terbang di Fakultas Teknik Mesin atau Fakultät für Maschinenwesen.

pesawat buatan bj habibie
ayobandung.com

Disertasi milik BJ Habibie dengan judul "Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kreigscheibe" memiliki 55 halaman dengan sampul berwarna biru keabuan dan kalimat berbahasa Jerman yang diketik rapi. Rumus-rumus yang ada pun ditulis dengan tangan dan grafik-grafik digambar dengan tinta pulpen.

Disertasi itu berkaitan dengan turunan metematika untuk menghitung tegangan thermal pada sebuah pelat yang kekakuan dalam arah ortogonalnya berbeda berdasarkan teori thermoelastisitas.

pesawatan buatan pak habibie
jejaktapak.com

Teori temuan Habibie muda ini bisa mengkalkulasikan keretakan pesawat karena proses terbang landas dan membangun desain pesawat modern untuk menghindari kecelakaan.

Kini, temuan tersebut dikenal dengan sebutan faktor habibie. Penemuan pentingnya ini berhasil mengantarkan Habibie menduduki jabatan sebagai wakil presiden Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB) pada tahun 1969.

MBB adalah sebuah industri pesawat terbang terbesar yang ada di Jerman. Kemudian, penemuan-penemuan penting Habibie ini dipatenkan untuk kemajuan teknologi kedirgantaraan.

Topics:

0 Comment