Qupas Family

Pentingnya Memberikan Mainan Bebas Gender untuk Anak, Biarkan Si Kecil Memilih Ya Bun!

13 February 2020, at 10:00
Pentingnya Memberikan Mainan Bebas Gender untuk Anak, Biarkan Si Kecil Memilih Ya Bun!

Baik disadari maupun nggak, sampai saat ini masyarakat Indonesia masih dipenuhi dengan berbagai stereotip. Salah satu yang mungkin paling populer adalah stereotip tentang gender.

Kebanyakan masyarakat Indonesia masih menempatkan laki-laki dan perempuan pada kelas sosial yang berbeda.

Laki-laki dianggap sebagai sosok yang lebih kuat, pantas menjadi pemimpin, dan harus bekerja. Sedangkan perempuan dianggap lebih lemah dan identik dengan pekerjaan rumah seperti mengurus anak, memasak, dan lain sebagainya.

Jenis Mainan Anak (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Stereotip tentang gender ini nyatanya berpengaruh terhadap berbagai aspek dalam kehidupan dan sudah mulai diajarkan sejak kecil.

Baca juga: Nggak Boleh Asal, Ini 4 Aturan Memilih Mainan Anak yang Tepat Agar Bermanfaat

Bagaimana nggak, tuntutan masyarakat terhadap perbedaan gender kemudian membuat orang tua sibuk membedakan warna dan jenis mainan untuk anaknya. Untuk anak laki-laki misalnya, orang tua cenderung memberikan warna biru sedangkan anak perempuan selalu dibelikan boneka.

Selain itu, warna baju atau mainan juga sering dipermasalahkan. Anak laki-laki biasanya diidentikan dengan warna biru, sedangkan anak perempuan lebih lekat dengan warna merah muda.

Memilih Mainan Anak (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Padahal, warna dan jenis mainan sebenarnya bukan masalah untuk anak-anak lho. Justru, memberikan mainan bebas gender merupakan hal yang penting dan mendukung perkembangan si kecil.

Memengaruhi Cara Pandang Anak

Anak Bermain Boneka (Foto: macrobaby.com)
macrobaby.com

Membatasi mainan anak berdasarkan gender secara nggak langsung akan membentuk cara pandang dan pola pikir si kecil. Misalnya, anak perempuan yang sejak kecil hanya bermain masak-masakan dan boneka anak percaya bahwa peran perempuan di masyarakat hanya sebatas domestik saja.

Alhasil, si kecil akan tumbuh menjadi orang yang kurang berambisi dalam mengejar karir atau bahkan memiliki keinginan berkembang yang cukup kecil.

Sebaliknya, anak laki-laki yang terbiasa main mobil-mobilan dan dituntut untuk menjadi kuat sejak kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang bisa mengutarakan perasaan. Ia akan cenderung memendam masalahnya karena takut dianggap lemah.

Baca juga: 8 Mainan untuk Tumbuh Kembang Bayi Usia di Bawah 6 Bulan

Memengaruhi Perkembangan Anak

Mainan Bebas Gender (Foto: pinterest.co.uk)
pinterest.co.uk

Selain memengaruhi cara pandang anak, membatasi mainan sesuai dengan gender juga akan berdampak pada perkembangannya secara langsung lho.

Orang tua harus ingat bahwa bermain merupakan proses belajar bagi buah hati. Apabila “alat” bermainnya dibatasi, maka proses pembelajaran si kecil juga bisa jadi nggak maksimal (baik fisik maupun mental).

Jadi gimana Sobat Qupas, masih mau membedakan mainan anak berdasarkan gender? Biarkan si kecil memilih mainannya sendiri dan bereksplorasi.