Pentingnya Mengajarkan Anak Menerima Kekalahan Sejak Dini

20 September 2019, at 17:00
0
0
Pentingnya Mengajarkan Anak Menerima Kekalahan Sejak Dini

Sebagai orang tua, kamu pasti senang dan bangga sangat anak menjadi juara. Namun kamu perlu ingat bahwa kekalahan dan kegagalan merupakan bagian dari kehidupan yang nggak terhindarkan.

Anak-anak biasanya memiliki jiwa kompetitif yang tinggi sehingga nggak mau kalah. Bagi mereka, kemenangan adalah sesuatu yang menyenangkan.

menerima kekalahan
eyeem.com

Memang benar sih, akan tetapi pola pikir tersebut terkadang membuat si kecil justru berfokus pada kemenangan dan melakukan apapun termasuk kecurangan untuk mendapatkannya.

Untuk mengatasi hal tersebut dan membentuk si kecil menjadi pribadi yang sportif, sebaiknya orang tua mengajarkan anak menerima kekalahan dengan cara berikut ini.

1. Fokus pada Proses yang Menyenangkan

proses yang menyenangkan
shutterstock.com

Salah satu hal yang harus ditanamkan agar anak bisa menerima kekalahan adalah dengan membiasakannya fokus terhadap proses yang menyenangkan, bukan hasil atau kemenangan.

Saat si kecil akan mengikuti perlombaan atau pertandingan, hindari fokus membahas kemenangan. Mintalah buah hati untuk lebih menikmati dan bersenang-senang terhadap apa yang ia lakukan sehingga masih ada kebahagiaan meskipun hasilnya nggak memuaskan.

2. Kecewa Adalah Hal yang Wajar

anak kecewa
escoladeemocoes.com

Orang tua juga perlu mengajarkan kepada buah hati bahwa rasa kecewa akibat kekalahan yang diterimanya merupakan hal yang wajar. Meskipun demikian, tunjukkan kepada si kecil bahwa perasaan tersebut nggak boleh berlarut-larut.

Ajak anak untuk mengatasi rasa kecewanya dengan melakukan aktivitas lain yang membangkitkan semangat dan menyenangkan.

3. Apresiasi Usahanya, Apapun Hasilnya

mengapresiasi anak
entorm.com

Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk memberikan apresiasi terhadap usaha anak tanpa melihat hasil yang didapatkan. Meskipun kalah, bukanlah si kecil sudah berusaha?

Oleh sebab itu, berikanlah pujian terhadap usaha yang telah buah hati lakukan. Lakukan hal tersebut agar anak nggak berkecil hati dan tetap merasa dihargai sehingga lebih mudah untuk menerima kekalahannya.

Baca Juga: Takut Anak Jadi Egois? Lakukan Cara Sederhana Ini untuk Menghindarinya

4. Ajarkan Sportifitas

ajarkan sportifitas
enervon.co.id

Saat anak mengalami kekalahan, mungkin ia akan mengekspresikan kekecewaan dengan menangis atau marah. Akan tetapi, sebagai orang tua kamu tetap wajib mengajarkan sportivitas padanya.

Salah satunya adalah dengan memberikan ucapan selamat dan pujian kepada pemenang yang merupakan lawannya.

5. Hindari Mengasihaninya

anak menangis
breakingthecode.ca

Terkadang melihat buah hati merasa kecewa juga membuat hati orang tua tersakiti. Meskipun demikian, hindari mengasihani si kecil dengan melakukan berbagai hal agar ia senang.

Bagaimana pun, rasa sedih dan kecewa yang anak rasakan adalah sesuatu yang wajar. Berpura-pura membelikan piala, atau hal-hal lain yang berlebihan justru bukanlah hal yang tepat.

6. Bicarakan Penyebab Kekalahan

berbicara dengan anak
verywellmind.com

Apabila buah hati sudah mampu menerima kekalahannya, orang tua bisa mulai membahas hal-hal yang menjadi penyebabnya. Meskipun demikian, jangan pernah menyalahkan si kecil atau orang lain ya!

Pembahasan tersebut boleh dilakukan untuk membangun semangat dan memotivasi si kecil untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengajarkan anak menerima kekalahan. Semakin cepat dimulai akan semakin baik, lho.

0 Comment