Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak

14 October 2018, pada 11:23
0
0
Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak

Kata orang, "Sekolah aja ngga cukup bikin kamu kaya". Semakin kesini, rasanya asumsi semakin benar saja. 

Pasalnya, kita tak akan sulit menemukan para sarjana pengangguran. Mereka yang diharapkan sudah mampu bekerja, karena sudah sekolah tinggi, ternyata sulit 'menjajakan' diri di tengah kompetisi rekrutmen karyawan yang makin gila saja.

Salah satu yang menjadi ganjalan rupanya adalah minimnya kompetensi yang dimiliki para sarjana yang baru keluar dari universitas ini. Dan kalau kita langsung menarik garis lurus ke akarnya, kamu mungkin akan sedikit terkejut.

Menilik Jumlah Lulusan S1 Perguruan Tinggi di Indonesia

Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak
batampop.com

Kalau diamati secara kasar, pertumbuhan jumlah sarjana di Indonesia memang meningkat. Sekarang, lebih mudah bagi kita untuk bersekolah hingga perguruan tinggi daripada di era-era orang tua kita.

Selain karena adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat, orang-orang pun makin sadar kalau pendidikan memang penting. Karena itu, berangkat lah kita semua ke kampus-kampus 'keren'.
Setiap tahunnya, setidaknya terdapat 250 ribu sarjana baru di negeri ini. Setelah itu, mereka berbondong-bondong melamar kerja ke perusahaan-perusahaan di Indonesia yang jumlahnya mungkin sudah ratusan juta.

Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak
kincir.com

Sayangnya, menurut hasil survei Willis Towers Watson pada tahun 2014 hingga 2016, perusahaan-perusahaan tersebut merasa kesulitan dalam menerima lulusan PT. Menurut mereka, kebanyakan lulusan ini belum memiliki kompetensi atau pengalaman yang cukup.

Mengapa bisa, dengan sebanyak itu fresh-graduate, perusahaan ini masih saja sulit mendapatkan karyawan baru yang sesuai dengan standar mereka?

Banyaknya Perguruan Tinggi Swasta 

Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak
blogspot.com

Seperti yang sudah disebutkan di awal, berdasarkan laporan Vice Indonesia, kepelikan ini disinyalir diakibatkan oleh tingginya angka perguruan tinggi baru yang ternyata tidak mampu membekali lulusannya dengan kemampuan yang mumpuni. Total, pada tahun 2017, ada sekitar 4000 perguruan tinggi di Indonesia yang 97% di antaranya dikelola oleh swasta.

Kalau dinalar, seharusnya dengan semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia, perusahaan-perusahaan semakin mudah menemukan kandidat yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Tapi, ternyata angka tersebut tidak didukung oleh peningkatan kualitas pendidikan. 

Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak
kissfmmedan.com

Kebanyakan institusi perguruan tinggi dan mahasiswa masih menganggap kalau IPK tinggi adalah muara dari segalanya. Padahal, lapangan kerja lebih menuntut pengalaman dan kompetensi dari para kandidat.

Selain itu, keahlian dan kepribadian juga menjadi faktor kunci diterimanya lulusan baru oleh perusahaan. Meski rata-rata lulusan sekarang yang tergolong generasi milenial memiliki kreativitas dan kompetensi lebih tinggi daripada generasi sebelumnya, mereka toh terlalu 'sombong' ketika menawarkan diri ke perusahaan.

Baca juga: 5 Resep Makanan Ringan, Bisnis Sampingan Mahasiswa Biar Cepat Kaya

Ya, misalnya dengan meminta gaji kelewat tinggi. Pertimbangan ini kemungkinan didasari oleh kepercayaan diri terhadap titel sarjana yang mereka emban--meski jelas-jelas minim pengalaman. 

Lalu, apa gunanya sekolah tinggi-tinggi kalau begini jadinya?
 

0 Komentar