Peringati Hardiknas, Begini 6 Potret Kelam Pendidikan Indonesia yang Harus Ditangani Segera

02 May 2019, at 09:00
0
0
Peringati Hardiknas, Begini 6 Potret Kelam Pendidikan Indonesia yang Harus Ditangani Segera

Hari ini, 2 Mei 2019 merupakan Hari Pendidikan Nasional atau biasa disingkat menjadi Hardiknas. Perayaan ini ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menghargai hari kelahiran Ki Hajar Dewantara yang merupakan salah satu pelopor pendidikan di negara ini.

Merupakan perayaan nasional, Hardiknas nggak ditetapkan sebagai hari libur. Sebaliknya, hari ini dirayakan dengan melaksanakan upacara bendera.

Namun, sepertinya upacar bendera saja nggak cukup untuk memperingati hari besar ini. Melainkan harus ada perubahan terhadap 6 potret kelam pendidikan Indonesia berikut ini.

Baca Juga: 8 Sekolah Dasar Ini Punya Nama Aneh, Bikin Kamu Mikir Dua Kali!

1. Perundungan dan Kekerasan

perundungan
instagram.com/justiceforaudrey.official

Kamu tentu masih ingat dengan kasus perundungan yang mencuat pada awal bulan April lalu kan? Cerita tentang pembulian dan pengeroyokan Audrey bahkan sempat menjadi trending dengan tagar #JusticeForAudrey.

Meskipun ternyata kenyatannya nggak sesuai dengan apa yang diberitakan, namun hal tersebut sudah termasuk kasus yang bersangkutan dengan perundungan dan kekerasan di dunia pendidikan lho.

pembulian
univision.com

Nggak hanya Audrey, masih banyak siswa sekolah dan mengalami kasus serupa. Terkadang nggak berupa kekerasan fisik, tapi tindakan seperti mengucilkan, mengejek, dan lain sebagainya juga akan berdampak besar pada mental korban.

Walau banyak orang yang sudah mengecam tindakan tersebut, tapi nyatanya perundungan masih seringkali dilakukan oleh anak-anak dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

2. Pelecehan Seksual di Sekolah

pelecehan seksual pada anak
pexels.com/@brother-s-photo-68078

Sekolah merupakan tempat yang seharusnya nyaman dan aman bagi siswa karena merupakan sarana belajar-mengajar atau menuntut ilmu.

Namun ternyata, masih banyak kasus pelecehan seksual di sekolah yang menjadi salah satu kisah kelam pendidikan Indonesia.

Masih ingat kasus pelecehan seksual yang terjadi di JIS (Jakarta Internasional School) dan menggemparkan publik pada 2014 lalu? Atau kasus oknum guru olahraga yang sering mencium anak didiknya dengan dali memberikan “reward”?

pelecehan seksual
pexels.com/@juanpphotoandvideo

Nggak cuma guru ke murid, Indonesia juga pernah dibuat geram dengan kasus pelecehan seksual Agni, mahasiswi UGM oleh temannya sendiri yang pada akhirnya nggak berpihak pada korban.

Kasus-kasus yang disebutkan di atas hanya sedikit dari pelecehan seksual di sekolah yang terungkap. Bahkan Komnas Perempuan menyatakan bahwa pelecehan dan kekerasan seksual paling rawan terjadi di sarana pendidikan seperti sekolah, tempat les, tempat mengaji, dan kampus.

3. Fasilitas yang Minim di Pedalaman

sekolah roboh
masdita.blogspot.com

Kurangnya fasilitas atau sarana-prasarana pendidikan di beberapa daerah terpencil Indonesia memang merupakan salah satu masalah yang harus segera diselesaikan.

Kamu pasti sudah sering mendengar berita tentang gedung sekolah yang bocor, roboh, nggak memiliki bangku yang cukup, buku yang minim, atau tenaga pengajar yang nggak memadahi.

sekolah terpencil
terasmaluku.com

Untuk memperbaiki masalah ini memang nggak akan mudah, ada banyak hal yang harus dipikirkan seperti sulitnya akses untuk menjangkau sekolah terkait dan lain sebagainya.

Namun pemerataan pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan untuk mengembangkan potensi peserta didik.

Baca Juga: Terlalu Kreatif, Anak SD Ini Manfaatkan Bangku Sekolah untuk Meja Prasmanan

4. Senioritas

ospek
kaskus.co.id

Sudah berapa kali kamu mendapatkan berita tentang senioritas di sekolah atau bidang pendidikan lainnya? Hal ini memang seringkali dilakukan dan terkadang berlebihan sehingga menjadi masalah yang harus segera ditangani.

Pada pertengahan Januari 2019 lalu misalnya, dunia maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan beberapa siswa dipaksa mengonsumsi makanan encer dalam sebuah ember yang dianggap nggak layak oleh masyarakat.

murid
pexels.com/@pixabay

Nggak cuma itu, senioritas yang berujung kematian juga kerap terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah kasus meninggalnya Aldama Putra pada 5 Februari lalu.

Mahasiswa ATKP Makassar tersebut harus meregang nyawa di rumah sakit setelah dianiaya oleh seniornya hingga mengalami lebam di seluruh tubuh.

5. Guru Vs Murid

murid
medcom.id

Di sekolah, guru merupakan orangtua kedua yang harus dihormati dan dihargai. Sebaliknya, sosok yang lebih tua tersebut seharusnya mengayomi dan memberikan contoh yang baik terhadap anak didiknya.

Berbeda dari prinsip tersebut, persaingan antara guru dan murid juga menjadi salah satu potret kelam pendidikan Indonesia.

guru
medium.com

Mungkin karena sudah kehabisan kesabaran, seringkali terjadi peristiwa guru yang menampar hingga menendang siswanya karena nakal. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang dibenarkan karena nggak semua hal dapat diselesaikan dengan kekerasan.

Begitu pula dengan kasus yang beberapa waktu lalu viral, yaitu seorang siswa yang mendorong, meremehkan, dan melawan gurunya. Miris sekali kan? Padahal ia yang melakukan kesalahan.

6. Mempertaruhkan Nyawa Demi Sekolah

ke sekolah lewat sungai
sketsanews.com

Akses perjalanan yang masih sulit di berbagai daerah Indonesia membuat banyak siswa dan guru yang harus mempertaruhkan nyawa demi datang ke sekolah.

Ada yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan dan hanya menggunakan seutas tali, sampai berjalan berjam-jam dan melewati bukit untuk menuntut ilmu.

pergi ke sekolah
tirto.id

Hal ini merupakan salah satu potret pilu pendidikan di Indonesia yang harus segera ditangai dengan serius oleh pemerintah.

Melihat potret kelam pendidikan Indonesia membuat hati siapapun merasa miris. Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan sistem yang lebih baik untuk mencegah hal-hal tersebut.

Baca Juga: 8 Foto Murid dengan Papan Tulis Saat Jam Kosong Ini Kreatif dan Bikin Kagum

Nggak cuma pendidikan yang bersifat akademik, namun karakter, pola pikir, mental, dan lain sebagainya juga merupakan faktor penting dalam pendidikan yang harus dikembangkan dan dikuatkan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Semoga pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik ya Sobat Qupas.

0 Comment