Peringati Hari Perempuan Internasional, Puluhan Negara Ini Jadikan 8 Maret Sebagai Libur Nasional

08 March 2019, at 13:15
0
0
Peringati Hari Perempuan Internasional, Puluhan Negara Ini Jadikan 8 Maret Sebagai Libur Nasional

Ada yang berbeda dari tampilan laman google hari ini. Doodle unik dengan tulisan “perempuan” dalam berbagai bahasa dan rupa.

Hal tersebut disebabkan oleh adanya peringatan Hari Perempuan Internasional atau Hari Perempuan Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret.

Google juga menampilkan 13 kutipan dari tokoh perempuan dunia, seperti Yoko Ono dan Emma Herwegh.

Baca Juga: Perempuan Ini Dijadikan Rebutan Karena Dikira Driver Ojol

Hari Perempuan Internasional dirayakan dengan cara yang berbeda-beda pada setiap negara. Ada yang mengadakan diskusi, pertunjukan karya seni, dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa negara sudah menetapkan peringatan tersebut sebagai hari libur nasional, lho.

1. Apa itu Hari Perempuan Internasional?

apa itu hari perempuan internasional
pexels.com/@pixabay

Hari Perempuan Internasional adalah peringatan dunia untuk merayakan pencapaian perempuan, dalam segala bidang termasuk politik hingga sosial. Hal tersebut sekaligus digunakan untuk menyuarakan kesetaraan gender.

hari perempuan internasional adalah
pexels.com/@rawpixel

Gerakan ini tidak terkait dengan suatu golongan atau kelompok tertentu, namun melibatkan secara bersama-sama seluruh masyarakat, pemerintah, organisasi perempuan, korporasi, bahkan lembaga amal.

Tema Hari Perempuan Internasional yang diusung tahun ini adalah Balance for Better (#Balanceforbetter) yang merupakan ajakan untuk mendukung kesetaraan gender di dunia.

2. Sejarah Hari Perempuan Internasional

sejarah hari perempuan internasional
reimaginerpe.org

Hari Perempuan dipercaya berawal dari sebuah demonstrasi pada tahun 1908. Sekitar 15 ribu perempuan melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut kesetaraan, seperti hak untuk memilih dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik di New York.

Setahun setelahnya, pada 28 Februari 1909 Hari Perempuan Nasional pertama dirayakan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat.

Pada Konferensi Internasional atas Pekerja Wanita di Copenhagen, mucul gagasan untuk melakukan perayaan Hari Perempuan Internasional.

Baca Juga: Ketulusan Guru Perempuan yang Memotong Rambutnya demi Seorang Murid, Suarakan Kesetaraan!

Ide tersebut diungkapkan oleh Clara Zetkin yang merupakan salah satu pemimpin kantor perempuan di bawah Partai Sosial Demokrat, Jerman.

Menindaklanjuti hal tersebut, Hari Perempuan Internasional pun diresmikan pada 19 Maret 1911. Beberapa negara yaitu Austria, Denmark, Jerman dan Swiss merayakannya dengan berunjuk rasa menuntuk hak-hak perempuan.

Pada kurun waktu 1913-1914, Hari Perempuan Internasional digunakan untuk melawan atau sebagai gerakan penolakan Perang Dunia I.

hari perempuan internasional sejarah
id.pinterest.com

Tahun 1917, para perempuan di Rusia menggelar unjuk rasa demi memprotes peperangan yang bertepatan pada tanggal 8 Maret. Empat hari setelahnya, Tsar Rusia memberikan hak pilih kepada perempuan.

Selang bertahun-tahun lamanya, akhirnya Hari Perempuan Internasional diresmikan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) demi memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian pada 1977.

3. Negara-Negara yang Menjadikan Hari Perempuan Internasional sebagai Libur Nasional

negara yang merayakan hari perempuan internasional
pexels.com/@adrienn-638530

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional. Bahkan, beberapa negara menetapkan momen tersebut sebagai libur nasional.

Negara-negara tersebut yaitu Angola, Armenia, Afganistan, Azerbaijan, Belarus, Burkina Faso, Kamboja, Kuba, Georgia, Guinea-Bissau, Eritrea, Kazakhastan, Kyrgzstan, Laos, Moldova, Mongolia, Nepal, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Uganda, Ukraina, Uzbekistan, Vietnam, dan Zambia.

hari perempuan internasional menjadi hari libur nasional
pexels.com/@rawpixel

Sedangkan Cina dan Madagaskar hanya mengkhususkan libur tanggal 8 Maret untuk perempuan saja. Laki-laki tidak menjadi bagian dari keistimewaan tersebut.

Tahun ini, Berlin mengikuti jejak beberapa negara di atas untuk menjadikan Hari Perempuan Internasional menjadi hari libur nasional.

Hal tersebut dilakukan sebagai tanda bahwa negara-negara di atas sedang membuat kemajuan dengan menuju kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Banyak Perempuan Potong Rambut Setelah Patah Hati, Ini Penyebabnya

Jadi, kapan ya Indonesia akan mengikuti beberapa negara di atas untuk memperingati Hari Perempuan Internasional dengan meliburkan perempuan dari pekerjaannya?

Baik menjadi hari libur nasional maupun tidak, momen spesial ini seharusnya menjadi dorongan bagi para perempuan untuk semakin mengembangkan diri dan saling menginspirasi satu sama lain.

0 Comment