Pesona Benteng Fort Rotterdam, Saksi Bisu Sejarah Makassar yang Instagenik

12 August 2019, at 10:00
0
0
Pesona Benteng Fort Rotterdam, Saksi Bisu Sejarah Makassar yang Instagenik

Kota Makassar merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal dengan pantainya. Meskipun demikian, kota ini memiliki banyak tempat liburan yang nggak kalah menarik lho.

Salah satunya adalah benteng Fort Rotterdam yang terletak nggak jauh dari ikon wisata Makassar, yaitu Pantai Losari.

Berikut ini beberapa hal tentang benteng Fort Rotterdam, bangunan instagenik yang menjadi saksi bisu sejarah kota Makassar.

1. Benteng Fort Rotterdam

benteng fort rotterdam
instagram.com/padusi34

Mendengar nama “Fort Rotterdam”, kamu pasti mengira bahwa benteng bersejarah tersebut merupakan peninggalan Belanda kan? Padahal, bangunan tersebut pertama didirikan oleh I Manriwangu Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallona yang merupakan Raja Gowa ke-9 pada tahun 1545.

Memiliki nama asli Jum Pandang atau Ujung Pandang, benteng tersebut harus diserahkan kepada Belanda setelah Kerajaan Gowa kalah dan menandatangani perjanjian Bungayya pada tahun 1667.

2. Instagenik

benteng fort rotterdam instagenik
instagram.com/ciawardhana

Mengunjungi benteng Fort Rotterdam, kamu akan disuguhi dengan bangunan megah nan instagenik yang terbuat dari tanah liat. Objek wisata Makassar ini pada awalnya mengadaptasi arsitektur dari benteng Portugis dengan bentuk segi empat.

Akan tetapi setelah benteng ini hancur dan jatuh ke tangan musuh, bangunan tersebut direnovasi dengan menambahkan unsur arsitektur Belanda di dalamnya.

Bangunannya yang sudah tua namun masih kokoh tersebut sangat cocok digunakan sebagai spot foto instagenik. Ditambah dengan cahaya senja yang menyorot dari lautan, kamu akan mendapatkan hasil jepretan yang menarik.

3. Filosofi Hidup dari Bentuknya

peta benteng rotterdam
nativeindonesia.com

Apabila dilihat dari atas, benteng Fort Rotterdam berbentuk seperti penyu raksasa yang seolah-olah akan merangkak ke arah laut (arah pantai Losari).

Hal tersebut karena penyu merupakan dasar filosofi hidup bagi masyarakat Kerajaan Gowa. Menurut mereka, hewan tersebut sangat menakjubkan karena dapat hidup di laut maupun darat. Nggak hanya itu, umurnya pun bisa mencapai ratusan tahun.

Objek wisata sejarah Makassar tersebut dibangun sedemikian rupa agar Kerajaan Gowa bisa menjadi seperti penyu yang berjaya baik dilautan maupuan daratan selamanya.

Baca Juga: 8 Objek Wisata di Tana Toraja yang Siap Membuat Siapa Saja Terpesona

4. Terbaik se-Asia

benteng rotterham terbaik se asia
instagram.com/wahyu_kuntoro

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah berusaha untuk melakukan penataan ulang terhadap benteng yang pernah menjadi tempat pembuangan Pangeran Diponegoro selama 26 tahun tersebut.

Usaha yang dilakukan nggak sia-sia, Fort Rotterdam dinobatkan sebagai satu-satunya benteng kuno yang pernah dibangun dan paling terawat di Asia oleh The New York Times.

5. Museum Negeri La Galigo

meuseum negeri la galigo
instagram.com/andiasyrafff

Selain membangun ulang benteng, pemerintah juga berinisiatif untuk mendirikan Museum Negeri La Galigo di kawasan bangunan tersebut.

Museum tersebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak yang berkaitan dengan Tana Toraja.

Sehingga, selain menyajikan panorama senja di lepas pantai yang menawan dengan suasana yang berbeda, benteng Fort Rotterdam juga menyajikan wisata budaya dan sejarah bagi wisatawan.

6. Cara ke Benteng Fort Rotterdam

cara ke benteng fort rotterdam
instagram.com/renatabrmandesa

Lokasi Benteng Fort Rotterdam yang terletak di Jalan Ujung Pandang No. 1 Makassar sangat mudah diakses. Kamu hanya perlu menuju Pantai Losari dan berjalan sekitar beberapa menit saja.

Untuk memasuki benteng Fort Rotterdam, kamu nggak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Akan tetapi, kamu dikenakan biaya sebesar Rp5 ribu apabila ingin memasuki Museum Negeri La Galigo.

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa hal menarik yang perlu kamu ketahui tentang benteng Fort Rotterdam. Tertarik untuk mengunjungi objek wisata sejarah Makassar tersebut?

0 Comment