Pulau Sangalaki, Konservasi Penyu dengan Ribuan Pakaian di Dasar Laut

12 July 2018, at 15:00
3
0
Pulau Sangalaki, Konservasi Penyu dengan Ribuan Pakaian di Dasar Laut

Pada tanggal 28 Juni lalu, ada informasi mengejutkan dari Kalimantan Timur, lebih tepatnya dari daerah Derawan. Ada satu kapal bermuatan baju bekas yang karam di daerah konservasi penyu. Kejadian tersebut membuat banyak pakaian bekas tenggelam hingga ke dasar laut dan mengotori keindahan alam di sana.

Dilansir dari mongabay, pakaian tersebut rencananya memang akan dikirim ke Indonesia. Namun, pengiriman tersebut harus terhenti ditengah jalan akibat kapal tersebut karam di tengah laut. Tentu saja kejadian miris ini mengundang keprihatinan banyak masyarakat terutama  Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo.

Agus Tantomo berpendapat bahwa dengan kejadian seperti itu akan sangat berimbas pada ekosistem laut. Apalagi pulau Sangkalaki dikenal sebagai tempat tumbuhnya terumbu karang yang indah. Sayangnya keindahan tersebut harus terganggu dan rusak akibat adanya kejadian ini.

Kawasan Pulau Sangkalaki juga merupakan kawasan yang dilindungi karena di sana tumbuh terumbu karang yang menjadi rumah untuk hewan polip, sejenis tumbuhan alga. Terumbu karang itu harus disinari oleh cahaya matahari untuk tumbuh, jika ribuan pakaian yang tersebar di laut Sangkalaki terus dibiarkan menimbun maka akan membunuh terumbu karang. Pasalnya pakaian itu akan menghalangi jalannya cahaya matahari yang akan membuat terumbu karang menjadi bewarna putih dan mati.

Lebih parahnya lagi, kawasan Sangakalaki berada di kawasan konservasi penyu yang sudah lama dijaga. Kawasan ini merupakan kawasan strategis nasional yang sudah lama dirawat dan dikembangkan oleh pemerintah setempat. Dengan adanya kejadian yang pasti akan merusak ekosistem lingkungan, pemerintah setempat pun akan meminta bantuan Kementerian Kelautan untuk memungut sebagian banyak baju yang sudah terlanjur tersebar di kawasan tersebut. 

Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali, baik pemerintah yang diwakilkan oleh wakil rakyat dan masyarakat bisa bahu-membahu untuk membersihkan konservasi penyu yang kotor.

 

Sumber : mongabay.co.id

0 Comment