Rumah Cokelat Jasri, Wisata di Bali Timur Bak Negeri Dongeng

31 July 2018, at 04:38
0
0
Rumah Cokelat Jasri, Wisata di Bali Timur Bak Negeri Dongeng

Hai, kamu para traveller. Sudah ada rencana berlibur ke pulau Bali akhir-akhir ini? Jika iya, Qupas punya rekomendasi liburan di Bali ala film anak-anak yang dibintangi oleh Jhonny Deep. Charlie and the Chocolate Factory, ternyata salah satu wisata yang ada di Bali juga menawarkan sensasi liburan ala cokelat. Pasti unik dan menyenangkan bukan?.

Destinasi wisata itu berada di Bali Timur, tepatnya ada di daerah Karangasem. Tentu indahnya perbukitan dengan pesisir pantai indah bisa kamu nikmati sepanjang perjalanan. Kira-kira seperti apa ya tujuan wisata yang cocok untuk generasi milenial ini?

Yuk simak!

 

Alasan Kenapa Kamu Harus Mengunjungi Rumah Cokelat Jasri

instagram.com/vaniadesianti&instagram.com/iamjustlia

Destinasi wisata di Bali Timur ini menawarkan tempat berlibur outdoor dengan pemandangan langsung laut lepas. Adapun tingginya pohon kelapa yang mencapai 300m juga dibiarkan tumbuh sebagai atap melindungi pengunjung dari paparan sinar matahari secara langsung. Bukan hanya itu kamu juga bisa ber selfie atau wefie ria dengan spot foto yang instagramble.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati indahnya pantai dengan semilir angin yang menghempas dan menikmati sajian cokelat hangat. Tentu berbeda dengan wisata lainnya yang ada di Bali bukan?

Ada Apa saja ya di Rumah Cokelat Jasri?

instagram.com/sayangdeee&instagram.com/ajeng.a.e.s

Ketika kamu sampai di pintu utama Rumah Cokelat Jasri, kamu pasti akan merasakan excited feeling dengan suasana yang ada. Lokasinya yang terbilang cukup strategis menghadap ke pantai Jasri, membuat pengelolah wisata ini menyediakan perahu kayu, ayunan yang diikatkan pada pohon kelapa dan tempat nongkrong enak dengan kursi meja bulat seperti potongan pohon.

 

Yang harus kamu lakukan dan cicipi makanan di sana

thebalibible.com&instagram.com/lerabondar

Di tempat wisata ini kamu bisa bermain ayunan yang diikatkan di kedua pohon kelapa sambil memandang desir pasir terseret ombak. Selain itu, di sana juga banyak angsa yang dibiarkan bebas menemani para pengunjung. Eits, jangan takut dulu ya, angsa itu jinak kok. Jadi ngga perlu takut kalau mau berfoto ria.

Nah, ciri khas lainnya adalah kamu bisa mencoba merasakan olahan makanan dan minuman berbahan dasar kopi di kedai yang ada disitu. Walau namanya rumah cokelat Jasri, namun di outdoor places ini nggak memproduksi cokelat loh. Hanya saja bangunannya yang banyak bewarna cokelat yang terlihat manis.

 

Gimana ya caranya agar bisa sampai di sana?

instagram.com/sayangdeee

Untuk para wisatawan luar kota, jangan khawatir untuk tersesat saat menuju ke wisata ini. Kamu lebih disarankan menggunakan mobil atau motor pribadi lalu, mencari lokasinya di google maps. Dijamin deh kamu nggak bakal tersesat.

Untuk yang ingin menggunakan kendaraan umum, bukanlah sebuah masalah. Kamu bisa menggunakan bus lalu berhenti di terminal bus kota daerah Karangasem. Setelah kamu bisa melanjutkannya dengan ojek. Jika kamu niat untuk berkunjung ke sana wajib mencatat jam bukanya nih, setiap hari pada pukul 09.00-17.00

 

Tips dan trik sebelum berangkat ke Rumah Cokelat Jasri

 

instagram.com/jovi_travel&instagram.com/nikitinakatrina

Tips buat kalian yang ingin berkunjung ke sana, persiapkan dengan teliti semua kebutuhanmu. Terlebih, jangan lupa membawa sapu tangan atau handuk kecil. Pasalnya kamu akan banyak menyentuh benda-benda berdebu dan keringat yang bercucuran di badan. Kamu juga wajib mengisi penuh baterai telefon genggamu biar kamu bisa mengabadikan momen seharian. Jika kamu punya kamera juga wajib dibawa tuh.

Nah, Qupas punya trik buat kamu yang ingin mengabadikan momen berayun di Rumah Cokelat, usahakan berangkat lebih awal karena antriannya yang cukup panjang. Plus kalau mau day trip alias pulang pergi, jangan sampai kesorean ya keluarnya apalagi jika naik kendaraan umum.

Sekian ulasan tentang Rumah Cokelat Jasri yang ditulis lengkap untuk kamu yang niat berlibur ke Bali. Cocok nih buat kamu para generasi milenial yang suka tempat unik dan instagenic.

0 Comment