Sederhana, 5 Hal Ini Bisa Ringankan Derita Anak yang Menjadi Korban Perceraian Orang Tua

19 August 2019, at 17:00
0
0
Sederhana, 5 Hal Ini Bisa Ringankan Derita Anak yang Menjadi Korban Perceraian Orang Tua

Perpisahan orang tua merupakan tragedi besar bagi anak-anak. Apapun alasannya, hal tersebut tentu saja sulit diterima oleh buah hati dan bisa menimbulkan luka psikis yang besar padanya.

Bahkan, anak yang menjadi korban perceraian orang tua atau broken home kebanyakan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang bermasalah.

anak broken home
sosyalforum.org

Untuk mencegah hal tersebut, orang dewasa harus menyadari bahwa meskipun sudah berpisah mereka masih tetap terlibat dalam satu hal. Yaitu berperan sebagai orang tua yang baik bagi anak.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk meringankan beban atau derita buah hati yang menjadi korban perceraian.

1. Tegaskan Bahwa Anak Nggak Bersalah

tegaskan bahwa anak nggak bersalah
geneseemartin.com

Orang tua mungkin nggak pernah tahu, akan tetapi anak memiliki pola pikirnya sendiri yang biasanya terkesan sangat nggak masuk akal bagi orang dewasa namun sangat logis bagi mereka.

Berkaitan dengan perpisahan orang tua, buah hati biasanya akan berpikir bahwa mereka lah yang menyebabkan hal tersebut. Anak akan berpikir, seandainya saja ia bisa menjadi lebih baik, maka ayah dan ibunya nggak akan bercerai.

Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya berkomunikasi dan menunjukkan kepada anak bahwa ia nggak bersalah atas perceraian tersebut.  

2. Tunjukkan Bahwa Ia Tetap Dicintai

tunjukkan bahwa ia tetap dicintai
familylawheadquarters.com

Selain itu, orang tua juga perlu menunjukkan kepada anak bahwa ia akan tetap dicintai oleh ayah dan ibu meskipun keduanya telah berpisah.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk membagi waktu yang adil dengan mantan pasangan untuk bertemu anak dan menghabiskan waktu berdua.

3. Dorong Anak untuk Mengekspresikan Perasaan

buat anak mengekspresikan perasaan
msutoday.msu.edu

Anak yang menjadi korban perceraian biasanya akan mengalami luka psikis yang membuatnya cenderung lebih pendiam dan lebih suka memendam perasaan.

Hal tersebut dapat berbahaya karena emosinya dapat meledak sewaktu-waktu atau bahkan mencari pelarian lain dengan melakukan hal-hal negatif.

Sebagai orang tua, cobalah untuk mendorong anak agar mau mengekspresikan perasaannya. Biarkan anak menunjukkan kekecewaannya apabila kamu atau mantan pasangan nggak bisa menepati janji padanya.

Baca Juga: Meskipun Sederhana, Hal Ini Jadi Pemicu Utama Anak Merasa Bahagia Lho Bunda

4. Jangan Memaksa Anak untuk Memihak

anak korban perceraian
sheknows.com

Perpisahan antara kamu dan mantan pasangan pasti juga memberikan luka yang mendalam bagi kalian berdua. Meskipun demikian, jangan pernah meminta anak untuk memihak.

Anak sudah dihadapkan pada keadaan yang sulit, memaksanya untuk berpihak kepada salah satu diantara orang tua akan membuatnya semakin menderita.

Mungkin kamu nggak menyadarinya, namun hal-hal seperti menjelek-jelekkan mantan pasangan di depan anak sudah termasuk memintanya untuk memihak lho.

5. Berteman dengan Mantan, Setidaknya di Hadapan Anak

keluarga
theodysseyonline.com

Seperti yang dikatakan di atas, orang dewasa harus sadar bahwa meskipun telah melakukan perceraian mereka masih terlibat dalam satu hal, yaitu menjadi orang tua.

Oleh sebab itu, posisikanlah diri sebagai orang tua yang baik di depan buah hati. Jangan berperan sebagai pasangan yang sudah berpisah dan menunjukkan masalah yang ada di depan anak agar ia nggak semakin menderita.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meringankan derita buah hati. Cobalah untuk tetap bekerja sama dalam berperan sebagai orang tua yang baik dan bijak bagi anak meskipun kamu dan pasangan sudah berpisah ya Sobat Qupas.

0 Comment