Sering Gabungkan Sarapan dan Makan Siang Jadi Brunch, Amankah Bagi Kesehatan?

07 September 2019, at 12:00
0
0
Sering Gabungkan Sarapan dan Makan Siang Jadi Brunch, Amankah Bagi Kesehatan?

Saat ini, istilah brunch atau yang merupakan gabungan dari breakfast dan lunch sudah nggak asing lagi di telinga masyarakat. Ya, menggabungkan sarapan dan makan siang nampaknya sudah menjadi salah satu dampak perkembangan gaya hidup.

Beberapa orang mungkin memang sering melewatkan sarapan, entah karena nggak sempat, nggak terbiasa, atau alasan lainnya. Maka dari itu, brunch yang biasanya dilakukan sekitar pukul 10 sampai 11 siang dianggap sebagai salah satu siasat yang tepat.

Akan tetapi, benarkah demikian? Apabila brunch hanya dilakukan sesekali saja, mungkin nggak akan memiliki dampak yang signifikan. Namun jika hal tersebut terus-menerus dilakukan, amankah bagi kesehatan?

makan
pexels.com/@valeriya

Menurut dr. Diana F. Suganda, M. Kes, SpGK, yang merupaka spesialis gizi klinis di RS Ibu dan Anak Asih Jaya serta RSPI Bintaoro Jaya, brunch bukanlah sebuah masalah apabila yang dikonsumsi tetap mengandung unsur karbohidrat, protein, dan lemak.

Selain itu, kamu tetap nggak boleh melewatkan makan siang lho. Waktu makan siang bisa diundur dan disesuaikan dengan waktu brunch sebelumnya, begitu juga dengan makan malam.

Baca Juga: Masih Sering Tidak Sarapan? Hati-Hati, Penyakit Mematikan dan Mengerikan Ini akan Muncul

Akan tetapi, brunch dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko penumpukan kalori. Pasalnya, kebanyakan orang yang makan dalam keadaan perut kosong cenderung makan secara berlebihan.

brunch
pexels.com/@olly

Akibatnya, apabila brunch dilakukan secara rutin dapat membuat berat badan meningkat atau bahkan menyebabkan obesitas serta masalah kesehatan lain seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, brunch juga nggak disarankan bagi penderita maag dan diabetes. Pasalnya, bagi penderita maag hal tersebut berpotensi meningkatkan asam lambung dan menyebabkan gangguan saluran cerna seperti GERD.

maag
hellosehat.com

Sedangkan bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin suntuk di pagi hari, meninggalkan sarapan dan menggantinya dengan brunch akan menurunkan kadar gula secara drastis sehingga membuat tubuh terlampau lemas, pusing, pingsan atau kehilangan kesadaran.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa menggabungkan sarapan dan makan siang menjadi brunch sesekali boleh-boleh saja, asalkan Sobat Qupas tetap memerhatikan kondisi tubuh dan kesehatan.

Selain itu, pemilihan menu juga sangat penting lho. Usahakan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat dan hindari makanan cepat saji ya!

0 Comment