Sering Mengkritik Anak, Dampak Buruknya bisa Rusak Mental Si Kecil

05 December 2018, at 08:00
2
0
Sering Mengkritik Anak, Dampak Buruknya bisa Rusak Mental Si Kecil

Mengkritik anak memang perlu dilakukan guna mengontrol perilaku mereka. Tapi seringkali orangtua justru melakukannya dengan cara berlebihan, bahkan cenderung kasar.

Bunda tidak melakukan hal seperti ini kan? Sebab dampaknya kurang baik, lho.

Jika dilakukan secara terus menerus, akibatnya malah bisa merusak mental, perkembangan otak hingga pola pikir anak di kemudian hari.

Bunda tentu tidak mau hal ini sampai terjadi pada si kecil. Untuk itu, kenali dulu efek negatif ketika orangtua mengkritik anak secara berlebihan.

Tujuannya agar Bunda dapat menyampaikan kritik yang positif ketika melakukannya pada si kecil. Yuk simak ulasan Qupas berikut ini!

1. Bias perhatian

ilustrasi bias perhatian pada anak
supernanny.co.uk

Bias perhatian sendiri merupakan fenomena di mana seseorang cenderung untuk memperhatikan beberapa hal sambil mengabaikan yang lain.

Ketika anak sering mendapatkan kritik pedas, maka ia malah kurang peka dalam menilai ekspresi wajah orang tuanya. Bahkan bisa jadi malah mengabaikan.

Siapa sih yang suka dikritik dan disalahkan? Terlebih lagi dengan nada pedas. Jangankan para orang tua, anak pun juga demikian.

Perasaan dikritik habis-habisan tentu tidak mengenakkan. Karena itu, anak-anak yang terlalu sering mendapat kritikan pedas dari orangtuanya justru cenderung mengabaikan kata-kata dan ekspresi marah ayah dan ibunya.

ilustrasi anak tak peduli ketika dikritik
frankhopkinslifecoach.com

Orangtua yang merasa diabaikan pun jadi semakin pedas dalam mengkritik dan memarahi anak. Padahal jika dilakukan dalam jangka panjang, efeknya sangat buruk.

Bukan hanya pada orangtuanya. Anak juga akan kesulitan dalam mengenali ekspresi wajah orang lain. Ini karena mereka sudah terbiasa (secara tak sengaja) untuk mengabaikan emosi orang lain.

Padahal sebenarnya kemampuan untuk mengenali emosi orang lain sangat penting bagi anak. Terutama untuk mengekspresikan emosinya sendiri. Selain itu juga utnuk berkomunikasi dengan orang lain.

2. Membentuk karakter negatif pada anak

karakter negatif anak saat mendapat kritikan orang tua
tlhlife.com

Setiap anak dilahirkan tanpa membawa informasi sedikitpun. Jadi bukan hal mengherankan jika mereka akan mempercayai dan cenderung meniru perilaku serta perkataan orangtuanya.

Apabila mereka secara terus menerus menerima kritikan pedas yang bersifat menghakimi dan merendahkan diri, hal itu justru bisa membentuk identitas anak.

Mereka juga akan memahami atau bahkan mempercayai bahwa apa yang diungkapkan oleh orangtuanya adalah benar.

dampak negatif saat orang tua mengkritik anak
huffingtonpost.com

Hal inilah yang membuat anak memiliki pola pikir negatif dalam dirinya. Rasa kurang mampu menghadapi tantangan baru kemungkinan besar akan terjadi.

Buruknya lagi, bisa saja mereka juga akan meniru perilaku orangtuanya untuk kembali melontarkan kritikan pedas para orang di sekitarnya, termasuk Bunda dan Ayah.

3. Merasa tidak dicintai

ilustrasi anak merasa tak dicintai saat dikritik orang tua
beenke.com

Dampak negatif terlalu berlebihan dalam mengkritik anak adalah membuat mereka merasa tidak dicintai. oleh orangtuanya.

Mereka akan merasa apapun yang dilakukan selalu salah di mata orangtuanya.

Adanya tudingan dan kritikan pedas yang diungkapkan para Bunda dan Ayah juga akan membentuk persepsi dalam diri anak bahwa orangtuanya membenci dan tidak menginginkannya.

ilustrasi anak merasa tak dicintai ketika dikritik orang tua
lifeadvancer.com

Hal ini akan membuat mereka bisa saja merasa tertekan dan takut menyampaikan pendapat pada orangtua. Anak juga bisa menjadi pribadi yang cenderung tertutup.

Padahal keterbukaan dalam keluarga itu penting dimiliki. Oleh karena itu, mulai sekarang Bunda dan Ayah sebaiknya memilah kata-kata tepat untuk mengkritik si kecil ya!

Baca juga: Jangan Dimarahi, Inilah Cara Tepat Mengatasi Anak yang Suka Bohong

4. Menurunkan rasa percaya diri

ilustrasi orang tua mengkritik anak
independent.co.uk

Anak yang kerap menerika kritikan secara berlebihan cenderung kurang percaya diri. Kenapa?

Sebab kalimat merendahkan yang dilontarkan para orangtua secara berkala akan terekam oleh otak mereka. Sehingga muncul sesuatu yang harus ia yakini di bawah alam sadar.

Hal inilah yang membuat si kecil merasa rendah diri, tidak berani menghadapi tantangan. Bahkan juga bisa merendahkan dirinya sendiri.

ilustrasi anak kurang percaya diri ketika dikritik orang tua
youtube.com/Howcast

Kritik yang bersifat merendahkan juga mempengaruhi rasa yakin anak bahwa ia memang tidak kompeten.

Hmm, jika sudah begini tentu akan menjadi sulit bagi anak untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang. Jadi mulai sekarang jangan terlalu mengkritik si kecil terlalu berlebihan ya, Bun!

5. Lalu bagaimana cara memberi kritik yang positif pada anak?

cara menyampaikan kritik yang baik pada anak
parenting.com

Kritikan memang perlu diungkapkan pada anak ketika mereka melakukan hal kurang baik. Tapi bukan berarti Bunda dan Ayah mengungkapkannya dengan nada tinggi dan kalimat yang kasar.

Meski mungkin sulit untuk mengendalikan emosi ketika mengkritik kesalahan anak, lebih baik koreksi kesalahan mereka dengan cara yang baik.

Contohnya saja membuka komunikasi antara orantua dan anak ketika suasana tenang dan sabar.

Kemudian Bunda dan Ayah juga bisa menerapkan teknik "sandwich" yang populer dilakukan di dunia kerja dalam menyampaikan kritik.

cara mengkritik anak yang baik
daycare.sulekha.com

Katakan pula betapa Bunda dan Ayah begitu mencintainya. Selanjutnya sampaikan kritik dan solusi dengan nada tenang tanpa menggunakan kalimat yang dapat melukai harga diri anak.

Akhiri pembicaraan intensif itu dengan kembali mengutarakan rasa sayang Bunda dan Ayah kepada mereka.

Bisa dipastikan jika cara ini lebih efektif daripada Bunda dan Ayah harus melayangkan kalimat pedas pada si kecil.

Nah, Bunda dan Ayah sudah tahu kan apa dampak negatif jika terlalu sering melayangkan kritikan pedas pada si kecil? Jadi jangan lakukan hal itu lagi ya!

Daripada melayangkan kalimat-kalimat yang mampu melukai harga diri anak, lebih baik lakukan hal seperti yang sudah Qupas ulas di atas.

0 Comment