Setelah Tersesat Selama 8 Jam, 21 Anggota Pramuka Ditemukan dalam Keadaan Lemas

20 February 2019, at 10:00
0
0
Setelah Tersesat Selama 8 Jam, 21 Anggota Pramuka Ditemukan dalam Keadaan Lemas

Dunia sempat dihebohkan dengan terjebaknya satu tim sepakbola remaja Thailand dalam sebuah gua. Akhir-akhir ini, kejadian yang hampir mirip terjadi pada sekelompok anak pramuka SMPN 2 Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Bedanya, mereka tidak terjebak melainkan tersesat dalam sebuah hutan. Semua dimulai ketika rombongan pramuka yang dipimpin oleh Sumarjono, pembinanya, berangkat dari Bumi Perkemahan Keakea sekitar pukul 08.45 WITA.

Mereka berjalan menuju wisata air terjun Atanggao dan sampai pada tempat tujuan pukul 10.30 WITA. Anak-anak yang terdiri dari 9 perempuan dan 12 laki-laki tersebut kemudian bermain di air terjun ditemani oleh pembinanya.

Baca Juga: Tersesat di Hutan Selama 2 Hari, Anak Ini Mengaku Ditemani Beruang

Mereka menghabiskan waktu beberapa saat untuk mandi, berfoto, dan mengambil video kebersamaan tersebut. Setelah pukul 12.30, mereka bergegas kembali ke perkemahan karena sudah membuat janji dengan supir yang akan menjemput mereka pada 14.00.

ilustrasi air terjun
pexels.com/@snapwire

Sebagai anak pramuka, tentu saja Sarjono dan 21 anak ini meninggalkan jejak untuk mengingat rute perjalanan.

Namun, mereka kehilangan jejak yang dibuat sebelumnya dan akhirnya tersesat. Hal tersebut membuat rombongan pramuka itu meninggalkan barang-barangnya sebagai jejak baru.

Entah bagaimana, mereka sudah ada di atas bukit. Akan tetapi karena mendengar aliran air, Sarjono dan rombongannya kemudian memutuskan untuk mengikuti arus sungai yang kemungkinan besar mengarah ke pemukiman.

ilustrasi anak pramuka
bagi-in.com

Tidak disangka, setelah lama berjalan mereka tak kunjung menemukan desa. Malahan, mereka harus melewati tiga bukit.

Mereka mencoba untuk mencari jalan memutar untuk menghindari area yang curam. Berkali-kali berusaha menuruni bukit dan gagal, mereka memutuskan untuk menuju daerah yang lebih tinggi.

Di sana, mereka mendapatkan sinyal dan mengandalkan apikasi Google Maps sebagai penunjuk jalan. Tertera jarak sekitar 100 meter pada layar ponsel dan mereka mengikutinya.

Baca Juga: Awas! Pakai Google Maps Saat Berkendara Bisa Dipenjara!

Namun, setelah lama berjalan mereka sadar bahwa peta tersebut tak membuat rombongan pramuka sampai pada tujuan. Hari sudah mulai sore dan anak-anak pramuka sudah mulai kelelahan.

Mereka beristirahat dan Sarjono mulai mencoba menelepon Asri, pembina pramuka lainnya. Selain itu, ia juga menghubungi menantunya yang merupakan anggota pecinta alam di daerah tersebut.

Suami Asri kemudian menghungi Basarnas dan menantu Sarjono juga mulai meminta bantuan untuk melakukan pencarian.

ilustrasi api unggun
wia.id

Sampai jam 8 malam, kelompok pramuka tersebut belum ditemukan. Di sisi lain, makanan yang terbatas dan baterai ponsel sudah mulai menipis.

Mereka membuat api unggun sebagai penanda untuk orang-orang yang mencari. Sayangnya, hujan turun dan membuat api tersebut padam. Meskipun demikian, ada kelegaan di hati Sarjono dan anak-anak.

Sebab air hujan bisa mengurangi rasa haus mereka semua. Malam mulai larut, Sarjono menenangkan anak-anak dan meminta mereka terus berdoa agar segera ditemukan.

Meraka merasa ketakutan, apalagi dengan adanya mitos tentang banyaknya orang hilang di hutan tersebut. Sampai tengah malam, rombongan pramuka ini membentuk lingkaran untuk saling menguatkan.

penyelamatan rombongan pramuka tersesat 8 jam di hutan
instagram.com/basarnaskendari

Tidak hanya minum air hujan, salah satu anggota perempuan di patuk ular pada tangannya. Untungnya, anggota pramuka dibekali dengan kemampuan bertahan hidup di alam sehingga racunnya berhasil dikeluarkan.

Malam semakin gelap, beberapa anak terlelap sambil meringkuk kedinginan dan kelaparan. Sampai tiba-tiba ada sebuah cahaya dari jauh. Mereka berteriak sekuat tenaga agar sumber cahaya merespon kehadiran mereka.

Setelah 8 jam tersesat, 21 anak pramuka dan pembinanya Sarjono berhasil ditemukan oleh tim pencari yang dibagi menjadi 3 kelompok.

Baca Juga: Meme Kesalahan Google Maps yang Tersesat Ini Lucu Banget!

Mereka ditemukan dalam keadaan kelelahan, kelaparan, dan kedinginan. Rombongan pramuka tersebut dievakuasi dengan cara digendong dan ditandu. Perempuan yang dipatok oleh ular pun langsung mendapatkan penanganan dari dokter.

Meskipun demikian mereka semua ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga tak terjadi hal-hal seperti ini lagi, ya.

0 Comment