Suka Mengoreksi Bahasa Orang Lain? Jangan-Jangan Kamu Punya Masalah Kepribadian!

15 August 2019, at 03:00
0
0
Suka Mengoreksi Bahasa Orang Lain? Jangan-Jangan Kamu Punya Masalah Kepribadian!

Mungkin kamu pernah mengenal seseorang yang hobi membenarkan bahasa orang lain. Entah salah eja, salah kata, atau bahkan salah ketik dalam penulisan.

Orang yang biasanya diberi julukan sebagai grammar nazi ini bisa ditemui dimana saja, termasuk media sosial. Atau mungkin kamu merasa bahwa dirimu sendiri juga memiliki kecenderungan itu?

Tahukah kamu, ternyata membuat orang lain nggak nyaman kebiasaan mengoreksi salah kata, salah ketik, dan lain sebagainya pada tulisan atau saat orang lain berbicara merupakan tanda adanya masalah kepribadian pada seseorang?

mengoreksi bahasa orang lain
istockphoto.com/thinkstock

Dilansir dari ScienceAlert, sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dengan grammar nazi biasanya memiliki kepribadian yang nggak mudah menerima kesalahan orang lain.

Selain itu, sebuah tes psikologi menyebutkan bahwa orang-orang dengan tendensi tersebut cenderung menilai orang lain dari kesalahan yang pernah dilakukannya dan nggak bisa terbuka.

Penelitian yang melibatkan 83 partisipan ini mencoba untuk melihat bagimana respon atau penilaian sosial seseorang terhadap tulisan orang lain, baik yang benar maupun yang terdapat salah ketik atau gramatikal di dalamnya.

Baca Juga: Tanda-Tanda Mentalmu Tidak Sehat, Segera ke Psikolog Sebelum Terlambat!

Hasilnya, studi tersebut membuktikan bahwa sifat atau kepribadian pembaca atau pendengar (dalam hal ini partisipan) ternyata memiliki efek terhadap interpretasi bahasa lho.

Pasalnya, ditemukan bahwa orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung mengesampingkan kesalahan ketik dan tata bahasa. Sedangkan orang yang introvert lebih mengadili secara negatif karena kesalahan yang dilakukan.

masalah kepribadian
thinkstockphotos.com

Orang yang nggak terlalu terbuka lebih sensitif dan cenderung terganggu dengan kesalahan tata bahasa orang lain.

Meskipun demikian, seluruh partisipan berpikir bahwa orang dengan beberapa kesalahan pada tulisannya memiliki kepribadian yang lebih buruk dibandingkan yang nggak.

Wah, kalau Sobat Qupas lebih cenderung gimana nih? Hati-hati ya kalau kamu suka mengoreksi kesalahan bahasa orang lain bisa jadi tanda awal masalah kepribadian.

0 Comment