Suka Selfie di Lokasi Bencana Tanda Gangguan Mental?

23 January 2019, at 16:00
0
0
Suka Selfie di Lokasi Bencana Tanda Gangguan Mental?

Akhir-akhir ini, sedang viral fenomena dimana banyak orang yang mengambil foto selfie pada lokasi bencana. Hasil jepretan tersebut kemudian menuai banyak pro dan kontra.

Pakar media sosial mengatakan bahwa hal tersebut wajar adanya mengingat perkembangan media sosial yang melejit pesat. Sedangkan banyak juga orang yang menganggap bahwa kejadian tersebut merupakan hal yang tidak wajar.

Orang yang mengambil selfie pada lokasi bencana dianggap tidak memiliki empati kepada korban. Selain itu, mereka juga membahayakan diri sendiri dengan tidak waspada.

Lantas apakah perilaku tersebut termasuk tanda-tanda gangguan mental? Berikut penjelasannya.

1. Selfie Bencana

selfie bencana
theguardian.com

Seorang ahli media dari Queen Mary University di Inggris, Yasmin Ibrahim, menyebut fenomena ini sebagai “selfie bencana” atau “pornografi bencana”.

Menurutnya, hal tersebut merupakan perilaku ganjil yang dimotivasi oleh keinginan mencapai kepuasan diri sendiri, dengan situasi pasca bencana sebagai latar belakang.

selfie di tempat bencana
theguardian.com

Menurut Carl Jung, secara alamiah manusia senang melihat orang lain menderita. Meskipun hal ini tidak berdampak secara langsung kepada seseorang.

Penderitaan orang lain memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk menghakimi dan menertawakan orang lain. Seseorang juga secara tidak dasar memiliki keinginan untuk menyaksikan hal-hal aneh dan mengerikan.

2. Gejala Patologi Sosial

selfie di tempat bencana merupakan gejala patologi sosisal
theconversation.com

Selain itu, seperti yang diungkapkan oleh Frankie Budi Hardiman dari Sekolah Tinggi Filasafat Driyakarya. Bahwa tanpa disadari diri kita memiliki keingin tak penting untuk tahu.

Hal ini bersifat asing, menghakimi, egosentris, dan eksploitatif. Mengarah pada kegiatan menonton suatu bencana, seseorang bahkan tidak memiliki keinginan untuk memberi pertolongan.

tidak etis melakukan selfie di tempat bencana
bentangkhatulistiwanews.blogspot.com

Namun, hal ini menjadi lebih parah dan miris ketika tindakan tersebut dibarengi dengan mengambil selfie pada lokasi bencana.

Hal tersebut merupakan pertanda masalah moral yang serius. Kelakuan tersebut diidentifikasikan sebagai gejala patologi sosial atau hilangnya rasa empati.

3. Eksistensi

eksistensi dengan modal bencana alam
heartline.co.id

Kebanyakan pelaku selfie di lokasi bencana berdalih bahwa mereka melakukan hal tersebut sebagai bukti bahwa mereka benar-benar ada di sana dan menyalurkan bantuan.

Namun, di balik hal tersebut terdapat niat lain. Niat tersebut adalah menunjukkan eksistensi karena foto tersebut bukan hanya dikirim kepada orang yang bersangkutan, namun juga diunggah ke media sosial yang bersifat publik.

eksistensi
manaberita.com

Selain itu, hal ini juga ditandai oleh ekspresi ceria para pelaku selfie yang tidak menunjukkan empati terhadap para korban.

Hal ini justru menandakan bahwa mereka sedang pamer dan berbangga diri karena bisa foto di lokasi bencana. Ini sudah dapat dikategorikan sebagai gangguan mental.

Baca Juga: Tanda-Tanda Mentalmu Tidak Sehat, Segera ke Psikolog Sebelum Terlambat!

4. Keselamatan

keselamatan
suara.com

Selain masalah kejiwaan atau gangguan mental, mengambil selfie di tempat bencana merupakan perilaku yang berbahaya dan mengancam nyawa.

Para pelaku bahkan tidak memikirkan bahaya yang sedang mengancam di depan matanya karena lebih mementingkan kepuasan pribadi.

selfie di tempat bencana akan mengganggu evakuasi
panjimas.com

Bukan hanya itu, melakukan selfie di tempat bencana juga akan mengganggu proses evakuasi. Kerja para relawan dan timsar akan terhambat dengan adanya orang yang hanya sibuk berfoto dan mencari latar belakang yang pas.

5. Cara Mengatasi

cara mengatasi agar tidak selfie di tempat bencana
antaranews.com

Salah satu cara untuk mengatasi masalah keinginan untuk selfie di lokasi bencana adalah dengan memposisikan diri sebagai korban.

Dengan demikian, pelaku selfie akan mengerti bagaimana rasanya apabila ada orang yang berselfie dengan bahagia sedangkan dirinya sedang berduka.

derita korban
youtube.com

Secara psikologis, hal ini akan menjadikan korban dua kali lebih menderita. Hal ini karena mereka merasa bahwa secara tidak langsung menjadi tontonan oleh banyak orang.

Selain itu, para pelaku selfie bisa memfokuskan diri untuk membantu korban. Tanpa harus pamer dan mengeksposenya di media sosial.

Fenomena selfie di lokasi bencana tidak hanya terjadi di Indonesia. Anehnya, hal ini juga terjadi di beberapa negara lain. Sama seperti di sini, di negara lain pun kelakuan tersebut menyebabkan pro dan kontra.

Lebih baik, tahanlah keinginan untuk melakukan hal tersebut. Perhatikan keselamatan dirimu sendiri dan hargailah korban. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, silakan unduh aplikasi Qupas pada Google Play Store atau Apple App Store.

0 Comment