Telaga Rambut Monte, Habitat Ikan Purba yang Konon Adalah Jelmaan Prajurit Majapahit

15 June 2019, at 08:00
1
0
Telaga Rambut Monte, Habitat Ikan Purba yang Konon Adalah Jelmaan Prajurit Majapahit

Telaga Rambut Monte mungkin bukan wisata yang jadi pilihan utama para traveler saat liburan ke Blitar. Apalagi tempat ini nggak sepopuler destinasi sejarah seperti Makam Bung Karno. Padahal pesonanya nggak kalah memikat.

Bahkan Rambut Monte juga punya kisah unik yang menyelimutinya. Salah satunya tentang cerita keberadaan ikan purba yang konon adalah jelmaan dari prajurit Majapahit.

Beneran nggak sih? Biar pengetahuan makin bertambah, lanjut baca ulasan di bawah ini yuk! Qupas juga punya info-info menarik tentang wisata di Blitar ini, lho.

Baca juga: Blitar Punya Wisata Seperti di Luar Negeri, Kapan Mampir?

1. Wisata yang menyimpan cerita legenda

candi rambut monte
backpackerjakarta.com

Bukan cuma ada telaga. Di kawasan ini juga ada tempat bernama Candi Rambut Monte yang bisa kamu jumpai saat pertama kali memasuki lokasi wisata. Adanya candi tersebut bisa dibilang jadi penanda jejak sejarah.

Tepat di samping candi ada artefak "lingga yoni" yang merupakan lambang kesuburan. Hal ini bisa juga jadi penanda bahwa Rambut Monte ada sejak zaman kerajaan Hindu di Indonesia.

Bentuknya yang menyerupai monyet dan batu relief naga pun dikaitkan dengan cerita Mbah Monte. Konon beliau adalah seorang dari Majapahit yang berhasil melawan Rahwana dan naga. Kemudian Mbah Monte mengutuk keduanya menjadi candi.

2. Benarkah ikan purba adalah jelmaan prajurit Majapahit?

ikan rambut monte
instagram.com/dessyvino

Telaga Rambut Monte semakin menawan dengan adanya ikan-ikan yang hidup di perairannya. Konon 'mereka' adalah jelmaan dari tentara Majapahit. Penduduk setempat menyebutnya sebagai ikan sengkaring. Ada juga yang menyebutnya ikan dewa.

Jumlahnya sendiri sekitar 100 ekor. Warnanya kelabu kecoklatan dan bersisik tegas. Kepalanya lebih besar dari badannya dan di sekitar mulut berhias sulur. Ukuran paling besar dari ikan sengkaring ini bisa mencapai 30 sentimeter.

ikan purba rambut monte
instagram.com/edojoharp

Karena ikan ini dianggap sebagai jelmaan prajurit majapahit, orang-orang enggan menangkapnya. Apalagi dulu pernah ada warga yang menangkap dan mencoba memasaknya. Konon daging ikan tersebut berubah jadi minyak. Bahkan punya aroma tajam layaknya bau darah.

Benar atau nggaknya, semua tergantung kepercayaan. Kalau dipikir-pikir, mungkin cerita mitos atau kisah-kisah lain tentang ikan sengkaring adalah upaya nenek moyang untuk melestarikannya. Bayangkan saja kalau ikan purba ini semakin punah. Pasti Telaga Rambut Monte jadi nggak menarik lagi.

Baca juga: 5 Wisata di Indonesia Ini Punya Kolam Ikan Hias Peninggalan Zaman Kerajaan, Lho!

3. Wisata Blitar yang instagenik

telaga rambut monte
instagram.com/christinasusilo

Bukan cuma bisa menikmati suasana alam yang asri, kamu juga bisa hunting foto di sekitar Telaga Rambut Monte. Seperti di spot bangunan yang terbuat dari beton dan menghadap ke area perairannya.

Dulu tempat ini cuma bangunan kecil yang terbuat dari kayu dan menjorok ke telaga. Kini setelah tempat wisata di Blitar ini dipugar, kondisinya jadi semakin baik.

telaga rambut monte blitar
instagram.com/rendra.wekwek

Bahkan ada wahana tambahan seperti kolam renang dan di sisinya sudah dilengkapi dengan kamar bilas. Jadi, kamu bisa menikmati suasana alamnya, hunting foto, atau main-main air di kolem renangnya. Seru, kan?

4. Cara ke Telaga Rambut Monte

rambut monte blitar
instagram.com/silvyanaeka

Lokasi Telaga Rambut Monte sendiri ada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari. Dari pusat Kota Blitar, kamu bisa mencapainya dengan estimasi waktu 1 jam berkendara.

Rute yang bisa kamu lewati adalah Blitar - Garum - Talun - Wlingi - Desa Semen - Tulungrejo - Krisik. Sudah ada petunjuk jalan yang bisa kamu temui, jadi nggak perlu khawatir nyasar. Akses jalannya juga beraspal baik meski mendekati telaga ada beberapa bagian yang rusak.

wisata rambut monte blitar
instagram.com/andrewardara

Itulah pesona Telaga Rambut Monte yang jadi habitat ikan purba. Benar nggaknya ikan tersebut adalah jelmaan balatentara Majapahit, panorama wisata di Blitar tersebut tetap nggak kalah menarik. Apalagi tiket masuknya cuma sekitar Rp3.000,00. Jadi, kapan nih kamu liburan ke sana?

0 Comment