Terjadi Setiap 40 Detik Sekali, Ini 5 Terapi untuk Mencegah Keinginan Bunuh Diri

26 November 2019, at 03:00
0
0
Terjadi Setiap 40 Detik Sekali, Ini 5 Terapi untuk Mencegah Keinginan Bunuh Diri

Tahukah kamu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setiap 40 detik terdapat satu orang di dunia yang bunuh diri. Meskipun angkanya besar dan hanya kalah dari kasus kecelakaan jalan raya, namun bunuh diri merupakan topik yang cukup jarang dibicarakan.

Padahal, bunuh diri nggak hanya berdampak bagi orang yang melakukan namun juga lingkungan sekitarnya. Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, satu tindakan bunuh diri bisa berdampak pada 135 orang disekitarnya.

depresi
abcnews.go.com

Ada banyak hal yang dapat membuat seseorang ingin bunuh diri. Yaitu mulai dari menderita penyakit parah, menjadi korban bullying, sampai mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya yang nggak boleh disepelekan.

Meskipun demikian, rasa ingin mengakhiri hidup bukanlah sesuatu yang nggak bisa dicegah. Berikut ini beberapa terapi yang bisa lakukan untuk mencegah keinginan bunuh diri.

1. Terapi Perilaku Kognitif

terapi kelompok
verywellmind.com

Terapi perilaku kognitif merupakan salah satu jenis psikoterapi yang mengkombinasikan antara terapi perilaku dan terapi kognitif.

Keduanya bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respon pasien, dari negatif menjadi positif sehingga akan lebih mudah menampis keinginan untuk bunuh diri karena emosinya lebih stabil dan relatif baik.

Kegiatan ini dapat dilakukan secara personal, baik secara langsung maupun telepon. Atau berkelompok dengan keluarga atau orang-orang yang memiliki masalah serupa.

2. Terapi Perilaku Dialektik

terapi
123rf.com

Terapi perilaku dialektik merupakan salah satu jenis terapi perilaku kognitif. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengajarkan pada pasien bagaimana cara mengatasi stres secara sehat, meningkatkan hubungan dengan orang lain, dan mengatur emosi.

Terapi ini juga akan membuat pasien berpikir lebih rasional dan masuk akal sehingga dapat menepis keinginan bunuh diri.

3. Terapi Obat

terapi obat
hellosehat.com

Selain terapi perilaku, orang dengan masalah kesehatan mental tertentu seperti skizofrenia juga dapat mengonsumsi obat-obatan sebagai bentuk terapi.

Obat golongan antipsikotik seperti clozapine dapat menekan risiko munculnya keinginan untuk bunuh diri pada pasien.

Baca Juga: Tanda-Tanda Mentalmu Tidak Sehat, Segera ke Psikolog Sebelum Terlambat!

4. Terapi Peti Mati

terapi peti mati
reuters.com

Tahu nggak sih, kurang lebih 25 ribu warga Korea Selatan sudah melakukan terapi yang satu ini untuk mencegah keinginan bunuh diri.

Program yang juga dikenal dengan nama “Dying Well” ini sudah dibuka sejak tahun 2012 oleh Hyowon Healing Centre. Peserta akan diajak untuk merasakan sensai menjadi orang mati. Mulai dari menulis wasiat, menyiapkan foto jenazah, sampai tidur di peti mati seharian.

Terapi ini dilakukan demi mendorong pesertanya untuk lebih memaknai dan menghargai kehidupan sehingga nggak memilih mati bunuh diri.

5. Terapi Listrik

terapi listrik
ejinsight.com

Apabila segala terapi dan pengobatan gagal dilakukan dan pasien tetap ingin bunuh diri, maka pilihan yang tersisa adalah Electroconvulsive Therapy (ECT) atau terapi kejut listrik.

Dilansir dari WebMD, ECT dilakukan dengan menganestesi dan memberikan relaksan otot pada pasien terlebih dahulu. Setelah itu, gelombang listrik dikirim ke otak melalui elektroda yang dipasang di kepala.

Prosedur ini akan mereset otak membuat sebagian ingatan hilang sehingga keinginan bunuh diri pun sirna.

bunuh diri
economictimes.indiatimes.com

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa terapi yang bisa diterapkan untuk menghilangkan keinginan bunuh diri pada diri seseorang. Apabila kamu merasa tertekan, putus asa, dan tiba-tiba ingin mengakhiri hidup, hubungi nomor darurat di bawah ini.

  • Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes (021-500-454)
  • LSM Jangan Bunuh Diri (021-9696-9293)
  • Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (021-8514389)
0 Comment