Terkesan Menyenangkan, Menggelitik Anak Ternyata Nggak Baik Dilakukan

03 July 2019, at 09:00
0
0
Terkesan Menyenangkan, Menggelitik Anak Ternyata Nggak Baik Dilakukan

Bermain dan bercanda bersama anak-anak merupakan kegiatan yang menyenangkan sebagian besar orang, terutama orang tua. Kebahagiaan akan berlipat ganda ketika melihat buah hati tersayang tertawa terbahak-bahak.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat anak-anak tertawa, salah satunya adalah menggelitiknya di daerah-daerah tertentu yang terasa geli.

Reaksi tawa histeris buah hati biasanya dianggap menyenangkan oleh orang tua, padahal belum tentu hal tersebut adalah ekspresi kebahagiaan lho!

Baca Juga: 8 Gestur yang Menjadi Cara Komunikasi Bayi, Apa Ya Maknanya?

Selain itu, kebiasaan menggelitik anak ternyata juga bisa berbahaya dan nggak dianjurkan lho. Berikut ini alasannya yang harus kamu ketahui sebagai orang tua.

1. Membuat Anak Nggak Nyaman

dampak menggelitik anak
nationalgeographic.grid.id

Hanya karena anak tertawa, bukan berarti digelitik merupakan kegiatan yang menyenangkan baginya. Bahkan apabila mereka membencinya, anak-anak yang merasa geli nggak bisa menahan tawa saat digelitik.

Orang tua mungkin menganggap buah hati menikmatinya, padahal sebenarnya nggak. Hal tersebut  diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada tahun 1997.

menggelitik anak
crystalsweb.com

Para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik nggak menyebabkan perasaan senang atau bahagia seperti saat seseorang menertawakan sebuah lelucon.

Kegiatan tersebut hanya menciptakan ilusi bahwa seseorang sedang bahagia, padahal anak-anak yang digelitik bisa jadi sebenarnya merasa sangat nggak nyaman dan tersiksa.

2. Anak Kehilangan Kendali Diri

anak kehilangan kendali
medium.com

Orang tua kebanyakan menggelitik anaknya dengan maksud bersenang-senang. Namun, hal tersebut akan membuat anak kehilangan kendali dirinya.

Coba ingat-ingat lagi, apakah anak-anak berteriak meminta ampun atau memohon untuk kegiatan tesebut dihentikan saat kamu menggelitiknya? Meskipun diungkapkan sambil tertawa, hal tersebut bukan sekadar lelucon lho.

menggeltik bentuk dominasi
liputan6.com

Ketika anak merasa nggak berdaya untuk mengendalikan dirinya, secara nggak langsung menggelitik merupakan tanda dominasi orang tua lho.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Dr. Richard Alexander yang merupakan Profesor Biologi Evolusi di University of Michigan yang mengatakan bahwa menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikutinya merupakan cara untuk menunjukkan kepatuhan.

Baca Juga: Waspadai Dampak Buruk Membiarkan Anak Nonton Tv Berlebihan

3. Menciptakan Trauma

menggelitik menciptakan trauma
shutterstock.com

Dalam beberapa kasus, kebiasaan menggelitik anak dapat menciptakan trauma yang bertahan lama dan bahkan membekas seumur hidup lho.

Mungkin dampaknya nggak akan terlihat secara langsung dan gamblang, namun hal tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan mental si buah hati.

Anak-anak yang merasa bahwa digelitik merupakan pengalaman yang buruk dapat secara nggak langsung bisa menjadi pribadi yang sulit untuk percaya kepada orang lain.

4. Kesulitan Bernapas

menggelitik membuat sesak napas
shutterstock.com

Menggelitik dapat menyebabkan rasa geli yang membuat seseorang nggak bisa mengendalikan atau menhentikan tawanya.

Apabila dilakukan dalam waktu yang lama, maka reaksi tersebut dapat menyebabkan sesak napas yang nggak baik bagi kesehatan.

membuat sesak napas
dreamstime.com

Selain itu, sebuah studi mengungkapkan bahwa menggelitik dapat memicu reaksi fisiologis ekstrem yang membuat korban menjadi muntah dan kehilangan kesadaran.

Itulah mengapa gelitikan menjadi salah satu teknik penyiksaan yang populer pada zaman dahulu di berbagai negara.

Setelah mengetahui dampaknya bagi perkembangan anak, kamu masih mau menggelitik mereka? Mulai sekarang, usahakan untuk bertanya terlebih dahulu atau meminta pendapat kepada buah hati apakah mereka mau melakukan kegiatan tersebut ya Sobat Qupas!

0 Comment