Terobsesi pada Kekuasaan? Mungkin Kamu Sedang Alami Gangguan Mental Ini

25 April 2019, at 07:00
0
0
Terobsesi pada Kekuasaan? Mungkin Kamu Sedang Alami Gangguan Mental Ini

Gangguan mental adalah penyakit yang memengaruhi otak dan mengganggu keseimbangan kimiawi sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup.

Satu dari empat orang di dunia mengalami masalah kesehatan ini. Artinya terdapat 450 juta orang di dunia yang sedang melawan gangguan mental.

Terdapat beberapa gangguan mental yang sudah umum diketahui seperti depresi, kecemasan, bipolar, gangguan stres pasca-trauma, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Suka Selfie di Tempat Bencana Tanda Gangguan Mental? Ini Jawabannya

Namun, nggak banyak orang yang tahu tentang gangguan mental megalomania yang memiliki keterkaitan dengan obsesi terhadap kekuasaan.

Nggak sedikit orang yang mengalaminya namun nggak sadar akan tanda-tandanya. Oleh sebab itu kamu harus mengetahui gejala gangguan mental megalomania berikut ini.

1. Memanfaatkan Orang Lain untuk Kepentingannya Sendiri

memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi
pexels.com/@anastasiya-gepp-654466

Penderita megalomania sebenarnya nggak benar-benar peduli terhadap orang lain dan hanya mementingkan dirinya sendiri.

Ia mengganggap bahwa dirinya istimewa. Oleh sebab itu, ia hanya mau berkumpul atau bergaul dengan orang-orang yang memiliki derajat sama dan dapat dimanfaatkan untuk menyokong status sosialnya.

2. Selalu Ingin Menjadi Nomor Satu

selalu ingin menjadi nomor satu
pexels.com/@chloekalaartist

Nggak cuma menganggap diri sendiri istimewa, penderita gangguan mental megalomonia juga selalu ingin menjadi nomor satu atau pemimpin.

Hal ini karena posisi tersebut merupakan posisi tertinggi dan patut dihargai oleh semua orang dan ia merasa pantas mendapatkannya.

3. Sering Memonopoli Pembicaraan dan Meremehkan Orang Lain

sering meremehkan orang lain
pexels.com/@rawpixel

Jika kamu memiliki teman yang sering memonopoli pembicaraan dan meremahkan apapun yang kamu katakan, bisa jadi orang tersebut mengidap masalah mental megalomonia.

Hal tersebut memang sering dilakukan oleh penderita gangguan mental itu karena ia merasa paling tahu segala hal dan nggak ingin orang lain terlihat lebih pintar.

4. Selalu Mencari Pendukung

selalu mencari pendukung
pexels.com/@nappy

Meskipun memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan sering melebih-lebihkan sesuatu, pada dasarnya penderita megalomania memang memiliki kemampuan dalam memimpin sebuah kelompok.

Nggak cuma itu, ia juga memiliki kemampuan persuasif yang baik, lho. Penderita mengalomania akan sangat senang jika ia memiliki banyak pengikut atau pendukung.

Baca Juga: Ibu yang Bekerja Rawan Terkena Gangguan Mental, Lakukan Hal Ini Untuk Mencegahnya

5. Nggak Mau Menerima Kritik

nggak mau menerima kritik
pexels.com/@rawpixel

Menganggap dirinya lebih baik dibanding orang lain dan paling benar, pengidap megalomania nggak akan mau menerima kritik dari orang lain.

Ia cenderung mencari pembenaran dan memutuskan segala hal atas pendapat pribadi. Jika ada yang mengkritiknya, penderita gangguan metal tersebut akan menyalahkan orang lain.

6. Membesar-besarkan Prestasi dan Pencapaian

membesar-besarkan prestasi dan pencapaian
pexels.com/@rawpixel

Gejala gangguan mental megalomania lainnya adalah sering membesar-besarkan prestasi atau pencapaian yang ia lakukan.

Padahal, sebenarnya itu hanya delusi dan pencapaian tersebut nggak seberapa jika dibandingkan dengan pencapaian orang lain di luar sana.

7. Ingin Ditakuti

ingin ditakuti
pexels.com/@thatguycraig000

Penderita gangguan mental magalomania mengharapkan orang lain untuk patuh atau takut kepadanya. Hal ini berkaitan dengan kekuasaan dan posisi tinggi yang ia inginkan.

Obsesi untuk dihormati, ditakuti, dipatuhi, dan lain sebagainya ada dalam dirinya dan ia melakukan berbagai hal untuk mewujudkan itu.

8. Cenderung Membelokkan Kenyataan

cenderung membelokkan kenyataan
pexels.com/@jhonismartins

Untuk memenuhi egosentrisnya, orang dengan gangguan mental megalomania cenderung membelokkan kenyataan yang ada.

Jika rencananya gagal, ia akan menjadi stres dan tertekan. Selain itu, penderita masalah mental tersebut juga akan kesulitan mengatur emosinya.

Baca Juga: Punya 9 Kepribadian, Benarkah Perempuan Ini "Gila"?

Berdasarkan 8 gejala yang telah dipaparkan di atas, para ahli melihat hal tersebut dalam diri beberapa orang kuat dalam sejarah seperti Adolf Hitler, Stalin, dan lain sebagainya.

Gejala-gejala tersebut ada padamu atau orang-orang sekitarmu? Segera konsultasikan masalah pada psikolog atau orang yang lebih ahli agar dapat mendapatkan penanganan yang tepat.

0 Comment