Videonya Mengamuk Saat Ditilang jadi Viral, Benarkah Laki-Laki Ini Mengalami Gangguan Mental?

09 February 2019, pada 00:00
0
0
Videonya Mengamuk Saat Ditilang jadi Viral, Benarkah Laki-Laki Ini Mengalami Gangguan Mental?

Media sosial sedang dihebohkan dengan video seorang laki-laki berusia 20 tahunan yang mengamuk saat ditilang. Ia dan kekasihnya diketahui tidak membawa SIM dan STNK, tidak mengenakan helm, dan melawan arus.

Laki-laki tersebut mengamuk tanpa kontrol hingga merusak sepeda motor yang ia kendarai. Setelah kejadian tersebut, ia bahkan membakar STNK sepeda motor pacarnya tersebut.

Kejadian yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut menimbulkan berbagai persepsi dan tanda tanya. Lalu, apakah laki-laki tersebut mengidap gangguan mental tertentu sehingga melakukan hal tersebut?

Baca Juga: Segera Periksa ke Dokter, Begini Gejala Awal Gangguan Mental

Beberapa warganet mengira bahwa ia bertindak sedemikian rupa untuk menutupi kesalahannya. Namun, seorang Psikolog Forensik bernama Reza Indragiri Amriel mengatakan bahwa pria tersebut bisa jadi mengidap intermittent explosive disorder.

Hal ini ditandai dengan perilaku yang mendadak agresif, keras, implusif, disertai dengan kata-kata kemarahan yang dilontarkan tanpa melihat situasi dan kondisi.

Emosi yang belum stabil membuat anak muda rentan terhadap gangguan mental. Maka dari itu orang tua harus tahu tanda-tandanya agar dapat mencegah hal yang tidak diinginkan.

1. Perubahan Mood yang Berlangsung Lama

perubahan mood yang berlangsung lama pertanda gangguan mental
pexels.com/@ngqah83

Salah satu tanda-tanda gangguan mental adalah perubahan mood yang berlangsung lama. Suasana hati yang berubah-ubah memang merupakan hal yang wajar bagi anak muda.

Namun, apabila hal tersebut terjadi selama lebih dari dua minggu, bisa jadi anak tersebut mengalami gangguan mental.

Perubahan mood yang bervariasi, mulai dari hiperaktif, terlalu melankoli dan lain sebagainya merupakan alasan yang kuat akan adanya masalah kesehatan mental.

gejala depresi senang dan sedih berlebihan
pexels.com/@pixabay

Menurut The National Institute of Mental Health menyatakan bahwa ekspresi yang terlalu gembira atau sedih yang keterlaluan merupakan salah satu gejala dari bipolar.

Namun, apabila perasaan senang tidak diikuti dengan kesedihan, hal ini merupakan sesuatu yang wajar.

2. Cemas dan Takut Berlebihan

kecemasan berlebihan tanda tanda gangguan mental
pexels.com/@pixabay

Merasa cemas dan ketakutan merupakan hal wajar yang dapat dialami oleh semua orang, tidak terkecuali remaja.

Merasakan gejolak tersebut kerika akan melakukan hal-hal yang penting, melakukan kesalahan, dan lain sebagainya merupakan respon yang secara alami keluar dari tubuh.

ketakutan berlebihan mnerupakan tanda gangguan mental
pexels.com/@rawpixel

Namun, orang tua perlu waspada apabila perasaan cemas, khawatir, gelisah, atau ketakutan tersebut sudah terjadi dengan intensitas yang tinggi.

Apalagi jika hal tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari si anak. Mungkin itu merupakan tanda-tanda gangguan mental yang selama ini tidak kamu sadari.

3. Perubahan Perilaku Ekstrem

emosi pada anak yang meledak ledak menandakan gangguan mental
pexels.com/@moh-adbelghaffar

Sikap membangkang biasanya memang merupakan salah satu fase pertumbuhan yang pasti akan dilalui oleh anak-anak. Tetapi, orang tua perlu mewaspadai sikap-sikap pembangkangan yang terlalu ekstrem.

perubahan perilaku ekstrem pada anak bisa jadi merupakan tanda tanda depresi
pexels.com/@pixabay

Perubahan perilaku yang terlalu ekstrem pada seseorang bisa jadi merupakan tanda-tanda gangguan mental. Biasanya, masalah ini dimulai pada usia 8 tahun atau sebelum menginjak usia remaja.

Pembangkangan tersebut meliputi kegiatan yang tidak ia butuhkan. Sepesti misalnya membeli beberapa games tetapi ia tak berminat memainkannya. Atau sering merah-marah tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga: Awas! Suka Selfie di Lokasi Bencana Pertanda Gangguan Mental

4. Perubahan Fisik, Berat Badan Naik atau Turun Drastis

perubahan fisik juga menjadi tanda-tanda gangguan mental
pexels.com/@pixabay

Selain perilaku, ternyata perubahan secara fisik juga dapat menjadi tanda-tanda gangguan mental pada remaja. Sekitar 80 persen orang yang memiliki masalah kesehatan mental mengalami obesitas atau kegemukan.

Perubahan fisik yang terjadi secara mendadak dan signifikan dapat menjadi gejala awal jika kesehatan mental terganggu.

menggunakan narkoba juga merupakan tanda tanda gangguan mental
pexels.com/@pixabay

Peningkatan atau penurunan nafsu makan yang berlebihan, penggunaan obat terlarang, alkohol, dan lain sebagainya juga perlu diwaspadai.

Anak menjadi semakin rentan terserang gangguan mental apabila orangtuanya juga mengidap depresi.

5. Sulit Berkonsentrasi

sulit berkonsentrasi merupakan tanda depresi
pexels.com/@pixabay

Tanda-tanda gangguan mental yang terakhir adalah adanya masalah kesulitan berkonsentrasi pada anak.

Meskipun demikian, orang tua tetap perlu membedakan anak yang memang sedang ingin melakukan hal lain dengan anak yang memang tidak bisa fokus pada sesuatu.

sulit berkonsentrasi pada gangguan mental remaja
pexels.com/@katlovessteve

Ketidakmampuan berkonsentrasi dalam melakukan tugas yang sederhana merupakan gejala depresi. Masalah kurang fokus ini juga bisa terjadi karena pikiran mereka terpusat pada rasa malu, bersalah, atau kematian.

Orang tua harus lebih peka dan perhatian dengan gejala apapun yang terjadi kepada anaknya. Jangan sampai gangguan mental baru terdeteksi ketika sudah parah.

Baca Juga: Ibu Pekerja Rentan Terjkena Gangguan Mental, Mengapa?

Selain itu, remaja dengan masalah kesehatan mental membutuhkan pengertian dan kasih sayang yang lebih. Jangan pernah mengucilkannya karena itu hanya akan memperburuk keadaan.

Menerima, selalu ada, dan memberinya dukungan merupakan hal yang paling tepat yang bisa dilakukan oleh orang tua.

0 Komentar