Waduh, Warga di Selandia Baru nggak Boleh Pelihara Kucing! Kenapa ya?

30 August 2018, at 09:22
0
0
Waduh, Warga di Selandia Baru nggak Boleh Pelihara Kucing! Kenapa ya?

Menurut yang dilansir oleh BBC pada hari rabu (29/08) minggu ini, ada sebuah desa terpencil di pesisir selatan Selandia Baru yang merilis sebuah peraturan yang cukup menghebohkan. Penduduk desa Omaui, melarang untuk siapapun di daerahnya memelihara kucing. Bagi siapapun yang terlanjur memelihara kucing, si pemilik wajib untuk mendaftarkan kucingnya ke Environment Scoutland dan mengebiri kucingnya.

Baca juga: 4 Perlakuan Kejam Manusia pada Binatang, Bikin Nangis Lihatnya

Peraturan itu lebih diperinci lagi, setelah kucing piaraannya mati mereka tidak boleh memelihara kucing lainnya. Hal itu diperkuat dengan penyataan oleh Dr Peter Marra sebagai Kepala Pusat Migrasi Burung Smithsonian, bahwa kucing menyebabkan kematian jutaan burung dan mamalia setiap tahunnya.

larangan memelihara kucing
cnn.com

Banyak ilmuwan konservasi yang sudah lama memperingatkan akibat kucing yang dibiarkan berkeliaran di luar rumah. Bahkan 63 spesies dinyatakan punah di seluruh dunia karena meningkatnya populasi kucing.

Di Amerika Serikat saja sudah ada 86juta kucing yang dipelihara. Meningkatnya populasi kucing di negeri Paman Sam membuat empat miliar burung dan 22 miliar mamalia mati terbunuh setiap tahunnya.

kucing sebagai hewan pemelihara
cnn.com

Di desa Omaui sudah terpasang beberapa kamera pengawas di sudut jalan yang memang memperlihatkan kucing yang berkeliaran diluar rumah sering memangsa serangga, burung, bahkan reptil.

Baca juga: 4 Taman Safari di Indonesia, Ciptakan Kenangan Liburan di Alam Bebas

Maka dari itu, John Collins selaku ketua Omaui Landcare Charitable Trust menjelaskan bahwa peraturan itu dirancang untuk melindungi keseimbangan ekosistem yang ada di desa mereka.

pecinta kucing
cnn.com

“kami tidak membenci kucing. Kami hanya berusaha untuk menjaga di lingkungan kami terdapat kehidupan alam liar yang kaya.” tuturnya. Tentu peraturan itu menimbulkan banyak pro kontra dari warga sekitar.

Penolakan terhadap peraturan untuk memelihara kucing itu disampaikan oleh Nico Jarvis yang juga memelihara tiga ekor kucing di rumahnya. Menurutnya, komunitas penyuka kucing di daerahnya pun menyampaikan bahwa bukan hanya kucing yang menyebabkan kerusakan alam di Omaui namun juga polusi dan racun yang bisa menjadi faktor kerusakan.

cnn.com

Mungkin peraturan ini bisa lebih dulu disosialisasikan kepada masyarakat terutama yang pecinta kucing. Bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tentang perilaku kucing terhadap lingkungan disekitar. Mungkin bisa mengadakan berbagai agenda setiap minggu untuk melatih kucing tidak menyakiti atau memburu hewan lain saat di luar rumah. Tentu membutuhkan waktu dan inisiatif dari para warga.

Topics:

0 Comment