Wajahmu Berjerawat? Mungkin Kamu Memilih Makanan yang Salah

02 July 2018, pada 01:00
1
0
Wajahmu Berjerawat? Mungkin Kamu Memilih Makanan yang Salah

Setiap wanita pasti mulai resah kalau jerawat mulai bermunculan. Apalagi, kalau datangnya di waktu yang tidak tepat, seperti saat mau datang ke kondangan, misalnya.

Sebenarnya, bagaimana sih  jerawat terbentuk? Permukaan kulit kita memiliki lubang kecil bernama pori-pori yang terhubung dengan kelenjar minyak di bawah permukaan kulit. Kelenjar minyak ini menghasilkan cairan berminyak yang biasa disebut sebum. Nah, sebum akan dikeluarkan ke permukaan melalui folikel, yang juga membawa sel kulit mati dalam perjalanannya.

Jerawat akan muncul jika pori-pori tersumbat oleh sel kulit mati, minyak berlebih, serta bakteri. Hormon juga menjadi penyebab munculnya jerawat, terutama di masa-masa pubertas. Tak hanya itu, makanan juga bisa meningkatkan gula darah yang memicu tubuh untuk mengeluarkan hormon insulin. Akibatnya, kelenjar minyak akan memroduksi lebih banyak minyak yang tentu saja akan meningkatkan resiko munculnya jerawat. Makanan yang dipercaya memicu munculnya jerawat antara lain nasi, pasta, roti, gula, serta coklat.

 

pixabay.com

 

Nah, karena salah satu penyebab jerawat merupakan makanan, kamu juga bisa menyembuhkan jerawat hanya dengan mengganti pola makan, lho. Saat jerawat datang, kamu bisa mulai mengubah pola makan dengan mengonsumsi makanan yang ramah pada kulit, yakni makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, zat besi, vitamin A dan E, antioksidan dan omega 3.

 

Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Makanan dalam kategori ini merupakan makanan yang rendah gula. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dengan glikemik rendah seperti biji-bijian utuh, buah dan sayur, serta kacang-kacangan selama 10 minggu membantu menyembuhkan jerawat.

 

Zat Besi

Zat besi merupakan sebuah mineral yang penting untuk pertumbuhan kulit serta untuk fungsi metabolism dan hormone. Sebenarnya, makanan yang mengandung zat besi sangat mudah ditemui di sekitar kita. Makanan-makanan dalam kelompok ini antara lain kacang mente, daging sapi, kepiting, tiram, kacang-kacangan, quinoa, pumpkin seed dan masih banyak lagi. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurangnya zat besi dalam tubuh memicu jerawat untuk tumbuh semakin parah. Oleh karena itu, konsumsi zat besi disarankan sebanyak 40 mg per hari bagi kamu yang menderita jerawat.

 

Vitamin A dan E

Sama seperti zat besi, kurangnya vitamin A dan E dalam tubuh juga memicu jerawat untuk tumbuh semakin parah. Vitamin A dapat kamu dapatkan melalui buah dan sayur seperti wortel, apricot, dan ubi. Kamu juga bisa mengonsumsi vitamin-vitamin ini melalui suplemen. Hanya saja, konsultasilah lebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin A, ya. Karena terlalu banyak vitamin A dapat memicu kerusakan pada organ-organ utama tubuhmu.

 

Antioksidan dan Omega-3

Kedua unsur ini jika digabungkan dapat mengurangi inflamasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi antioksidan dan omega-3 dapat mengurangi jerawat dan memperbaiki kesehatan mental seseorang. Makanan yang mengandung omega-3 di antaranya ikan (salmon dan makarel) dan telur. Sementara, makanan yang mengandung antioksidan tinggi yaitu anggur, sayuran hijau, kacang-kacangan, the, dan masih banyak lagi.

Ternyata, dengan mengubah pola makan saja, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat. Badan lebih sehat, jerawat pun berkurang. Kalau kulit kamu sehat, tentu jerawat juga tidak akan datang lagi, kok.

0 Komentar