Walau Pernah DO dari Sekolah, Pemuda Ini Sukses Jadi Lulusan Terbaik di Inggris

29 August 2019, at 09:00
0
0
Walau Pernah DO dari Sekolah, Pemuda Ini Sukses Jadi Lulusan Terbaik di Inggris

Pendidikan adalah hak bagi seluruh anak-anak di dunia. Entah dari mana asal latar belakang ekonomi keluarganya, yang pasti mengenyam pendidikan adalah hak semua anak.

Dalam dunia pendidikan diberlakukan sebuah sistem yang harus dilewati oleh setiap siswa. Setiap negara pun memiliki peraturan berbeda.

Seperti halnya sistem pendidikan yang berlaku di Jepang. Negeri Sakura memiliki banyak inovasi pada dunia teknologi. Walau begitu sistem yang ada di sana masih menghargai tradisi lama lho.

sistem pendidikan
northfork.k12.oh.us

Menurut pemerintah setempat, keahlian dalam mempelajari ilmu pengetahuan nggak ada apa-apanya kalau nggak diimbangi juga dengan pendidikan moral pada siswa tersebut.

Lain halnya dengan Finlandia. Di sana nggak mengenal yang namanya peringkat kelas. Negara asal merek telepon genggam, Nokia tersebut nggak menerapkan peraihan nilai tertinggi untuk siswanya.

Hanya saja, siswa dengan kesulitan belajar hanya akan mendapatkan perhatian khusus dari para guru. Namun, tetap dimasukkan dalam kelas dengan murid lainnya.

Baca juga: 6 Inspirasi Background Foto Wisuda di Hari Istimewamu, Biar Makin Berkesan

Berkaitan dengan hal tersebut, baru-baru ini viral sebuah kisah inspiratif dari Negeri Jiran Malaysia.

pemuda malaysia
facebook.com/khairulaimanhamdan

Dimana seorang pemuda dengan nama Muhammad Afiq Ismail yang berasal dari Kelantan menjadi lulusan terbaik di University of Essex, Inggris.

Cerita Afiq mendapatkan gelar tersebut, tentu nggak diraihnya dengan mulus lho. Seperti yang diunggah dari sebuah akun Facebook bernama Humans of Kuala Lumpur.

Apa yang dialami oleh Afiq menjadi viral karena sungguh menginspirasi. Bagaimana nggak, Afiq pernah dikeluarkan saat berada di bangku sekolah menengah atas.

lulusan terbaik universitas
facebook.com/khairulaimanhamdan

Hal itu bisa terjadi karena nilai Afiq yang jelek. Saat itu, Afiq hanya bisa meraih nilai 4As PMR . Padahal batas minimal nilai di sekolahnya adalah 6As PMR.

Akhirnya, Afiq bersama kelima temannya harus berhenti sekolah dan terlunta-lunta karena nggak ada sekolah yang mau menerimanya.

Nggak hanya berdiam diri dan merenungi kegagalannya, Ibunda dari Afiq akhirnya mengunjugi Dinas Pendidikan setempat untuk memohon bantuan agar anaknya tetap bisa diberi kesempatan mengenyam pendidikan hingga selesai.

sistem pendidikan
facebook.com/khairulaimanhamdan

Dari Afiq sendiri pun nggak tinggal diam. Ia pun membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi kebanggan bagi siapa saja, terutama untuk orang-orang yang pernah mengucilkannya.

Afiq membalas dengan pembuktian bahwa ia pun bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas bergengsi Inggris tersebut.

Bahkan, Afiq menjadi satu-satunya orang di kampungnya bisa melanjutkan pendidikan di University of Essex. Selama berada di sana, Afiq membagi waktunya untuk bekerja part time sebagai seorang cleaning service.

lulusan universitas inggris
facebook.com/khairulaimanhamdan

Hal itu dilakukan oleh Afiq untuk biaya perjalanan kedua orang tuanya menuju ke Inggris agar bisa hadir ke acara wisudanya saat itu.

Dari Afiq, kita semua bisa belajar tentang pentingnya sebuah niat yang kuat dari dalam diri. Kemudian dari sini, rintangan sebesar dunia pun seakan nggak akan mampu membuat kita mundur.

Terus semangat dan raih cita-citamu setinggi langit ya, sobat Qupas!

0 Comment