Walau Tampak Indah, Awan Topi di Gunung Mahameru Ternyata Berbahaya!

13 December 2018, at 08:58
2
0
Walau Tampak Indah, Awan Topi di Gunung Mahameru Ternyata Berbahaya!

Baru-baru ini viral di media sosial tentang puncak gunung semeru yang diselimuti oleh awan melingkar seperti piring terbang. Awan tersebut berada tepat di atas Mahameru yang terlihat seperti mengenakan topi.

Fenomena itu merupakan sebuah peristiwa yang biasa namun memang jarang sekali terjadi.

Menurut Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), “kejadiannya pada Senin tanggal 10 Desember 2018. Itu merupakan sebuah fenomena alam biasa yang langka terjadi. Dugaan sementara masih karena adanya pergeragak angin di Puncak Semeru”.

awan bertopi di gunung semeru
twitter.com/Sutopo_PN

Peristiwa langkah tersebut terjadi karena terbentuknya awan yang disebabkan oleh pusaran angin di puncak. Jadi, awan tersebut memang terlihat seperti piring terbang.

Dari laman media sosial pribadinya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutowo Purwo Nugroho menuliskan tentang,

“Gunung Semeru saat bertopi, berhelm, berhijab di puncaknya. Awan altocumulus lenticularis terbentuk akibat turbulensi di atasnya”.

Baca juga : Terjadi Hujan Es dan Puting Beliung di Sitobondo, Banyak Warga Berlarian

Selain itu juga, Sutopo pun menyarankan untuk para calon pengantin untuk melakukan prewedding dengan latar belakang fenomena langka tersebut.

Tapi, keindahan dari awan bertopi atau sebutan lainnya adalah Cap Cloud terlihat tampak indah. Untuk para pendaki fenomena langkah ini justru bisa membahayakan.

awan bertopi di puncak semeru
twitter.com/Sutopo_PN

Pusaran angin yang membentuk Cap Cloud menyebabkan suhu di puncak gunung sangatlah dingin. Jelas itu akan membahayakan para pendaki yang ingin sampai di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Bisa dipastikan para pendaki bisa menderita Hypothermia, dimana itu adalah kondisi tubuh yang kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

Tentu gejala ringan yang disebabkan ketika seseorang menderita tekanan suhu dingin akan mengalami kontraksi otot dan tekanan darah menurun.

Tetap berwaspada dan berhati-hati ya. Cek terlebih dahulu kondisi cuaca hingga jalan selama pendakian. Jangan memaksakan jika memang membahayakan diri sendiri.

0 Comment