Waspada Dampak Buruk Membiarkan Balita Nonton TV, Ini 8 Efek Sampingnya

12 November 2018, at 10:26
1
0
Waspada Dampak Buruk Membiarkan Balita Nonton TV, Ini 8 Efek Sampingnya

Nggak bisa dipungkiri kalau televisi bisa membantu Bunda untuk membebaskan diri dari si kecil sementara saat ingin mengurus rumah.

Meski hanya beberapa menit saja dan terjadi secara konsisten, yang dikhawatirkan adalah hal ini justru menjadi kebiasaan.

Padahal menurut penelitian yang disiarkan oleh majalah TIME, balita yang menonton TV sebelum atau di usia prasekolah punya risiko lebih besar dibandingkan dengan yang justru sebaliknya.

Bahkan nyaris semua ahli anak sepakat dengan pandangan tentang bahaya dari TV meski beberapa berpikir sebaliknya.

Lalu seperti apa sih dampak buruk ketika si kecil saat ia terlalu banyak menonton TV? Simak ulasan Qupas yang dilansir dari momjunction.com berikut ini yuk, Bun!

1. Membuang waktu berharga si kecil

ilustrasi waktu balita terbuang saat nonton tv
motherdistracted.co.uk

Tahukah Bunda, membiasakan si kecil menonton TV akan membuatnya kehilangan banyak waktu berharga di dunia nyata?

Padahal dengan si kecil ada di antara orang-orang dan situasi yang nyata akan membuatnya mengembangkan beragam fungsi oraknya.

Ketika si kecil bermain dengan teman seusianya dan melihat hal-hal nyata, ia tentu akan belajar lebih banyak daripada saat menonton TV.

Jadi lebih baik mulai sekarang ajak si kecil berinteraksi di luar rumah ya, Bun!

2. Membuat si kecil obesitas

ilustrasi nonton tv membuat balita obesitas
forbes.com

Membiarkan anak menonton TV sejak usia dini bisa juga mempengaruhi berat badannnya lho, Bun.

Balita yang terlalu banyak menonton TV akan mulai menghadapi masalah berat badan sejak dini. Bahkan bisa terjadi obesitas juga.

Pasalnya ketika balita menonton TV, waktu bermain mereka akan berkurang. Begitu pula dengan aktivitas fisiknya yang menjadi minim atau nggak ada sama sekali.

Kalau Bunda ingin melihat si kecil tumbuh lebih sehat, sebaiknya matikan TV dan bawa ia keluar rumah ya Bun!

3. Meningkatkan tekanan darah balita

ilustrasi nonton tv meningkatkan tekanan darah balita
theblueroom.bupa.com.au

Ada hal yang lebih mengerikan ketika membiarkan balita menonton TV, yakni tekanan darahnya bisa naik.

Menurut penelitian, terlalu banyak menonton TV saat anak usia antara 2-10 tahun bisa membuat anak berisiko mengalami tekanan darah 30 persen lebih tinggi.

Saat dikombinasikan aktivitas fisik yang lebih rendah, maka hal ini dapat lebih meningkatkan faktor risiko sebesar 50 persen.

Ngeri ya, Bun? Jangan membiarkan si kecil terlalu banyak nonton TV ya!

4. Secara permanen merusak otak balita

dampak negatif nonton tv bagi balita
64thopinion.com

Menurut penelitian, efek negatif dari terlalu banyak menonton TV dapat secara permanen mengubah struktur otak balita. Tepatnya si kecil akan punya jumlah materi abu-abu lebih banyak di dekat korteks kutub depannya.

Saat kondisi ini terjadi, si kecil mungkin akan mengalami kesulitan dalam hal kecerdasan verbalnya.

Bisa saja Bunda memilih konten pendidikan saat si kecil menonton TV. Tapi kecepatan pengetahuan yang didapat anak dari acara tersebut nggak selalu bervariasi atau meningkat sesuai kemampuan mental balita.

Kondisi ini pun kemungkinan besar punya efek merusak pada fungsi kognitifnya.

Baca juga: Jangan Dimarahi, Inilah Cara Tepat Mengatasi Anak yang Suka Bohong

5. Menghambat kemampuan bicara

ilustrasi nonton tv menghambat kemampuan bicara balita
workingmother.com

Sebagian besar pakar bahasa dan ucapan mengatakan bahwa terpapar terlalu banyak kebisingan TV di rumah dapat menghambat kemampuan bicara si kecil.

Saat si kecil selalu terkena kebisingan TV, ia akan mengalami kesulitan dalam mendengarkan bunyi dan kata-kata lain.

Inilah yang dapat secara permanen menghambat kemampuan bicara si kecil. Tentu Bunda nggak mau hal ini terjadi kan?

Jadi mulai sekarang hindarkan TV dari si kecil ya, Bun!

6. Menghilangkan inisiatif

ilustrasi nonton tv menghilangkan inisiatif balita
allisonjedwards.com

Saat si kecil lebih banyak menonton TV, maka hal ini dapat menghambat kemampuan berpikirnya.

Acara TV tertentu mungkin bisa mengajarkan anak. Di sisi lain, mereka juga dapat menghambat si kecil untuk mengambil inisiatifnya sendiri.

Sebab acara TV hadir dengan setiap ide dan kegiatan yang diprogram sebelumnya. Jadi nggak ada banyak ruang bagi si kecil untuk mengambil inisiatif dan berpikir maupun melakukan sesuatu.

7. Belajar dengan guru menjadi lebih sulit

ilustrasi nonton tv membuat balita sulit belajar
fatherly.com

Anak yang terbiasa menonton acara pendidikan di TV akan mendapat pelajaran yang berbeda saat ia mendapatkannya dari seorang guru di sekolah.

Acara yang ditonton si kecil di TV selalu serba cepat dan bisa saja penuh animasi.

Setelah anak terbiasa belajar melalui acara-acara ini, ia akan merasa sulit berkonsentrasi pada teknik belajar reguler di ruang kelas.

Selain itu bisa juga si kecil jadi sulit untuk menyimak ketika belajar di rumah.

Sebelum terlambat, lebih baik Bunda batasi atau melarang si kecil untuk menonton TV di usianya yang masih sangat belia ini ya!

8. Terpengaruh dengan hal negatif

ilustrasi nonton tv berefek negatif pada balita
treille-muscate.info

Bukan rahasia umum lagi kalau banyak acara TV yang dikritik oleh banyak orang karena ada dampak negatif bagi balita maupun anak-anak.

Mungkin Bunda akan mengatur acara apa yang seharusnya dilihat si kecil. Tapi iklan atau konten yang nggak sesuai untuk anak pasti selalu hadir sebagai selingan.

Acara TV juga nggak akan selalu cocok dengan kepekaan atau nilai yang Bunda ingin si kecil pelajari.

Misalnya Bunda nggak ingin si kecil makan makanan kemasan. Tapi ternyata acara TV atau iklan justru mendorong untuk melakukannya.

Itulah beberapa dampak buruk ketika orang tua membiarkan balita menonton TV. Setelah tahu, tentu Bunda nggak ingin hal tersebut terjadi pada si kecil kan?

Untuk itu, lebih baik Bunda mengajak si kecil berinteraksi dengan teman sebayanya atau melakukan kegiatan seru lain. Setuju dengan ulasan Qupas kali ini?

0 Comment